METRO NTT — Mata dan penciuman para penumpang dan pengguna jalan terganggu saat menyaksikan tumpukan sampah yang membusuk di tepi jalan menuju pelabuhan Pelindo serta berdampak mengotori laut disaat terbawa banjir, diduga bersumber dari Hotel Mawatu yang di buang dibuang pada saat situasi jalan sepi persis di gorong-gorong yang terletak di Menjerite, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat
Sampah yang menumpuk ini berupa kemasan makanan, botol dan gelas plastik serta pembalut dan Pampers yang dibuang ditepi jalan maupun di kolong gorong-gorong yang mengganggu pandangan masyarakat dan dapat mengotori laut pada saat terbawa banjir karena letaknya tidak jauh dari tepi laut.
Selain sampah terlihat pula tumpukan tanah bercampur akar pohon dan bahan bekas bangunan milik warga yang tidak diketahui asal usulnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sampah lain juga terlihat menumpuk di kolong deker dalam kondisi terbungkus dan sudah lama dibuang dan menumpuk di situ. Ada juga sampah yang sudah dibakar dan hanya tersisa puing-puing bekas bakaran.
Salah seorang pemungut sampah yang sedang mengumpulkan botol plastik di tepi jalan itu mengatakan bahwa sampah itu bersumber dari Mawatu namun awak media ini belum mengetahui pasti kebenaran dari informasi itu.
Ia mengatakan bahwa sampah itu bersumber dari Mawatu saat melihat sebuah mobil carry datang dari arah Los Baba dan berhenti di tempat itu untuk menurunkan sampah.
“itu sampah dari Mawatu pak, saya dapatkan tadi mereka turunkan sampah menggunakan mobil carry L300 warna hitam. Terkadang mereka buang sampah pada saat jalan lagi sepi,” ungkap warga mengaku asal Sulawesi itu saat diwawancarai wartawan pada Senin (8/12/2025)
Ia juga menambahkan bahwa sampah itu milik Mawatu setelah melihat sebuah kemasan yang diketahuinya sering digunakan oleh Mawatu untuk mengisi makanan ringan.
“Gelas ini sering saya lihat di Mawatu. mereka gunakan untuk mengisi jagung bunga untuk diberikan kepada tamu di situ,” tuturnya sembari menunjukan kepada model gelas yang dimaksud.
Dalam rangka mengetahui kepemilikan sampah itu yang sebenarnya awak media ini masih berusaha untuk menemui pihak Mawatu yang diduga sebagai sumber keberadaan sampah tersebut.
Awak media ini juga akan mengkonfirmasi Dinas Lingkungan hidup, Kesehatan dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat terkait keberadaan sampah yang mengganggu lingkungan dan akan mengotori laut.






