Nomor Wartawan Diblokir Saat Konfirmasi PLN, Anggota DPRD Manggarai Barat Protes Pelayanan

- Editor

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nomor Wartawan Diblokir Saat Konfirmasi PLN, Anggota DPRD Manggarai Barat Protes Pelayanan

Nomor Wartawan Diblokir Saat Konfirmasi PLN, Anggota DPRD Manggarai Barat Protes Pelayanan

METRO NTT — Seorang wartawan di Labuan Bajo mengaku nomor WhatsApp-nya diblokir oleh Kepala Bagian Meteran PLN Cabang Labuan Bajo saat mengonfirmasi keluhan pelanggan terkait permohonan pemindahan meteran listrik.

Peristiwa itu memantik reaksi Anggota DPRD Manggarai Barat dari Daerah Pemilihan III, Siprianus Anjelo, yang menilai pelayanan PLN terhadap warga di Kecamatan Lembor patut dipertanyakan.

Pemblokiran nomor wartawan tersebut terjadi pada Senin siang, 26 Januari 2026, ketika wartawan mengonfirmasi keluhan pelanggan atas nama Stefanus Man, warga Kampung Deket, Desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor. Stefanus telah beberapa kali mengajukan permohonan pemindahan meteran listrik dari rumah lama ke rumah baru, namun tak kunjung dilayani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, wartawan menghubungi seorang petugas Kantor Jaga PLN di Lota, Kecamatan Lembor, bernama Marko. Dalam percakapan itu, Marko menyatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan dan meminta agar persoalan tersebut disampaikan langsung ke pimpinan PLN di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Anggota DPRD NasDem Sesalkan Pelayanan PLN yang Diduga Persulit Pelanggan di Lembor

Atas permintaan wartawan, Marko kemudian memberikan nomor WhatsApp Kepala Bagian Meteran PLN Labuan Bajo bernama Edo, sekaligus berjanji turun ke lokasi rumah pelanggan. Saat berada di rumah Stefanus, wartawan kembali mencoba menghubungi Edo untuk meminta kejelasan langsung di hadapan petugas jaga.

Namun upaya itu tak membuahkan hasil. Edo tidak merespons panggilan telepon, lalu membalas pesan WhatsApp dengan menyarankan agar persoalan dikoordinasikan dengan petugas Kantor Jaga di Lembor. Padahal, petugas jaga saat itu sudah berada di lokasi dan justru meminta pelanggan datang langsung ke Labuan Bajo.

Ketika wartawan kembali mengirim pesan untuk menjelaskan bahwa petugas jaga sudah berada di rumah pelanggan, pesan tersebut hanya berstatus satu centang. Belakangan diketahui, nomor wartawan telah diblokir, meski menurut petugas jaga, Edo masih aktif berkomunikasi melalui WhatsApp.

Baca Juga:  Menu MBG Labu Parut di Lembor Disorot Publik, Kepala Dapur Siru Dilarang Beri Keterangan ke Wartawan

Stefanus Man mengaku kebingungan akibat informasi yang saling bertentangan. “Petugas di Lembor suruh saya ke Labuan Bajo, tapi dari Labuan Bajo justru bilang koordinasi dengan petugas di Lembor. Saya bingung harus ikut yang mana,” kata Stefanus saat ditemui di rumahnya.

Ia menambahkan, kondisi rumah lamanya sudah hampir roboh dan sebagian atap telah dibongkar saat aliran listrik masih aktif. Curah hujan tinggi dan angin kencang membuatnya khawatir terjadi korsleting. “Saya takut terjadi konslet. Atap sudah setengah dibongkar, tapi arus listrik masih ada,” ujarnya.

Alih-alih memindahkan meteran ke rumah baru, dua petugas Kantor Jaga PLN Lota justru memutus kabel dan mencabut meteran dari rumah lama Stefanus, lalu mengamankannya ke kantor jaga. Kepada pelanggan, petugas berpesan agar membawa KTP dan Kartu Keluarga jika hendak mengurus lebih lanjut di Labuan Bajo.

Baca Juga:  Terseret Kasus Suap Bawang Merah, Hery Nabit Diperiksa Selama Dua Jam

Menanggapi persoalan itu, Anggota DPRD Manggarai Barat Siprianus Anjelo menyatakan keprihatinannya. Politikus Partai NasDem dari Dapil III itu menilai pelayanan PLN sebagai BUMN tidak sejalan dengan semangat program Indonesia Terang yang selama ini digaungkan pemerintah pusat.

“Untuk apa ada petugas jaga di wilayah kalau pelanggan tetap disuruh ke Labuan Bajo? Mengapa informasi dari petugas jaga berbeda dengan kepala bagian meteran?” kata Siprianus saat dikonfirmasi, Senin siang.

Ia menegaskan akan mendatangi langsung kantor PLN Labuan Bajo untuk meminta penjelasan. Menurut dia, koordinasi antara kantor pusat dan kantor jaga seharusnya bisa menyelesaikan persoalan tanpa membebani masyarakat, terlebih dalam kondisi ekonomi yang sulit.

“Jangan mempersulit rakyat dengan prosedur yang seharusnya bisa diselesaikan di tingkat unit layanan. Saya akan minta penjelasan langsung dari pimpinan PLN,” ujar Siprianus.

Penulis : Fendi Ruem

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

UPTD SPAM Manggarai Timur Gandeng BRI, Permudah Pembayaran Air hingga ke Pelosok
Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah
Katekese Berbuah Aksi Nyata, Umat KBG St. Fransiskus Topok Serahkan Donasi untuk Lansia di Ponggeok
Pasca-Lebaran, Sat Lantas Polres Manggarai Intensifkan Patroli KRYD di Ruteng
Lapangan Mapolda NTT Dipadati Jamaah, Kapolda Sampaikan Ucapan Idul Fitri dan Apresiasi
Momentum Lebaran Penuh Makna, Kapolres Manggarai Tunjukkan Kasih Tanpa Batas
Merawat Harmoni di Hari Raya: Silaturahmi Gubernur NTT dan Makna di Baliknya
Gagasan Penguatan Identitas Ruteng Mengemuka, Usung Konsep Kota Sejuk dan Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 00:20

UPTD SPAM Manggarai Timur Gandeng BRI, Permudah Pembayaran Air hingga ke Pelosok

Jumat, 27 Maret 2026 - 05:58

Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:10

Katekese Berbuah Aksi Nyata, Umat KBG St. Fransiskus Topok Serahkan Donasi untuk Lansia di Ponggeok

Selasa, 24 Maret 2026 - 03:02

Pasca-Lebaran, Sat Lantas Polres Manggarai Intensifkan Patroli KRYD di Ruteng

Senin, 23 Maret 2026 - 04:36

Lapangan Mapolda NTT Dipadati Jamaah, Kapolda Sampaikan Ucapan Idul Fitri dan Apresiasi

Berita Terbaru