
METRO NTT — Tumpukan sampah yang membusuk berminggu-minggu di Pasar Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengganggu aktivitas pedagang dan pembeli. Bau menyengat dan pemandangan tak sedap muncul dari sampah yang menumpuk di tengah area pasar, terutama di sekitar lapak penjual ikan.
Sejumlah pedagang menduga persoalan ini terjadi akibat kelalaian petugas pengangkut sampah. Padahal, para pedagang mengaku rutin membayar retribusi kebersihan setiap bulan.
“Kami selalu bayar retribusi sampah. Petugas hanya lewat, tapi sampah tidak diangkut. Karena itu kami terpaksa buang di depan,” kata sejumlah pedagang kepada wartawan, Rabu, 31 Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluhan serupa disampaikan pemilik Toko Dua Putra yang berhadapan langsung dengan lapak ikan. Ia mengatakan petugas hanya datang memungut uang tanpa menyediakan fasilitas kebersihan yang memadai.
“Petugas rajin pungut uang sampah, tapi sampahnya tidak diangkut. Tong atau kantong sampah juga tidak disediakan, jadi kami pakai kardus besar. Karena lama tidak diangkut, kami buang di depan,” ujar pemilik toko yang enggan disebutkan namanya.
Pedagang ikan di pasar itu juga mengaku kesal. Menurut mereka, petugas kerap menagih retribusi sambil membiarkan tumpukan sampah membusuk di lokasi.
“Baru saja petugas datang tagih uang sampah, tapi cuma lihat tumpukan ini. Kadang kami bakar saja supaya tidak makin busuk dan pembeli tidak jijik,” kata seorang pedagang ikan.
Selain tidak rutin diangkut, waktu pengambilan sampah juga dinilai tidak tepat. Pedagang menyebut seharusnya sampah diangkut pada pagi hari sebelum aktivitas pasar dimulai.
“Kalau diangkut jam enam pagi tidak masalah. Tapi ini sering jam delapan ke atas, saat pedagang dan pembeli sudah ramai. Bau busuk makin terasa dan aktivitas pasar terganggu,” ujar seorang penjual ikan.
Wartawan telah berupaya mengonfirmasi persoalan ini kepada Camat Lembor, Raymundus Majar. Pada Jumat, 2 Januari 2026, sejumlah foto tumpukan sampah dikirimkan melalui pesan WhatsApp disertai pertanyaan terkait penyebab dan penanganannya.
Pesan tersebut telah terbaca. Namun hingga berita ini diturunkan, Camat Lembor tidak memberikan tanggapan apa pun atas keluhan pedagang mengenai sampah yang menumpuk berminggu-minggu di Pasar Lembor.
Penulis : Fendy
Editor : Redaksi








