METRO NTT – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Sebanyak 159 desa dan 17 kelurahan kini terlibat dalam program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Manggarai Timur, Conrad Herdiman Djalang, mengatakan program ini dirancang untuk menjadikan desa dan kelurahan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi wilayah.
“Fokus utamanya adalah penguatan kelembagaan koperasi yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, KDKMP tidak sekadar koperasi biasa. Program ini berfungsi sebagai unit pengumpul (offtaker) bahan baku pangan dari pelaku UMKM, petani, dan peternak lokal.
“Ini adalah inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi mikro melalui koperasi yang terstandarisasi,” jelasnya.
Dalam operasionalnya, koperasi juga bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Kolaborasi ini dilakukan untuk menjaga kualitas bahan pangan sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar, terutama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari sisi kelembagaan, seluruh koperasi di wilayah sasaran disebut telah terbentuk secara resmi. Saat ini, pemerintah daerah mulai masuk ke tahap pembangunan infrastruktur fisik.
“Fokus kami sekarang adalah penyediaan gerai, gudang penyimpanan, serta sarana pendukung lainnya agar operasional koperasi bisa berjalan optimal,” katanya.
Conrad berharap, kehadiran KDKMP mampu menciptakan ekosistem rantai pasok yang mandiri di daerah. Ia menegaskan koperasi harus menjadi pelaku utama dalam perputaran ekonomi, bukan sekadar penonton.
“Koperasi harus menjadi penyedia utama kebutuhan pangan lokal, khususnya dalam menyukseskan program MBG,” tegasnya.
Dengan demikian, perputaran uang diharapkan tetap berada di desa. Program ini juga diharapkan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat agar lebih kuat secara ekonomi, mandiri secara sosial, dan memiliki daya saing.
Penulis : Agustinus Ardi
Editor : Reims Nahal






