METRO NTT – Suasana berbeda tampak di Desa Golo Watu, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Selasa (2/6/2026). Ratusan warga, keluarga besar, tokoh adat, dan para pendukung terlihat mengiringi langkah Gabriel Kas menuju lokasi pendaftaran bakal calon kepala desa.
Tidak menggunakan iring-iringan kendaraan mewah atau pertunjukan yang berlebihan, Gabriel Kas memilih berjalan kaki bersama masyarakat menuju sekretariat panitia pemilihan kepala desa. Langkah sederhana itu menjadi simbol kedekatan dirinya dengan warga yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya di Desa Golo Watu.
Kehadiran Gabriel Kas di lokasi pendaftaran sekaligus menjawab berbagai isu yang selama beberapa waktu terakhir beredar di tengah masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Golo Watu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan panitia, pendukung, tokoh masyarakat, Gabriel Kas tampil tenang namun tegas. Ia menyampaikan bahwa dirinya tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai tudingan, fitnah, maupun isu liar yang beredar selama proses menuju pencalonan.
Menurutnya, kebenaran tidak ditentukan oleh isu yang berkembang di media sosial atau percakapan-percakapan politik di tingkat akar rumput, melainkan oleh fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kebenaran itu ditentukan oleh fakta dan data. Hari ini saya hadir dan mendaftar secara resmi sebagai bakal calon kepala desa. Itu menjadi bukti bahwa berbagai isu yang selama ini dimainkan tidak memiliki dasar yang kuat,” tegas Gabriel Kas.
Diantar Keluarga Besar dan Tokoh Adat
Pemandangan menarik terlihat saat proses pendaftaran berlangsung. Gabriel Kas tidak datang seorang diri. Ia didampingi keluarga besar, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pendukung yang datang dari berbagai wilayah di Desa Golo Watu.
Beberapa tokoh adat dan tua golo yang hadir mengantar proses pendaftaran tersebut di antaranya Sebas Sanggung, Vinsen Kaput, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran para tokoh adat itu dinilai memiliki makna tersendiri di tengah dinamika politik desa yang mulai memanas menjelang Pilkades.
Selama beberapa pekan terakhir, muncul berbagai klaim bahwa dukungan Tokoh adat dan Pa’ang Olo-Ngaung Musi telah mengarah kepada kandidat tertentu. Bahkan berkembang isu bahwa Gabriel Kas tidak lagi mendapatkan dukungan dari kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini dianggap memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial budaya Desa Golo Watu.
Namun pemandangan saat pendaftaran justru memperlihatkan hal yang berbeda.
Para tokoh adat dan keluarga besar tampak berjalan bersama mengantar Gabriel Kas menuju lokasi pendaftaran.
Bagi Gabriel Kas, kehadiran mereka menjadi jawaban langsung terhadap berbagai narasi yang selama ini dibangun oleh pihak-pihak tertentu.
Menurutnya, dukungan yang datang secara terbuka dari masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat mampu menilai sendiri siapa figur yang layak dipercaya memimpin desa.
“Semua orang bisa membuat klaim. Tetapi masyarakat bisa melihat sendiri siapa yang hadir hari ini dan siapa yang berjalan bersama saya,” ujarnya.
Menurutnya, tidak tepat jika ada pihak yang mengatasnamakan seluruh unsur masyarakat hanya untuk kepentingan politik praktis.
Ia menilai masyarakat Golo Watu adalah masyarakat yang cerdas dan memiliki kebebasan menentukan pilihan politiknya masing-masing.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses demokrasi yang sedang berlangsung.
“Jangan memaksakan seolah-olah seluruh masyarakat sudah mendukung satu pihak. Biarkan masyarakat menentukan pilihan sesuai hati nurani mereka,” katanya.
Gabriel menegaskan bahwa demokrasi desa harus dibangun di atas prinsip persaudaraan, keterbukaan, dan penghormatan terhadap hak setiap warga.
Menurutnya, Pilkades bukan ajang untuk memecah belah masyarakat, melainkan momentum mencari pemimpin terbaik yang mampu membawa perubahan bagi desa.
Didampingi Kakak Kandung
Momen emosional juga terlihat saat Gabriel Kas didampingi oleh kakak kandungnya, Melkior Gumar.
Kehadiran Melkior menjadi perhatian banyak warga yang hadir karena menunjukkan soliditas keluarga besar dalam mendukung pencalonan Gabriel Kas.
Bagi Gabriel, dukungan keluarga merupakan sumber kekuatan moral yang sangat penting dalam menghadapi dinamika politik yang berkembang.
Ia mengaku bersyukur karena keluarga besar tetap memberikan dukungan dan doa sehingga dirinya dapat melalui berbagai tantangan selama proses pencalonan.
“Dukungan keluarga adalah kekuatan yang sangat besar bagi saya,” ujarnya.
Tegaskan Bersih dari Temuan
Selain menjawab berbagai isu politik, Gabriel Kas juga menyinggung sejumlah informasi yang beredar terkait dirinya.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tidak memiliki masalah hukum maupun temuan yang menghambat proses pencalonan.
Menurut Gabriel, berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya selama ini tidak pernah dibuktikan secara resmi oleh lembaga yang berwenang.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Sampai hari ini saya masih bebas dari segala temuan. Kalau memang ada, tentu sudah ada proses dan keputusan yang jelas,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa dirinya tetap memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh tahapan Pilkades.
Soroti Isu Ijazah dan Seleksi Tambahan
Salah satu isu yang cukup ramai diperbincangkan menjelang Pilkades Golo Watu adalah terkait persyaratan pendidikan dan kemungkinan adanya seleksi tambahan apabila jumlah calon kepala desa melebihi batas yang ditentukan.
Menanggapi hal tersebut, Gabriel Kas menjelaskan bahwa aturan mengenai seleksi tambahan telah diatur secara jelas dalam Peraturan Bupati.
Menurutnya, apabila jumlah bakal calon melebihi lima orang, maka akan dilakukan mekanisme seleksi berdasarkan akumulasi nilai sebagaimana diatur dalam regulasi yang berlaku.
Gabriel menilai banyak informasi yang berkembang di masyarakat tidak disampaikan secara utuh sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Ia menegaskan bahwa semua bakal calon memiliki hak yang sama sepanjang memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kami bekerja berdasarkan aturan dan dokumen resmi. Semua yang kami miliki ada dasar hukumnya,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang terus memainkan isu pendidikan untuk menyerang lawan politik.
Menurutnya, kompetisi Pilkades seharusnya lebih fokus pada gagasan, program, dan kemampuan memimpin daripada saling menyerang persoalan pribadi.
“Kami sebenarnya tidak pernah memulai pembicaraan soal pendidikan. Tetapi karena ada pihak yang mengangkat isu itu terlebih dahulu, maka kami harus menjelaskan fakta yang sebenarnya,” ujarnya.
Fokus pada Masa Depan Desa
Di tengah berbagai dinamika politik yang berkembang, Gabriel Kas memilih lebih banyak berbicara mengenai masa depan Desa Golo Watu.
Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Ia menilai tantangan pembangunan desa ke depan akan semakin kompleks, terutama karena dana transfer dari pemerintah pusat diperkirakan tidak akan terus meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Karena itu, desa harus mulai mempersiapkan diri menjadi desa yang mandiri secara ekonomi.
“Ke depan kita tidak bisa hanya bergantung pada dana desa. Kita harus memikirkan sumber-sumber ekonomi baru agar desa bisa berkembang secara mandiri,” katanya.
Visi Desa Mandiri dan Sejahtera
Gabriel Kas menawarkan visi besar untuk menjadikan Desa Golo Watu sebagai desa mandiri, produktif, berdaya saing, dan sejahtera.
Visi tersebut lahir dari pengamatannya terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, lapangan kerja, pendidikan, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, pembangunan desa harus dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Tidak cukup hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga harus membangun kualitas manusia yang menjadi penggerak utama pembangunan.
“Desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki jalan bagus, tetapi juga memiliki masyarakat yang produktif, kreatif, dan sejahtera,” ujarnya.
