METRO NTT– Proyek pembangunan fisik yang dibiayai melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, dilaporkan telah mencapai progres pekerjaan sekitar 80 persen untuk tahap satu. Namun di tengah hampir selesainya pembangunan tahap satu tersebut, para pekerja mengaku belum menerima upah atas pekerjaan yang telah mereka laksanakan selama beberapa bulan terakhir.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Siprianus Agung selaku Kepala Tukang yang memimpin pekerjaan di lapangan. Menurutnya, seluruh tenaga kerja telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan sesuai target yang ditetapkan, tetapi pembayaran upah hingga kini belum terealisasi.
“Kami bekerja sejak awal proyek dimulai. Setiap hari kami berada di lokasi pekerjaan, baik saat cuaca panas maupun hujan. Saat ini bangunan sudah hampir selesai, namun sampai sekarang upah kami belum dibayarkan. Kami hanya meminta hak kami sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya,” ujar Siprianus Agung kepada awak media, Kamis (25/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar tenaga kerja yang terlibat merupakan warga Desa Liang Sola dan wilayah sekitarnya yang menggantungkan kebutuhan hidup keluarga dari pekerjaan tersebut. Keterlambatan pembayaran upah, kata dia, mulai berdampak pada kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Kami berharap ada kejelasan dari pihak yang bertanggung jawab. Jika memang ada kendala administrasi atau proses pencairan dana, sebaiknya disampaikan secara terbuka kepada para pekerja sehingga tidak menimbulkan kebingungan dan keresahan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengurus KDMP Desa Liang Sola maupun pihak terkait lainnya mengenai alasan keterlambatan pembayaran upah tersebut. Beberapa pekerja menduga adanya hambatan administrasi dalam proses pencairan dana, namun informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi.
Sejumlah pekerja mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa dan berharap persoalan ini segera mendapat perhatian. Mereka juga berencana menyampaikan pengaduan kepada instansi terkait apabila dalam waktu dekat belum ada kepastian mengenai pembayaran upah.
Masyarakat Desa Liang Sola berharap penyelesaian masalah ini dapat dilakukan secara cepat dan transparan demi menjaga kepercayaan publik terhadap program pembangunan yang sedang berjalan.
“Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu hak para pekerja yang terlibat dalam pembangunan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai muncul persoalan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program yang sebenarnya sangat bermanfaat,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Awak media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berupaya memperoleh klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.
Penulis : Fransiskus Econ
Editor : Redaksi






