Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama

- Editor

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

METRONTT– Nilai tukar rupiah menunjukkan tren penguatan setelah sempat berada di atas level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), rupiah tercatat berada di posisi Rp17.860 per dolar AS atau menguat 129 poin dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.989 per dolar AS.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penguatan mata uang Garuda tersebut tidak terlepas dari langkah Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan yang diumumkan pada 9 Juni 2026 itu dinilai mampu meningkatkan kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga:  Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

 

Selain kenaikan suku bunga, masuknya aliran modal asing ke berbagai instrumen keuangan domestik turut menjadi penopang penguatan rupiah. Dana asing mengalir ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Surat Berharga Negara (SBN), hingga obligasi internasional yang diterbitkan Danantara.

 

Bank Indonesia mencatat total dana asing yang masuk melalui instrumen tersebut mencapai sekitar Rp45,92 triliun. Kondisi ini menunjukkan masih tingginya minat investor terhadap aset-aset keuangan Indonesia.

 

Dari sisi fundamental, perekonomian Indonesia juga dinilai berada dalam kondisi yang cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,6 persen secara tahunan. Kinerja tersebut didukung oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, percepatan penyaluran tunjangan hari raya, serta pelaksanaan berbagai program pemerintah.

 

Prospek ekonomi Indonesia yang positif semakin diperkuat dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 5 persen pada tahun 2026. Optimisme tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong sentimen positif terhadap rupiah.

Baca Juga:  159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

 

Meski demikian, sejumlah tantangan eksternal masih perlu diwaspadai. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, potensi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, serta fluktuasi harga minyak dunia masih berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

 

Bank Indonesia menegaskan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Penulis : Fransiskus Econ

Editor : Redaksi Metrontt

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor
Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT
Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang
159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya
Hans Rumat Kritik Arah Bisnis Bank NTT: Jangan Hanya Andalkan Kredit Konsumtif
Kisah Kopi Keliling hingga Tempe Omzet Rp8 Juta! Program Wirausaha Muda KOPKARDIOS Jadi Sorotan Jelang RAT
Peluang Bisnis Properti untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Labuan Bajo
Pemkab Manggarai Barat Gaspol Percepatan Investasi di Labuan Bajo, Bupati Endi: Tak Ada Lagi Perizinan Berbelit

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:36

Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:44

Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor

Minggu, 26 April 2026 - 02:25

Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

Kamis, 2 April 2026 - 01:55

Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:13

159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

Berita Terbaru

OLAHRAGA

AS Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 07:15