Sedih, Panjat Tiang Listrik, Pekerja PLN di NTT Tewas Tersengat Arus Bocor

- Editor

Sabtu, 15 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO NTT — Seorang pekerja jaringan listrik tewas setelah tersengat listrik saat bekerja di atas tiang listrik di RT 01/RW 001, Dusun Dat, Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.

Korban, Yulius Nomleni (22), diketahui tengah melakukan pemasangan perluasan jaringan listrik ketika insiden tragis tersebut terjadi pada Jumat (14/2) sekitar pukul 10.00 WITA.

Menurut keterangan saksi, korban saat itu tengah memanjat tiang listrik setinggi 8 meter untuk menyambungkan arus listrik dari Desa Wogalirit menuju Desa Waihawa.

Diduga, kabel yang dipegang korban mengalami kebocoran arus, sehingga mengakibatkan korban tersengat listrik dan tak sadarkan diri di atas tiang selama sekitar 30 menit.

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi segera berupaya menurunkannya dan membawanya ke Puskesmas Habibola untuk mendapatkan pertolongan. Namun, setelah diperiksa oleh tenaga medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Bola, IPTU Muhammadong, langsung memerintahkan Kanit 2 SPKT Polsek Bola, Aipda Yakobus Yencimus Buko, beserta tim untuk mendatangi lokasi kejadian dan melakukan investigasi awal.

Petugas juga mendokumentasikan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti berupa sabuk pengaman korban yang masih tergantung di tiang listrik.

Baca Juga:  Warga Kampung Maluk, Desa Gara Keluhkan Sulitnya Air Minum Bersih ke Cabup Maksi Ngkeros

Jenazah korban kemudian dipindahkan dari Puskesmas Habibola ke RSUD TC Hillers Maumere untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi yang turut bekerja bersama korban.

Korban diketahui bernama Yulius Nomleni, pria berusia 22 tahun asal Desa Boti, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Selain korban, polisi juga mengidentifikasi enam saksi, yaitu Napunenoliu (18), Yontus Polly (24), Albertus Balamanu (29), Tonci Sabat (31), serta Oktovianus Nenometa (26) yang juga menjadi penanggung jawab keluarga korban.

Diketahui bahwa korban dan para saksi telah bekerja di proyek tersebut selama 10 hari sejak 6 Februari 2025. Mereka merupakan pekerja dari PT. Te’on Jaya, sebuah perusahaan yang berbasis di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Selama bekerja, mereka tinggal di rumah milik seorang warga bernama Agustinus Werong di Dusun Dat.

Baca Juga:  Warga Pesisir Pantai di Flores Geger dengan Penemuan Tengkorak Manusia

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk mengevaluasi standar keselamatan kerja yang diterapkan oleh pihak perusahaan.

Insiden ini menjadi pengingat penting akan keselamatan kerja, terutama dalam pekerjaan yang berisiko tinggi seperti pemasangan jaringan listrik.

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru