KPU Manggarai Diduga Pakai Gudang Milik Keluarga Bupati untuk Logistik, Ada Apa?

- Editor

Kamis, 12 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

RUTENG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai diduga memakai gudang milik keluarga Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit sebagai tempat penyimpanan logistik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November mendatang. Informasi yang beredar, gudang tersebut berlokasi di kawasan Bandar Udara Frans Sales Lega, Kecamatan Langke Rembong.

Pemakaian gudang tersebut oleh KPU menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Ada yang beranggapan bahwa penggunaan gudang tersebut tidak menunjukkan sikap profesional dan netralitas dari KPU. Sebab gudang tersebut diduga milik adik Meldianti Hagur, yang tak lain adalah istri dari Calon Bupati Manggarai incumbent Herybertus Nabit.

Seorang warga yang tinggal di kawasan bandara mengaku memperoleh informasi terkait aktivitas di gudang tersebut. “Informasi dari kompleks saya, saat ini pengadaan logistik pilkada sedang berlangsung dikerjakan sejak hari kemarin,” tulis sumber itu di salah satu WatsApp Grup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan tidak mungkin nanti pelipatan kertas suara akan dikerjakan di gudang itu. Apakah menurut Ase Kae (Adik Kakak), layak tidak gudang itu dipakai oleh pihak penyelenggara Pilkada? Dimana pihak penyelenggara tersebut sudah mengetahui pemilik gudang itu adalah keluarga dari paslon 86,” tambahnya. Paslon yang berkode angka 86 merujuk pada Bakal Calon Bupati incumbent Hery Nabit dan Bakal Calon Wakilnya Fabianus Abu.

Isu ini menjadi perhatian publik, mengingat keterkaitan antara logistik pilkada dan netralitas penyelenggara menjadi hal yang sangat krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Manggarai.

Baca Juga:  Parkir Pelabuhan Waterfront Labuan Bajo: Aset Negara Dikelola Swasta, Daerah Tak Kebagian Sepeser Pun

Kontroversi ini memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik kepentingan dan pelanggaran dalam pengadaan logistik. Banyak pihak mempertanyakan transparansi dan keabsahan tender gudang yang digunakan, terutama karena melibatkan pihak yang terafiliasi dengan bupati yang sedang berkuasa.

Apa kata KPU?

Komisioner KPU Manggarai, Ryan Kondo, menjelaskan, penentuan gudang logistik telah melalui proses survei yang komprehensif untuk memastikan kelayakan dari segi luas dan keamanan. Ia berkata, gudang tersebut telah digunakan penyelenggara sejak Pemilihan Umum Legislatif lalu.

“Dalam menentukan gudang logistik, kami telah melakukan mekanisme survei untuk memastikan luas dan kelayakan keamanan logistik. Proses ini kami lakukan dalam rangka persiapan pemilu 2024 yang lalu,” ujar Ryan.

Menurutnya, gudang yang terletak di dekat Bandara Frans Sales Lega merupakan satu-satunya fasilitas di Kota Ruteng yang memenuhi syarat dari sisi luas dan kapasitas keamanan. KPU Manggarai pun telah mengontrak gudang tersebut selama dua tahun, termasuk untuk pengelolaan logistik Pilkada 2024.

Baca Juga:  Geger Dunia Arab: Rekaman Misterius Ungkap Pangeran Kuwait Masuk Kristen?

“Kami sudah menggunakan gudang tersebut selama tahap pengelolaan logistik pemilu 2024. Pengelolaan logistik Pilkada oleh KPU berpijak pada peraturan yang ada dan profesional,” tegas Ryan.

Terkait spekulasi kepemilikan gudang yang merupakan milik keluarga dekat Bupati incumbent, Ryan tidak menanggapi langsung. Namun, Dia hanya memastikan bahwa pemilihan gudang logistik didasarkan pada kebutuhan teknis dan tidak terkait dengan afiliasi politik.

“KPU Manggarai ingin menegaskan bahwa penyelenggara mempunyai komitmen untuk bekerja secara independen dan transparan dalam mengelola setiap tahap Pilkada 2024,” ujar Ryan. (*)

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru