Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang

- Editor

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Nenek Jhon Man menjadi contoh nyata bagaimana keberanian mengubah pola pikir dan metode bertani dapat membuka peluang ekonomi yang lebih menjanjikan.

Kisah Nenek Jhon Man menjadi contoh nyata bagaimana keberanian mengubah pola pikir dan metode bertani dapat membuka peluang ekonomi yang lebih menjanjikan.

METRO NTT – Semangat bertani tak pernah surut dari diri Nenek Jhon Man (70), warga Desa Wangkar Weli, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di usianya yang sudah lanjut, ia justru berani mengambil langkah besar dengan menanam ratusan ribu porang di lahan miliknya.

Di atas lahan seluas satu hektar, Nenek Jhon Man kini fokus membudidayakan porang, komoditas yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi. Padahal sebelumnya, ia mengandalkan tanaman cengkeh dan kopi yang setiap tahun mampu menghasilkan belasan juta rupiah.

Baca Juga:  159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

Namun, ia memilih beralih setelah melihat peluang yang lebih menjanjikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ingin ubah cara bertani supaya hidup bisa lebih baik. Porang ini saya yakin bisa bantu ke depan,” ujar Nenek Jhon Man.

Keputusan itu bukan tanpa risiko. Ia bahkan rela menggusur tanaman cengkeh dan kopi yang sudah lama menjadi sumber penghasilannya. Langkah tersebut diambil setelah ia belajar dan mendapat pemahaman tentang budidaya porang, salah satunya dari Agus Adil yang dikenal sebagai penggerak porang di NTT.

Baca Juga:  Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama

“Saya belajar dari orang yang sudah tahu porang. Dari situ saya mulai yakin dan berani tanam,” katanya.

Kini, ratusan ribu tanaman porang telah tumbuh di lahannya. Meski hasil panen baru diperkirakan pada tahun 2028, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus merawat tanaman tersebut.

“Saya tidak pikir cepat atau lambat panen, yang penting saya fokus kerja dulu. Ini untuk masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, porang bukan sekadar tanaman biasa, tetapi menjadi harapan baru untuk meningkatkan taraf hidup. Ia juga berharap langkahnya bisa diikuti oleh petani lain di desanya.

Baca Juga:  Peluang Bisnis Properti untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Labuan Bajo

“Kalau kita mau berubah, kita harus berani coba hal baru. Saya harap orang lain juga bisa ikut tanam porang,” katanya.

Kisah Nenek Jhon Man kini menjadi inspirasi di Desa Wangkar Weli. Di usia senja, ia membuktikan bahwa semangat, keberanian, dan kemauan belajar mampu mendorong perubahan, bahkan dari hal sederhana seperti mengelola lahan pertanian.

Penulis : Agustinus Ardi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama
Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor
Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT
159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya
Hans Rumat Kritik Arah Bisnis Bank NTT: Jangan Hanya Andalkan Kredit Konsumtif
Kisah Kopi Keliling hingga Tempe Omzet Rp8 Juta! Program Wirausaha Muda KOPKARDIOS Jadi Sorotan Jelang RAT
Peluang Bisnis Properti untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Labuan Bajo
Pemkab Manggarai Barat Gaspol Percepatan Investasi di Labuan Bajo, Bupati Endi: Tak Ada Lagi Perizinan Berbelit

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:36

Rupiah Kembali Menguat, Aliran Modal Asing dan Kenaikan BI Rate Jadi Faktor Utama

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:44

Nasabah Diduga Dijerat Bunga Mencekik dalam Restrukturisasi Kredit BRI Unit Tangge, Lembor

Minggu, 26 April 2026 - 02:25

Rapat Penutupan Anggota Tahunan XV KSP Tanaoba Lais Manekat, Gubernur NTT: Koprasi Kebutuhan Dasar Ekonomi NTT

Kamis, 2 April 2026 - 01:55

Kisah Nenek Jhon Man di Manggarai Timur, Rela Tebang Cengkeh dan Kopi Demi Tanam Ratusan Ribu Porang

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:13

159 Desa dan 17 Kelurahan di Manggarai Timur Terlibat Koperasi Merah Putih, Ini Perannya

Berita Terbaru