
METRO NTT – Warga di Kampung Lento, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur atas pembangunan ruas jalan Watu Ci’e–Deno yang selama ini dinantikan masyarakat.
Pembangunan jalan tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Manggarai Timur dengan anggaran sekitar Rp14 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026.
Pantauan di lokasi, sejumlah alat berat berupa excavator terlihat sedang melakukan pekerjaan di ruas jalan tersebut. Proyek rehabilitasi jalan itu dikerjakan oleh CV Odilia sebagai pemenang tender.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Idris Djawa, menjelaskan bahwa nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp14.209.131.000. Pekerjaan dimulai sejak 22 Februari 2026 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
“Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur mengalokasikan anggaran melalui DAK Tahun 2026 untuk rehabilitasi jalan Watu Ci’e–Deno dengan nilai kontrak Rp14,2 miliar,” ujar Idris.
Ia menjelaskan, jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi perkerasan jalan menggunakan Hot Rolled Sheet (HRS) dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). Panjang ruas jalan yang dikerjakan mencapai sekitar 5 kilometer.
Proyek tersebut juga berada di bawah pengawasan konsultan pengawas dari CV Bayu Pratama guna memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Salah seorang warga Kampung Lento, Anus Durhan, mengaku bersyukur atas pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan ruas jalan itu telah lama dinantikan masyarakat karena sebelumnya kondisinya rusak dan menyulitkan aktivitas warga.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur yang sudah menjawab kerinduan masyarakat terkait jalan rusak,” katanya.
Ia menilai langkah pemerintah daerah membangun ruas jalan tersebut merupakan keputusan yang tepat karena jalan itu menjadi akses penghubung sejumlah kampung di Kecamatan Lamba Leda Selatan.
Anus juga berharap masyarakat turut berperan aktif mengawal proses pembangunan agar pekerjaan berjalan dengan baik hingga selesai.
“Jalan ini penting karena menghubungkan beberapa kampung di wilayah kami. Karena itu masyarakat juga harus ikut mengawal agar proyek rehabilitasi jalan ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Penulis : Agustinus Ardi
Editor : Reims Nahal








