
METRO NTT — Drama panas terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Seorang mahasiswi jurusan Teologi di salah satu kampus ternama mendadak jadi sorotan warganet setelah diduga meneror mantan kekasihnya—yang kini telah menjalin hubungan baru—dengan aksi tak pantas dan mengejutkan.
Kisah ini terungkap lewat curhatan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri sah dari seorang anggota Brimob di Kupang. Dalam pesannya, ia membeberkan kelakuan sang mahasiswi yang disebut masih belum bisa move on dari mantan kekasihnya, padahal hubungan mereka sudah lama kandas.
Tak tanggung-tanggung, perempuan muda itu diduga mengirim dua video tak senonoh berdurasi masing-masing satu menit ke mantan pacarnya, lengkap dengan isi pesan yang mengandung unsur seksual eksplisit. Bahkan, disebutkan pula ada bukti lain berupa video call dan tangkapan layar yang semakin menguatkan dugaan teror terhadap sang mantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya ini istri sahnya, dan saya tahu betul kelakuan perempuan ini. Dia kirim video c**mek ke suami saya! Jelas saya sakit hati. Tapi saya minta tolong, cukup sampai di sini,” tulis perempuan tersebut dalam pesan yang kini beredar luas.
Menurut informasi tambahan, sang mahasiswi kini tengah menyusun Tugas Akhir (TA) dan semestinya fokus menyelesaikan pendidikannya. Namun, ulahnya yang diduga masih terus mengusik kehidupan orang lain, justru membuat publik geram dan prihatin.
Istri sah anggota Brimob itu menegaskan bahwa dirinya tak berniat menghancurkan masa depan siapa pun. Ia hanya berharap, si mahasiswi segera berhenti dari tindakan tak pantas yang bisa mencoreng nama baik diri sendiri dan menciptakan konflik yang lebih luas.
“Jangan sampai karier Brimob suami saya terganggu hanya karena urusan perempuan seperti ini. Saya tahu batas saya, tapi tolong dia juga tahu batasnya!” lanjut sang istri dengan nada tegas.
Kasus ini langsung jadi bahan perbincangan hangat di media sosial, terlebih setelah akun Instagram @viralntt_ mengunggah tangkapan layar pengakuan sang istri, lengkap dengan potongan gambar yang menunjukkan wajah si mahasiswi yang telah diburamkan.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kampus maupun dari sang mahasiswi. Namun, warganet mendesak agar pihak kampus dan aparat berwenang segera mengambil tindakan, terutama jika ada pelanggaran hukum yang terjadi, seperti pelecehan, penyebaran konten dewasa tanpa izin, atau bentuk teror psikologis terhadap pasangan yang sudah move on.
Drama ini belum berakhir. Apakah akan berlanjut ke jalur hukum? Atau akankah sang mahasiswi akhirnya minta maaf secara terbuka? Publik menanti kelanjutannya.








