Kunjungan Gubernur NTT ke Poco Leok Dikawal Senjata Laras Panjang, Warga Gelar Aksi Protes

- Editor

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan Gubernur NTT ke Poco Leok Dikawal Senjata Laras Panjang, Warga Gelar Aksi Protes

Kunjungan Gubernur NTT ke Poco Leok Dikawal Senjata Laras Panjang, Warga Gelar Aksi Protes

METRO NTT — Kunjungan kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melky Laka Lena, ke lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Poco Leok, Rabu pagi (16/7), diwarnai ketegangan. Puluhan warga dari sejumlah kampung adat menggelar aksi damai menolak proyek geothermal dan hasil uji Tim Satgas yang dibentuk oleh pemerintah provinsi.

Dari pantauan di lapangan, iring-iringan kendaraan yang mengangkut rombongan gubernur dikawal ketat oleh aparat kepolisian bersenjata laras panjang dan sejumlah petugas pengamanan berpakaian sipil. Beberapa warga terlihat berdiri di pinggir jalan, membawa poster dan meneriakkan penolakan terhadap aktivitas eksplorasi panas bumi di wilayah adat mereka.

Aksi warga ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap sikap Pemerintah Provinsi NTT yang dinilai mengabaikan aspirasi masyarakat lokal yang selama ini menolak proyek PLTP karena alasan lingkungan, sosial, dan kultural.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami bukan menolak pembangunan. Kami menolak cara pemerintah memaksakan proyek geothermal yang merusak tanah adat dan tidak transparan kepada masyarakat,” ujar salah satu tokoh adat yang hadir dalam aksi tersebut.

Penolakan terhadap Satgas dan Hasil Uji

Gubernur Melky sebelumnya membentuk tim satuan tugas (Satgas) independen untuk melakukan uji teknis dan sosial atas keberlanjutan proyek panas bumi di Poco Leok. Namun hasil uji itu dianggap tidak kredibel oleh warga, karena tidak melibatkan perwakilan komunitas adat secara penuh.

“Tim Satgas hanya formalitas. Hasilnya dibuat untuk melegalkan proyek. Kami menolak laporan itu,” tegas seorang perwakilan pemuda dari Kampung Lungar.

Situasi Mencekam tapi Kondusif

Meski pengamanan terlihat ketat dan sejumlah aparat membawa senjata laras panjang, situasi di lokasi kunjungan tetap berjalan kondusif. Gubernur Melky Laka Lena sempat berdialog singkat dengan warga sebelum melanjutkan kunjungannya ke titik pengeboran PLTP.

“Kami akan tetap mendengarkan masyarakat. Tapi pembangunan tidak boleh berhenti,” ujar Melky singkat kepada wartawan di lokasi.

Kehadiran aparat bersenjata justru menjadi sorotan sebagian warga. Mereka menilai pendekatan kekuasaan seperti itu hanya memperdalam trauma dan memperkeruh suasana.

“Ini kampung kami, bukan daerah konflik. Kenapa harus pakai senjata laras panjang?” tanya seorang ibu yang mengikuti aksi.

Suara dari Lembah Poco Leok

Proyek PLTP Poco Leok telah lama menjadi isu sensitif di Manggarai Timur. Sejumlah kelompok masyarakat sipil, mahasiswa, dan tokoh gereja telah menyatakan penolakan terhadap proyek tersebut. Mereka menilai proyek ini lebih banyak menguntungkan investor dan berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis di kawasan yang dikenal sebagai lumbung air dan pusat pertanian warga.

Baca Juga:  Gagasan Penguatan Identitas Ruteng Mengemuka, Usung Konsep Kota Sejuk dan Inklusif

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemprov NTT mengenai kelanjutan proyek geothermal usai kunjungan hari ini. **

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru