159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

- Editor

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Timur, Conrad Herdiman Djalang, mengatakan program ini dirancang untuk menjadikan desa dan kelurahan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi wilayah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Timur, Conrad Herdiman Djalang, mengatakan program ini dirancang untuk menjadikan desa dan kelurahan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi wilayah.

METRO NTT – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Sebanyak 159 desa dan 17 kelurahan kini terlibat dalam program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Timur, Conrad Herdiman Djalang, mengatakan program ini dirancang untuk menjadikan desa dan kelurahan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi wilayah.

“Fokus utamanya adalah penguatan kelembagaan koperasi yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, KDKMP tidak sekadar koperasi biasa. Program ini berfungsi sebagai unit pengumpul (offtaker) bahan baku pangan dari pelaku UMKM, petani, dan peternak lokal.

“Ini adalah inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi mikro melalui koperasi yang terstandarisasi,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, koperasi juga bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Kolaborasi ini dilakukan untuk menjaga kualitas bahan pangan sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:  Peluang Bisnis Properti untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Labuan Bajo

Dari sisi kelembagaan, seluruh koperasi di wilayah sasaran disebut telah terbentuk secara resmi. Saat ini, pemerintah daerah mulai masuk ke tahap pembangunan infrastruktur fisik.

“Fokus kami sekarang adalah penyediaan gerai, gudang penyimpanan, serta sarana pendukung lainnya agar operasional koperasi bisa berjalan optimal,” katanya.

Conrad berharap, kehadiran KDKMP mampu menciptakan ekosistem rantai pasok yang mandiri di daerah. Ia menegaskan koperasi harus menjadi pelaku utama dalam perputaran ekonomi, bukan sekadar penonton.

Baca Juga:  Pemkab Manggarai Barat Gaspol Percepatan Investasi di Labuan Bajo, Bupati Endi: Tak Ada Lagi Perizinan Berbelit

“Koperasi harus menjadi penyedia utama kebutuhan pangan lokal, khususnya dalam menyukseskan program MBG,” tegasnya.

Dengan demikian, perputaran uang diharapkan tetap berada di desa. Program ini juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat agar lebih kuat secara ekonomi, mandiri secara sosial, dan memiliki daya saing.

Penulis : Agustinus Ardi

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama
Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor
Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT
Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang
Hans Rumat Kritik Arah Bisnis Bank NTT: Jangan Hanya Andalkan Kredit Konsumtif
Kisah Kopi Keliling hingga Tempe Omzet Rp8 Juta! Program Wirausaha Muda KOPKARDIOS Jadi Sorotan Jelang RAT
Peluang Bisnis Properti untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Labuan Bajo
Pemkab Manggarai Barat Gaspol Percepatan Investasi di Labuan Bajo, Bupati Endi: Tak Ada Lagi Perizinan Berbelit

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:36

Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:44

Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor

Minggu, 26 April 2026 - 02:25

Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

Kamis, 2 April 2026 - 01:55

Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:13

159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

Berita Terbaru