Kisah Dua Sopir Duel Berdarah Rebut Janda, Tapi Sang Janda Pilih Pergi!

- Editor

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kisah Dua Sopir Duel Berdarah Rebut Janda, Tapi Sang Janda Pilih Pergi!

Kisah Dua Sopir Duel Berdarah Rebut Janda, Tapi Sang Janda Pilih Pergi!

METRO NTT – Cinta bisa membutakan segalanya, bahkan akal sehat. Itulah yang terjadi di Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Dua pria dewasa, masing-masing Solikin alias Topeng (40) dan Mahfud (30), nekat saling bacok dengan celurit demi memperebutkan hati seorang janda berinisial S (42). Namun tragisnya, setelah keduanya bersimbah darah, sang janda justru tak memilih siapa-siapa.

Perkelahian ala laga satu lawan satu ini terjadi pada awal pekan dan sempat membuat geger warga setempat. Pertikaian dua supir truk ini tak hanya membuat mereka terluka, tapi juga menjadi bukti betapa cinta yang tak terbalas bisa berujung petaka.

Baca Juga:  Heboh! Dua Anggota DPRD Kupang Hajar Pejabat Sekretariat Gara-Gara Anggaran Dinas? Ini Kronologinya!

Berbekal senjata tajam jenis celurit, keduanya saling serang di sebuah lokasi yang tak jauh dari rumah sang janda pujaan hati. Warga yang menyaksikan kejadian berdarah itu langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban, menjelaskan bahwa kedua pria tersebut akhirnya sepakat berdamai usai menjalani mediasi bersama aparat. “Keduanya telah menyadari kesalahan mereka dan memilih jalur damai,” ujar Arsal dalam keterangan persnya, Selasa.

Menariknya, sang janda yang menjadi sumber konflik justru memilih menjauh dan tak berpihak pada salah satu dari mereka. “Tak satu pun dari dua pria itu yang dipilih,” imbuh Arsal.

Mengingat kondisi sosial keduanya—masih memiliki anak dan keluarga yang harus dinafkahi—pihak kepolisian memutuskan untuk menghentikan proses hukum. Proses damai ini ditempuh lewat pendekatan Restorative Justice, atau penyelesaian di luar jalur peradilan.

Baca Juga:  Majikan yang Aniaya ART Asal NTT Minta Damai Meski Korban Babak Belur Disiksa

“Keduanya bukan hanya pelaku, tapi juga korban dalam kasus ini. Kami tidak ingin masalah ini merusak masa depan anak-anak mereka. Semoga kejadian ini jadi pelajaran dan tak terulang lagi, khususnya di Lumajang,” tegas Kapolres.

Kejadian ini menyisakan luka fisik dan batin. Namun yang paling menggelitik adalah kenyataan bahwa perjuangan berdarah-darah mereka sia-sia. Janda yang diperebutkan tak tergoda oleh pertarungan heroik mereka.

Apakah cinta benar-benar buta? Di Lumajang, jawabannya mungkin: iya, sampai berdarah-darah pun tak dipilih juga!

Berita Terkait

Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam
Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur
SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum
Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta
ASTAGA! Siswa SMA di Ruteng Sudah Jadi Ayah, Sekolah Masih ‘Menunggu Undangan’
Guru Honorer di Manggarai Barat Ditangkap Usai Curi Motor Pelajar di Ruteng
Sengketa Tanah Ulayat Nyaris Picu Bentrokan, Kapolres Manggarai Datang Langsung, Warga Akhirnya Mundur

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:08

Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit

Rabu, 22 April 2026 - 02:05

Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Rabu, 8 April 2026 - 13:38

Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 03:58

SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum

Kamis, 26 Maret 2026 - 03:36

Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta

Berita Terbaru