METRO NTT – Sebanyak 44 desa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2026. Salah satu desa yang ikut serta adalah Desa Pinggang, Kecamatan Cibal. Dari desa ini, muncul figur muda Gabriel Esong yang menyatakan siap maju dengan membawa gagasan transformasi desa berbasis ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Gabriel mengusung tagline “Integritas Muda Siap Mengabdi” sebagai landasan utama dalam kontestasi Pilkades. Ia menempatkan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai strategi utama dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.
“Optimalisasi BUMDes menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Pinggang punya potensi besar di sektor pertanian, peternakan, hingga kerajinan tenun yang perlu dikelola secara kolektif dan profesional,” kata Gabriel saat ditemui, Jumat (27/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengelolaan potensi desa tidak cukup hanya mengandalkan produksi, tetapi juga harus diperkuat dengan sistem manajemen dan akses pasar yang jelas agar memiliki daya saing lebih luas.
Selain itu, Gabriel juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat secara inklusif. Ia berencana mendorong pembentukan Kelompok Wanita Tenun sebagai salah satu unit usaha unggulan desa.
“Pemberdayaan bukan hanya soal bantuan modal, tetapi bagaimana ada pendampingan berkelanjutan dan kepastian pasar. Produk lokal harus punya nilai tambah agar bisa meningkatkan ekonomi pengrajin dan petani,” ujarnya.
Di sisi lain, Gabriel menekankan pentingnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Latar belakangnya sebagai aktivis, menurut dia, membentuk komitmen kuat terhadap akuntabilitas publik.
“Setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus terbuka. Masyarakat berhak tahu dan mengawasi. Ini penting agar Dana Desa benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada ekonomi, Gabriel juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Ia menilai peningkatan literasi dan kapasitas SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Gabriel Esong lahir di Kampung Pinggang pada 21 Juli 1998. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di wilayah Cibal sebelum melanjutkan studi di Universitas Andi Djemma Palopo.
Selama masa kuliah, ia aktif di berbagai organisasi, di antaranya pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Mahasiswa NTT (PERMAS-NTT) Palopo, Ketua Presidium PMKRI Cabang Palopo, hingga kini terlibat dalam kegiatan gereja sebagai Ketua Dewan Stasi Pinggang.
Menurut Gabriel, pengalaman organisasi menjadi bekal penting dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas.
“Pengabdian sejati adalah kembali ke kampung halaman untuk membangun desa,” ujarnya.
Pilkades 2026 di Desa Pinggang menjadi salah satu momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan ke depan. Kehadiran figur muda seperti Gabriel dinilai membawa warna baru, terutama dalam mendorong kemandirian desa berbasis potensi lokal.
Penulis : Agustinus Ardi
Editor : Reims Nahal






