METRO NTT – Labuan Bajo, 18 Oktober 2026 — Operasi pencarian korban hilang akibat tenggelamnya kapal wisata KM Feronia memasuki hari keenam pada Minggu (18/10/2026). Tim SAR Gabungan terus berjuang menembus tantangan arus deras di perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, demi menemukan satu korban yang masih belum ditemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus Pencarian di Titik-Titik Kritis
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., turun langsung memantau operasi pencarian di lapangan. Ia menjelaskan bahwa penyisiran bawah laut kini difokuskan pada area yang mencakup Perairan Tatawa Besar, Batu Bolong, Mawan, Batu Tiga, hingga Perairan Sebayur mengikuti jejak pergeseran arus laut dari titik awal kejadian.
“Operasi deteksi dan pemetaan bawah laut difokuskan pada titik koordinat kejadian awal hingga radius pergeseran arus,” ujar AKBP Christian Kadang di lokasi pencarian.
Sebanyak 76 personel gabungan dari berbagai elemen : TNI-Polri, Basarnas, KPLP, KKP, Pelindo, hingga masyarakat lokal terlibat dalam operasi besar-besaran ini.
Teknologi Canggih Diterjunkan ke Dasar Laut
Menyadari kedalaman dan kekuatan arus di kawasan TN Komodo yang cukup ekstrem, tim gabungan tidak hanya mengandalkan penyelaman konvensional. Mulai hari ke-4 hingga hari ke-6, berbagai peralatan canggih bawah laut telah dikerahkan:
– Sonar Single Beam dan Drone Bawah Air (ROV) milik Ditpolairud Polda NTT
– Remotely Operated Vehicle (ROV) dari PT Farmindo
– Side Scan Sonar milik Koarmada II TNI AL Surabaya, yang dioperasikan dari KM Hiu Macan 03 milik KKP Kupang serta RIB Lanal Labuan Bajo
– KRI Pulau Fani-731 turut mendukung operasi ini
“Kami dari kepolisian turut membantu dengan mengerahkan teknologi bawah laut modern untuk memindai titik-titik krusial di dasar laut,” tegas Kapolres Mabar.
Korban dan Bangkai Kapal Masih Belum Ditemukan
Hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 WITA Minggu sore, hasilnya masih nihil. Baik keberadaan korban maupun bangkai utama kapal KM Feronia belum berhasil ditemukan. Korban yang masih dicari adalah VBJ (23 tahun), seorang Dive Master berdomisili di Kompleks Bandara Batu Cermin, Labuan Bajo.
“Kami telah mengoptimalkan pengerahan alat utama dan teknologi canggih pencarian bawah air. Namun, tantangan arus di perairan TN Komodo cukup kuat dan luas, sehingga pencarian korban masih terus kami maksimalkan,” ungkap AKBP Christian.
Faktor arus bawah laut yang dinamis disebut menjadi tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan. Oleh karena itu, untuk sementara waktu, kegiatan penyelaman langsung dihentikan dan para penyelam diistirahatkan guna menjaga keselamatan.
Hari Ke-7: Rencana Perluasan Radius Pencarian
Operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 07.00 WITA, dengan strategi yang diperbarui. Pola sebaran pencarian akan diperluas dan disesuaikan dengan simulasi prediksi pergeseran arus laut terkini, menggunakan teknologi sensor sonar bersama Tim SAR Gabungan Insan Maritim.
Imbauan kepada Masyarakat
Sementara itu, tim juga menyebarkan imbauan keselamatan kepada nelayan, kru kapal wisata Phinisi, pemandu wisata, dan seluruh pelaku aktivitas bahari di kawasan TN Komodo. Jika melihat tanda-tanda keberadaan korban atau material bangkai kapal, dimohon segera melapor melalui:
📞 Call Center 110 SPKT Polres Manggarai Barat atau mendatangi Pos TNK terdekat.
Semangat dan doa menyertai seluruh tim yang bertugas. Semoga korban segera ditemukan.
Penulis : Erik Idin
Editor : Redaksi





