
METRO NTT — Harapan dan kebahagiaan dari salah seorang korban pupus setelah rumah miliknya terbakar bersamaan dengan uang modal usaha bernilai puluhan juta rupiah dan perabot lainnya hanya menyisahkan puing-puing gosong dalam peristiwa yang terjadi di belakang Pasar Wae Kesambi, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat 5/12/2025 sekitar pkl. 13.30 Wita.
Hal ini diungkapkan oleh Aleksius Bon (57) seorang pedagang yang berasal dari kecamatan Masang pacar, Desa Compang Dusun Dangka kepada MTRO NTT Selasa (17/12/2025) sore
Korban yang kerap disapa Aleks itu mengungkapkan total kerugian yang dialaminya pasca terbakarnya rumah miliknya dan sejumlah unit rumah milik para pedagang di Pasar Wae kesambi dengan tingkat kerugian yang variatif untuk masing-masing pemilik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Uang puluhan juta Rupiah yang merupakan modal usahanya ludes termakan si jago merah akhirnya hanya tinggal puing-puing yang ditatapnya dengan wajah sedih dan linangan air mata.
Saat ditanyai soal besaran kerugian yang dialaminya ia pun hanya menjawab dengan nada lembut penuh pasrah mengatakan bahwa uang 50 juta Rupiah dan uang arisan dari anaknya ludes dalam bencana itu.
“Saya mengalami kerugian yang luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana kerugian yang dialami oleh orang lain. Saya punya uang yang terbakar berjumlah Rp. 50.000.000, Kopi dua karung dengan nilai uang Rp. 5000.000, Kulkas satu buah, Handphone satu buah dan semua pakayan termasuk milik anak saya yang sekolah di SMIP. Trus uang arisan anak saya Rp.20.000.000 belum diserahkan kepada orang yang kena tiba-tiba terjadi musibah,” tutur pedagang itu saat ditemui wartawan.
Dalam ketidakberdayaan ini ia hanya bisa melimpahkan kepercayaan kepada keluarganya untuk melaporkan kerugian yang dialaminya pasca kejadian itu.
“Ada keluarga saya kemarin yang laporkan kejadian itu kepada pemerintah. Waktu kejadian itu saya tidak ada di sini. Bagaimana urusan selanjutnya keluarga saya dengan pemerintah terkait kejadian itu saya tidak tahu karena begitu rumah saya terbakar pada hari minggu saya langsung ke kampung. Hari Senin tanggal 7/12 mereka datang survei lalu bertemu dengan keluarga saya yang sudah dipercayakan untuk memyampaiakan kejadia yang saya alami ini kepada Pemerintah. Saya tidak tahu lagi bagaimana urusan selanjutnya dengan pihak Pemerintah,” pungkas Aleks dengan wajah terlihat sedih.
“Rumah yang terbakar kemarin berukuran 6×7 dan anggota keluarga yang tinggal di dalamnya berjumlah 7 orang. Saya tinggal di rumah itu sejak tahun 2018 dan tugas saya sehari-hari jual di pasar,” tambahnya.
Meskipun Aleks tidak menyebutkan secara jelas penyebab kejadian itu namun ia mengatakan bahwa api itu diketahuinya bersumber dari pemilik yang berasal dari Makasar.
“Api itu awalnya bersumber dari rumahnya orang. Dia berasal dari Makasar, sering kami panggil Daeng. Soal penyebab terjadinya kebakaran itu saya tidak tahu. tetapi menurut kata orang terjadi karena koslet. Rumah yang terbakar kemarin berjumlah 12 buah, semua pemilik rumah itu adalah pedagang di pasar. Sedangkan kerugian yang dialami oleh teman lain yang saya tahu yaitu 1 unit mobil dan tiga unit motor juga sejumlah kulkas dari pedagang es batu,” terang Aleks.
Menghadapi situasi itu, Aleks tidak bisa lagi berbuat apa-apa dan dia pun hanya bisa berterimakasih bila mendapat respon dari Pemerintah Daerah Manggarai Barat melalui Dinas terkait.
“Saya berharap kalau memang pemerintah perihatin untuk kami masyarakat yang korban ya tidak lain hanya mengucapkan terimakasih banyak. Kami sangat berterimakasih kalau ada sumbangan dari Pemerintah. Kami sekeluarga sangat sedih sekali dengan adanya kejadian ini karena hilang mata pencaharian dan tempat perlindungan juga,” ucapnya penuh harap.
Dalam rangka mengetahui tanggapan darurat dari pemerintah atas upaya korban pasca kejadian ini, awak media berusaha mengkonfirmasi Kepala Dinas Sosial melalui pesan whatsap pada Selasa 16/12/2025
Pesan tersebut sudah tersampaikan dan sudah terbaca namun hingga berita ini diturunkan, pihaknya belum merespon konfirmasi awak media.
Penulis : Fendy
Editor : Redaksi








