Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

- Editor

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Penutupan Anggota Tahunan
XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

METRO NTT – Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono menghadiri penutupan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XV KSP Tanaoba Lais Manekat (TLM) Indonesia di Kupang, pada Sabtu (25/4/2026).

Gubernur Melki menegaskan koperasi bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan dasar dalam struktur ekonomi NTT yang ditopang sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM.

“Di NTT ini koperasi bukan pilihan alternatif, tapi kebutuhan dasar. Di banyak tempat, koperasi hadir lebih dulu sebelum perbankan,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RAT adalah jantung kehidupan koperasi. Di situ anggota menentukan arah, bukan hanya pengurus.

Gubernur Melki juga mengaitkan penguatan koperasi dengan arah kebijakan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto yang kembali menempatkan koperasi sebagai “soko guru” perekonomian, sebagaimana amanat konstitusi dalam Pasal 33 UUD 1945.

Menurutnya, NTT memiliki konteks paling relevan untuk pengembangan model ekonomi koperasi, bahkan disebut sebagai “laboratorium terbaik” karena struktur ekonominya yang berbasis rakyat.

Secara terbuka ia mengaku masih ada persoalan struktural koperasi di NTT, mulai dari banyak koperasi yang tidak aktif dan tidak produktif, keterbatasan akses pembiayaan yang masih bertumpu pada modal internal, ruang ekspansi yang sempit, hingga kapasitas SDM dan tata kelola yang belum optimal serta digitalisasi yang belum merata.

Baca Juga:  Merawat Harmoni di Hari Raya: Silaturahmi Gubernur NTT dan Makna di Baliknya

“Ini pekerjaan rumah kita bersama. Koperasi harus tumbuh sehat, produktif, dan adaptif,” tegasnya.

Koperasi yang membebani rakyat seperti pinjol tidak boleh ada lagi di NTT. Kita harus perkuat koperasi yang benar-benar berpihak pada masyarakat.

Dalam laporan kepada Menteri Koperasi, ia menyampaikan pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2025 mencapai 5,14 persen atau sedikit di atas nasional, serta angka kemiskinan turun dari 19,1 persen menjadi 17,5 persen.

Ia juga mendorong penguatan ekosistem koperasi melalui sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta jaringan distribusi seperti NTT Mart, guna memastikan produk lokal diproduksi, diserap, dan dikonsumsi di dalam daerah.

“Kita ingin produksi anak-anak NTT bisa dijual, dibeli, dan dinikmati oleh masyarakat sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Melki Laka Lena Buka Seminar WKRI di Kupang, Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di NTT

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga meluncurkan produk TLMQUA yang disebut sebagai inovasi bisnis berbasis koperasi dan diproyeksikan mampu menambah keuntungan signifikan bagi KSP TLM.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Joko Juliantono menilai capaian KSP TLM sebagai salah satu contoh pertumbuhan koperasi yang progresif di Indonesia.

“Tahun lalu asetnya sekitar Rp800 miliar, sekarang sudah mencapai Rp1,2 triliun. Ini kenaikan yang sangat cepat dan jarang terjadi,” ujar Ferry.

Ia menyebut, diversifikasi usaha melalui pengembangan sektor riil di luar simpan pinjam menjadi faktor penting dalam pertumbuhan tersebut dan diyakini akan terus meningkat.

“Kita ingin mengembalikan koperasi sebagai soko guru ekonomi, bukan hanya swasta atau BUMN. Ini amanat konstitusi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menjalankan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target 83 ribu unit di seluruh Indonesia.

“Presiden ingin masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku ekonomi,” ujar Ferry.

Baca Juga:  Gubernur NTT Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi

Ia juga mendorong kolaborasi pembiayaan antara KSP TLM, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), perbankan termasuk Bank BUMN dan Bank NTT melalui skema pembiayaan bersama (join financing).

Manajer Utama KSP TLM NTT, Zesly N.W. Pah, melaporkan kinerja koperasi sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan penyaluran kredit mencapai Rp1,9 triliun kepada sekitar 293 ribu anggota.

“Aset kami saat ini mencapai Rp1,2 triliun dan ditargetkan meningkat menjadi Rp1,4 triliun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KSP TLM telah beroperasi selama 16 tahun dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro, yang saat ini menjadi mayoritas anggota koperasi.

Sebagai langkah strategis, koperasi juga melakukan spin off sektor riil untuk memperkuat bisnis anggota, serta memperluas jaringan melalui pembukaan cabang di Bali, Flores, dan Sulawesi Tengah.

“Kami juga memperoleh opini audit wajar tanpa pengecualian serta mempertahankan rating yang mencerminkan stabilitas keuangan koperasi. Bagi kami, simpan pinjam hanyalah sarana. Tujuan utama adalah kemandirian dan kesejahteraan anggota,” ujar Zesly.

Penulis : Agustinus Ardi

Berita Terkait

Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang
159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya
Hans Rumat Kritik Arah Bisnis Bank NTT: Jangan Hanya Andalkan Kredit Konsumtif
Kisah Kopi Keliling hingga Tempe Omzet Rp8 Juta! Program Wirausaha Muda KOPKARDIOS Jadi Sorotan Jelang RAT
Peluang Bisnis Properti untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Labuan Bajo
Pemkab Manggarai Barat Gaspol Percepatan Investasi di Labuan Bajo, Bupati Endi: Tak Ada Lagi Perizinan Berbelit
Ekspresi Sarwendah Jadi Sorotan Saat Betrand Peto Bahas Kedekatan Ruben Onsu dan Desy Ratnasari

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 02:25

Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

Kamis, 2 April 2026 - 01:55

Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:13

159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:16

Hans Rumat Kritik Arah Bisnis Bank NTT: Jangan Hanya Andalkan Kredit Konsumtif

Jumat, 13 Maret 2026 - 04:57

Kisah Kopi Keliling hingga Tempe Omzet Rp8 Juta! Program Wirausaha Muda KOPKARDIOS Jadi Sorotan Jelang RAT

Berita Terbaru