METRO NTT — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Watu Tahun 2026 bukan sekadar momentum memilih siapa yang akan memimpin desa untuk beberapa tahun ke depan. Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat desa yang seharusnya berlangsung secara aman, jujur, tertib, bermartabat, dan penuh persaudaraan.
Karena itu, menjelang hari pemungutan suara, seluruh masyarakat Golo Watu perlu meningkatkan kewaspadaan. Bukan hanya terhadap kemungkinan pelanggaran dalam proses pemilihan, tetapi juga terhadap sesuatu yang sering kali jauh lebih cepat menyebar daripada fakta: informasi palsu atau hoaks.
Di tengah persaingan politik desa, berbagai informasi dapat muncul melalui percakapan dari rumah ke rumah, grup WhatsApp, Facebook, maupun media sosial lainnya. Sebagian informasi mungkin benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun sebagian lainnya bisa saja hanya berupa kabar yang belum terverifikasi, potongan percakapan, tuduhan tanpa bukti, atau bahkan sengaja dibuat untuk menjatuhkan kandidat tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sinilah kedewasaan masyarakat diuji.
Jangan sampai perbedaan pilihan politik berubah menjadi permusuhan antartetangga, antarkeluarga, bahkan antarsahabat. Jangan pula karena berbeda pilihan calon, masyarakat kemudian mudah percaya pada setiap kabar yang beredar.
Pilkades hanya berlangsung satu hari, tetapi hubungan persaudaraan berlangsung jauh lebih lama.
Siapa pun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat harus menjadi kepala desa bagi seluruh masyarakat Golo Watu, bukan hanya bagi mereka yang memilihnya. Karena itu, proses menuju kemenangan juga harus ditempuh dengan cara yang bermartabat.
Jangan Jadikan Hoaks sebagai Senjata Politik
Hoaks merupakan persoalan serius dalam setiap kontestasi politik. Sebuah informasi yang tidak benar dapat menyebar dalam hitungan menit, sementara klarifikasinya bisa membutuhkan waktu berhari-hari.
Lebih berbahaya lagi ketika informasi tersebut menyangkut nama baik seseorang.
Misalnya, muncul tuduhan bahwa seorang calon membagikan uang, melakukan praktik tertentu, memiliki kepentingan tertentu, atau melakukan tindakan yang melanggar aturan. Jika memang ada bukti, persoalan tersebut sebaiknya disampaikan melalui mekanisme resmi kepada pihak yang berwenang.
Namun jika tidak memiliki bukti, jangan menjadikan isu sebagai fakta.
Kalimat seperti “katanya”, “saya dengar”, “orang bilang”, atau “informasinya dari orang dekat” bukanlah bukti.
Masyarakat harus berani membedakan antara fakta, opini, dugaan, dan fitnah.
Jangan karena sebuah pesan diteruskan berkali-kali di WhatsApp kemudian dianggap benar. Jangan pula karena sebuah unggahan mendapatkan banyak komentar lalu dianggap sebagai fakta.
Popularitas sebuah informasi tidak menentukan kebenarannya.
Kebenaran membutuhkan bukti.
Kritik Boleh, Fitnah Jangan
Dalam demokrasi, kritik terhadap calon kepala desa merupakan sesuatu yang wajar. Masyarakat berhak mengetahui rekam jejak, visi, misi, kemampuan, serta komitmen setiap calon.
Tetapi kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab.
Jika seorang calon memiliki kekurangan, sampaikan berdasarkan fakta. Jika ada kebijakan atau tindakan yang dipersoalkan, jelaskan persoalannya. Jika ada dugaan pelanggaran, laporkan melalui jalur yang tersedia.
Jangan mengubah kritik menjadi penghinaan.
Jangan mengubah perbedaan pilihan menjadi permusuhan.
Dan jangan mengubah dugaan menjadi vonis.
Setiap orang tetap memiliki hak atas nama baiknya. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati sebelum menyebarkan informasi yang dapat merugikan orang lain.
Jangan sampai demi memenangkan satu suara, kita kehilangan persaudaraan yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Jangan Mudah Terprovokasi
Menjelang Pilkades, suhu politik biasanya meningkat. Pendukung masing-masing calon tentu memiliki harapan agar kandidat yang mereka dukung menang.
Itu adalah bagian dari demokrasi.
Namun pendukung harus memahami bahwa kemenangan tidak boleh diperjuangkan dengan cara apa pun.
Jika ada informasi yang dianggap merugikan calon tertentu, jangan langsung bereaksi secara emosional. Periksa sumbernya. Tanyakan kebenarannya. Cari bukti. Jika diperlukan, lakukan klarifikasi kepada pihak terkait.
Begitu pula jika muncul informasi yang menguntungkan calon yang kita dukung.
Jangan karena informasi tersebut sesuai dengan keinginan kita, kemudian langsung dipercaya dan disebarkan.
Kebenaran tidak boleh diukur berdasarkan siapa yang kita dukung.
Kalau informasi itu benar, mari kita dukung berdasarkan fakta. Kalau tidak benar, jangan ikut menyebarkannya meskipun informasi tersebut menguntungkan calon pilihan kita.
Inilah bentuk demokrasi yang sehat.
