
RUTENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai diduga memakai gudang milik keluarga Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit sebagai tempat penyimpanan logistik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November mendatang. Informasi yang beredar, gudang tersebut berlokasi di kawasan Bandar Udara Frans Sales Lega, Kecamatan Langke Rembong.
Pemakaian gudang tersebut oleh KPU menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Ada yang beranggapan bahwa penggunaan gudang tersebut tidak menunjukkan sikap profesional dan netralitas dari KPU. Sebab gudang tersebut diduga milik adik Meldianti Hagur, yang tak lain adalah istri dari Calon Bupati Manggarai incumbent Herybertus Nabit.
Seorang warga yang tinggal di kawasan bandara mengaku memperoleh informasi terkait aktivitas di gudang tersebut. “Informasi dari kompleks saya, saat ini pengadaan logistik pilkada sedang berlangsung dikerjakan sejak hari kemarin,” tulis sumber itu di salah satu WatsApp Grup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bukan tidak mungkin nanti pelipatan kertas suara akan dikerjakan di gudang itu. Apakah menurut Ase Kae (Adik Kakak), layak tidak gudang itu dipakai oleh pihak penyelenggara Pilkada? Dimana pihak penyelenggara tersebut sudah mengetahui pemilik gudang itu adalah keluarga dari paslon 86,” tambahnya. Paslon yang berkode angka 86 merujuk pada Bakal Calon Bupati incumbent Hery Nabit dan Bakal Calon Wakilnya Fabianus Abu.
Isu ini menjadi perhatian publik, mengingat keterkaitan antara logistik pilkada dan netralitas penyelenggara menjadi hal yang sangat krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Manggarai.
Kontroversi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik kepentingan dan pelanggaran dalam pengadaan logistik. Banyak pihak mempertanyakan transparansi dan keabsahan tender gudang yang digunakan, terutama karena melibatkan pihak yang terafiliasi dengan bupati yang sedang berkuasa.
Apa kata KPU?
Komisioner KPU Manggarai, Ryan Kondo, menjelaskan, penentuan gudang logistik telah melalui proses survei yang komprehensif untuk memastikan kelayakan dari segi luas dan keamanan. Ia berkata, gudang tersebut telah digunakan penyelenggara sejak Pemilihan Umum Legislatif lalu.
“Dalam menentukan gudang logistik, kami telah melakukan mekanisme survei untuk memastikan luas dan kelayakan keamanan logistik. Proses ini kami lakukan dalam rangka persiapan pemilu 2024 yang lalu,” ujar Ryan.
Menurutnya, gudang yang terletak di dekat Bandara Frans Sales Lega merupakan satu-satunya fasilitas di Kota Ruteng yang memenuhi syarat dari sisi luas dan kapasitas keamanan. KPU Manggarai pun telah mengontrak gudang tersebut selama dua tahun, termasuk untuk pengelolaan logistik Pilkada 2024.
“Kami sudah menggunakan gudang tersebut selama tahap pengelolaan logistik pemilu 2024. Pengelolaan logistik Pilkada oleh KPU berpijak pada peraturan yang ada dan profesional,” tegas Ryan.
Terkait spekulasi kepemilikan gudang yang merupakan milik keluarga dekat Bupati incumbent, Ryan tidak menanggapi langsung. Namun, Dia hanya memastikan bahwa pemilihan gudang logistik didasarkan pada kebutuhan teknis dan tidak terkait dengan afiliasi politik.
“KPU Manggarai ingin menegaskan bahwa penyelenggara mempunyai komitmen untuk bekerja secara independen dan transparan dalam mengelola setiap tahap Pilkada 2024,” ujar Ryan. (*)








