METRO NTT – Suasana mendadak mencekam di SMA Negeri 1 Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (23/7/2025), setelah sejumlah siswi mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis yang disediakan di sekolah. Beberapa siswi bahkan pingsan dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Caritas Tambolaka untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Dalam sebuah foto yang beredar, tampak dua siswi terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit, dengan infus terpasang di tangan mereka. Salah satu siswi bahkan terlihat diberi bantal penyangga di kepala oleh seorang pendamping, sementara siswi lainnya memegang perutnya dengan wajah meringis kesakitan. Di latar belakang, beberapa teman dan guru tampak cemas dan menunggu kabar terbaru dari pihak medis.
Peristiwa ini diduga terjadi usai program makan bergizi gratis yang tengah digalakkan oleh pemerintah daerah. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab keracunan tersebut. Tim medis masih melakukan observasi terhadap kondisi para korban, sementara pihak sekolah dan dinas kesehatan setempat tengah menyelidiki kandungan makanan yang diduga menjadi sumber masalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak Rumah Sakit Caritas Tambolaka telah mengonfirmasi bahwa sejumlah siswa dirawat dengan gejala yang seragam seperti mual, muntah, pusing, hingga pingsan. Tim dokter menyatakan akan terus memantau perkembangan pasien dan melakukan uji laboratorium terhadap sisa makanan yang sempat diamankan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terkait jumlah korban dan hasil pemeriksaan makanan.
Peristiwa ini menyita perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan kualitas makanan dalam program bantuan makanan bergizi gratis yang menyasar pelajar sekolah. Masyarakat berharap kejadian ini segera ditangani secara transparan dan menyeluruh agar tidak terulang di masa mendatang.
Sumber foto: Tangkapan layar Pasola Pos.com