Media Sosial Bukan Ruang Tanpa Hukum
Masyarakat juga perlu memahami bahwa media sosial bukan ruang bebas untuk mengatakan apa saja tanpa konsekuensi.
Setiap orang memang memiliki kebebasan berpendapat. Tetapi kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab.
Mengunggah, membuat, meneruskan, atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dapat menimbulkan persoalan hukum apabila merugikan pihak lain atau memenuhi unsur pelanggaran tertentu.
Karena itu, sebelum menekan tombol “kirim”, “bagikan”, atau “posting”, tanyakan kepada diri sendiri:
Apakah informasi ini benar?
Apakah saya memiliki sumber yang dapat dipercaya?
Apakah saya memiliki bukti?
Apakah informasi ini perlu disebarkan?
Dan yang tidak kalah penting:
Apakah informasi ini dapat merugikan atau mencemarkan nama baik orang lain?
Jika jawabannya tidak jelas, lebih baik jangan menyebarkannya.
Diam dalam kondisi tertentu bukan berarti takut. Justru bisa menjadi bentuk tanggung jawab.
Pilkades Harus Menjadi Pesta Demokrasi, Bukan Arena Permusuhan
Golo Watu adalah sebuah komunitas yang masyarakatnya memiliki hubungan sosial dan kekeluargaan yang kuat. Karena itu, jangan biarkan Pilkades merusak hubungan tersebut.
Perbedaan pilihan adalah sesuatu yang normal.
Hari ini seseorang mungkin mendukung calon nomor 1. Orang lain mendukung calon nomor 2. Yang lain lagi mendukung calon nomor 3.
Itu hak masing-masing.
Tetapi setelah proses pemilihan selesai, semua kembali menjadi warga Golo Watu.
Yang menang jangan menjadi sombong.
Yang kalah jangan menjadi dendam.
Pendukung yang menang jangan merendahkan pendukung calon lain.
Pendukung yang kalah juga harus menerima hasil sepanjang prosesnya berlangsung sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.
Jika ada dugaan pelanggaran, tempuh jalur yang benar. Jangan menyelesaikan persoalan dengan provokasi, ancaman, atau penyebaran informasi yang belum terbukti.
Mari Menang dengan Cara Terhormat
Kemenangan dalam sebuah Pilkades tentu merupakan sesuatu yang diharapkan oleh setiap calon. Tetapi kemenangan yang paling bermartabat bukan hanya soal mendapatkan suara terbanyak.
Kemenangan yang bermartabat adalah ketika proses menuju kemenangan dilakukan secara jujur.
Tidak perlu menjatuhkan lawan dengan kabar bohong.
Tidak perlu menciptakan isu untuk membangun kebencian.
Tidak perlu menyebarkan tuduhan tanpa bukti.
Tidak perlu memecah masyarakat hanya demi kepentingan politik sesaat.
Biarkan masyarakat memilih berdasarkan hati nurani, rekam jejak, visi, misi, dan penilaian mereka sendiri.
Para calon juga memiliki tanggung jawab besar untuk mengingatkan para pendukungnya agar tidak melakukan provokasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Sebab calon kepala desa bukan hanya harus siap menang. Calon kepala desa juga harus siap menunjukkan keteladanan sebelum, selama, dan setelah pemilihan.
Mari Jaga Golo Watu Bersama
Pada akhirnya, Pilkades akan selesai.
Kotak suara akan dibuka. Surat suara akan dihitung. Hasil akan ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Tetapi setelah itu, masyarakat Golo Watu tetap harus hidup berdampingan.
Tetangga tetap akan bertemu.
Keluarga tetap akan berkumpul.
Anak-anak tetap akan bermain bersama.
Masyarakat tetap akan bekerja dan membangun desa secara bersama-sama.
Karena itu, jangan biarkan informasi palsu menghancurkan hubungan sosial yang jauh lebih berharga daripada kepentingan politik sesaat.
Mari berbeda pilihan tanpa bermusuhan.
Mari berbeda pendapat tanpa saling menghina.
Mari mengkritik tanpa memfitnah.
Mari melaporkan dugaan pelanggaran dengan bukti, bukan dengan isu.
Dan yang paling penting, mari menjaga Pilkades Golo Watu 2026 tetap aman, damai, jujur, adil, dan bermartabat.
Kepada seluruh calon, tim sukses, pendukung, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh warga Golo Watu: jadilah bagian dari demokrasi yang dewasa.
Jangan menjadi penyebar hoaks.
Jangan menjadi provokator.
Jangan mudah diprovokasi.
Saring sebelum sharing.
Periksa sebelum percaya.
Dan jika menemukan informasi yang diduga tidak benar, jangan ikut memperpanjang rantai penyebarannya.
Karena Golo Watu bukan milik satu calon. Golo Watu adalah milik kita bersama.
Pilkades boleh berbeda pilihan.
Tetapi persaudaraan jangan sampai berbeda jalan.
Mari kita sukseskan Pilkades Golo Watu 2026 dengan kepala dingin, hati yang damai, dan demokrasi yang bermartabat.
Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan opini/pendapat penulis dan bukan merupakan pandangan, sikap, atau pernyataan resmi Redaksi. Seluruh pandangan, penilaian, serta argumentasi yang disampaikan dalam tulisan menjadi tanggung jawab penulis.
Penulis : Reims Nahal






