
Ruteng – Seorang Mahasiswi UNIKA St. Paulus Ruteng mendapat perlakuan tak menyenangkan dari dosen senior di kampusnya. ILS, dosen yang juga seorang imam katolik melakukan pelecehan seksual pada mahasiswi tersebut melalui aplikasi percakapan daring hingga sentuhan fisik di lingkungan kampus.
Diketahui, ILS masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban, ILS juga yang merekomendasikan korban untuk kuliah di UNIKA St. Paulus Ruteng. Kendati memiliki hubungan keluarga, ILS kerap mengirim pesan bernuansa sensual untuk menggoda korban. Hingga suatu hari ILS memeluk dan memegang area sensitif korban saat korban sedang mencari buku untuk mengerjakan tugas kuliah di ruangan buku milik ILS yang berada di area rumah para dosen imam yang bersebelahan dengan kampus UNIKA St. Paulus Ruteng.
Kasus pelecehan ini sudah dilaporkan korban kepada pihak kampus, namun hingga kini kampus belum mengambil sikap atas kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil liputan kolaborasi konde.co dengan floresa.co, yang dipublikasi pada laman konde.co pada 26 November 2025 mengungkapkan secara detail kronologi hingga bagaimana sikap kampus atas tindakan ILS. (Baca: Konde.co)
UNIKA st. Paulus Ruteng merupakan universitas swasta milik Keuskupan Ruteng yang sebelumnya bernama STKIP St. Paulus Ruteng.
Pengajar di kmpus dengan hampir 8000 mahasiswa tersebut sebagain besar adalah Imam katolik.