Program Pertanian Modern
Sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, Gabriel Kas menempatkan pertanian sebagai prioritas utama pembangunan.
Ia berencana mendorong program pertanian modern yang fokus pada peningkatan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani.
•Program tersebut antara lain meliputi:
•Penyediaan benih unggul.
•Kemudahan akses pupuk.
•Pelatihan teknik budidaya modern.
•Pendampingan kelompok tani.
Menurutnya, petani harus memperoleh keuntungan yang lebih besar dari hasil kerja mereka.
Karena itu, pemerintah desa harus hadir membantu petani mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Program Pemuda Berdaya
Gabriel Kas juga menaruh perhatian besar terhadap generasi muda.
Menurutnya, banyak pemuda desa memiliki potensi luar biasa tetapi belum memperoleh ruang yang cukup untuk berkembang.
Karena itu, ia berencana membentuk program pembinaan pemuda berbakat melalui berbagai kegiatan produktif.
Program tersebut meliputi:
•Pelatihan kewirausahaan.
•Pelatihan keterampilan kerja.
•Pembinaan olahraga.
•Pengembangan seni budaya.
•Literasi digital.
•Pelatihan teknologi pertanian.
“Pemuda harus menjadi pelaku pembangunan, bukan hanya penonton,” katanya.
Pelayanan Publik yang Cepat
Gabriel Kas juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.
Ia ingin memastikan setiap warga memperoleh pelayanan yang cepat, transparan, dan bebas diskriminasi.
Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain:
•Digitalisasi administrasi desa.
•Transparansi penggunaan dana desa.
•Publikasi program dan anggaran.
•Pelayanan administrasi satu pintu.
•Peningkatan kapasitas perangkat desa.
•Kesehatan dan Perlindungan Sosial
Di bidang kesehatan, Gabriel Kas berencana memperkuat layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Program yang akan didorong meliputi:
•Revitalisasi Posyandu.
•Program gizi bagi balita.
•Pencegahan stunting.
•Dukungan bagi lansia.
•Peningkatan sanitasi lingkungan.
Menurutnya, pembangunan tidak akan berhasil jika kualitas kesehatan masyarakat masih rendah.
Bangun Jaringan dengan Pemerintah
Salah satu poin penting yang ditekankan Gabriel Kas adalah pentingnya membangun jaringan dengan pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.
Menurutnya, seorang kepala desa harus memiliki kemampuan komunikasi dan jejaring yang kuat agar dapat memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Kita harus punya network yang kuat dengan dinas-dinas dan para pemimpin di atas. Dengan begitu program-program pembangunan bisa lebih mudah masuk ke desa,” katanya.
Ia menilai banyak peluang bantuan dan program pemerintah yang belum maksimal dimanfaatkan karena lemahnya komunikasi dan koordinasi.
Ajak Warga Jaga Persatuan
Menjelang tahapan Pilkades yang semakin dinamis, Gabriel Kas mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan persaudaraan.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi.
Namun perbedaan tersebut tidak boleh merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin di tengah masyarakat Golo Watu.
Ia berharap Pilkades menjadi pesta demokrasi yang damai, bermartabat, dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi desa.
“Siapa pun yang terpilih nanti harus menjadi pemimpin seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu. Karena itu mari kita jaga persaudaraan dan persatuan kita,” tutup Gabriel Kas.
Dengan resmi mendaftarnya Gabriel Kas sebagai bakal calon kepala desa, peta politik Pilkades Golo Watu mulai terlihat semakin menarik. Di tengah berbagai isu yang berkembang, Gabriel memilih menjawabnya dengan langkah nyata melalui pendaftaran resmi, dukungan masyarakat yang tampak terbuka, serta paparan visi pembangunan yang menitikberatkan pada kemandirian ekonomi, penguatan sumber daya manusia, dan kesejahteraan masyarakat.
Kini masyarakat Golo Watu akan menanti tahapan berikutnya, sekaligus menilai sejauh mana gagasan dan program yang ditawarkan para kandidat mampu menjawab harapan besar menuju Desa Golo Watu yang mandiri, maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Penulis : Tim Metro NTT
Editor : Redaksi






