Hans Rumat Kritik Arah Bisnis Bank NTT: Jangan Hanya Andalkan Kredit Konsumtif

- Editor

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat, S.E

Keterangan foto: Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat, S.E

METRO NTT – Anggota DPRD Provinsi NTT, Yohanes Rumat, menyoroti arah kebijakan bisnis Bank NTT yang dinilai masih bertumpu pada kredit konsumtif. Kritik tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPRD NTT bersama jajaran direksi Bank NTT, Rabu (25/3/2026).

Politisi PKB yang akrab disapa Hans Rumat itu menegaskan, Bank NTT perlu segera melakukan transformasi agar tidak terjebak pada pola lama yang dinilai kurang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kalau Bank NTT terus bertahan di pola lama, ini berbahaya. Kita bisa kehilangan momentum pembangunan, bahkan berpotensi ikut menyumbang kemiskinan,” kata Hans dalam rapat.

Menurutnya, sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank NTT memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan daerah. Karena itu, orientasi bisnis tidak boleh hanya mengejar laba semata.

Hans mendorong agar Bank NTT mulai mengalihkan fokus pembiayaan ke sektor produktif seperti UMKM, pertanian, peternakan, dan perikanan. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi rakyat.

“Kalau kredit produktif tidak diperkuat, maka ekonomi rakyat tidak bergerak. Bank NTT jangan hanya jadi penonton,” tegasnya.

Baca Juga:  Kisah Kopi Keliling hingga Tempe Omzet Rp8 Juta! Program Wirausaha Muda KOPKARDIOS Jadi Sorotan Jelang RAT

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya inovasi, khususnya dalam mendukung digitalisasi pelaku UMKM. Bank NTT dinilai perlu aktif mendorong pelaku usaha lokal masuk ke ekosistem digital agar mampu bersaing dan memperluas pasar.

Hans juga menyoroti aspek tata kelola. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan yang tidak profesional dapat berdampak luas, mulai dari meningkatnya kredit macet hingga melemahnya pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau salah kelola, ini bukan hanya jadi penghambat ekonomi, tapi bisa mematikan UMKM. Itu sama saja menyumbang kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga:  159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

Meski mengakui kinerja keuangan Bank NTT menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, Hans menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak cukup hanya dilihat dari laba.

“Pertanyaannya, apakah laba itu sudah terasa di masyarakat? Apakah kemiskinan turun? Kalau tidak, berarti ada yang salah,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Hans menegaskan bahwa transformasi Bank NTT menjadi Perseroda harus diarahkan pada penguatan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

“Bank ini milik rakyat NTT. Jadi ukurannya jelas, rakyat harus sejahtera, bukan sekadar laporan keuangan yang terlihat bagus,” tutupnya.

Penulis : Agustinus Ardi

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama
Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor
Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT
Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang
159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya
Kisah Kopi Keliling hingga Tempe Omzet Rp8 Juta! Program Wirausaha Muda KOPKARDIOS Jadi Sorotan Jelang RAT
Peluang Bisnis Properti untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Labuan Bajo
Pemkab Manggarai Barat Gaspol Percepatan Investasi di Labuan Bajo, Bupati Endi: Tak Ada Lagi Perizinan Berbelit

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:36

Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:44

Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor

Minggu, 26 April 2026 - 02:25

Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

Kamis, 2 April 2026 - 01:55

Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:13

159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

Berita Terbaru