Sejumlah Siswi SMAN di NTT Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis, Korban Dilarikan ke RS

- Editor

Rabu, 23 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMA Negeri 1 Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (23/7/2025), setelah sejumlah siswi mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis

SMA Negeri 1 Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (23/7/2025), setelah sejumlah siswi mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis

METRO NTT – Suasana mendadak mencekam di SMA Negeri 1 Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Rabu (23/7/2025), setelah sejumlah siswi mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan bergizi gratis yang disediakan di sekolah. Beberapa siswi bahkan pingsan dan harus segera dilarikan ke Rumah Sakit Caritas Tambolaka untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Dalam sebuah foto yang beredar, tampak dua siswi terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit, dengan infus terpasang di tangan mereka. Salah satu siswi bahkan terlihat diberi bantal penyangga di kepala oleh seorang pendamping, sementara siswi lainnya memegang perutnya dengan wajah meringis kesakitan. Di latar belakang, beberapa teman dan guru tampak cemas dan menunggu kabar terbaru dari pihak medis.

Baca Juga:  Paus Fransiskus Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Penyakit yang Diidap Bapa Suci

Peristiwa ini diduga terjadi usai program makan bergizi gratis yang tengah digalakkan oleh pemerintah daerah. Namun, belum diketahui secara pasti penyebab keracunan tersebut. Tim medis masih melakukan observasi terhadap kondisi para korban, sementara pihak sekolah dan dinas kesehatan setempat tengah menyelidiki kandungan makanan yang diduga menjadi sumber masalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Rumah Sakit Caritas Tambolaka telah mengonfirmasi bahwa sejumlah siswa dirawat dengan gejala yang seragam seperti mual, muntah, pusing, hingga pingsan. Tim dokter menyatakan akan terus memantau perkembangan pasien dan melakukan uji laboratorium terhadap sisa makanan yang sempat diamankan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan maupun Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terkait jumlah korban dan hasil pemeriksaan makanan.

Peristiwa ini menyita perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan kualitas makanan dalam program bantuan makanan bergizi gratis yang menyasar pelajar sekolah. Masyarakat berharap kejadian ini segera ditangani secara transparan dan menyeluruh agar tidak terulang di masa mendatang.

Sumber foto: Tangkapan layar Pasola Pos.com

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru