METRO NTT — Suasana halaman Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Jumat (5/12/2025), berubah khidmat ketika Sanggar Potang Iring membawakan tiga ritus adat Manggarai sebagai bentuk penghormatan kepada tamu peserta Konferensi Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) ke-IV.
Acara nasional yang mengusung tema “Tata Kelola Penyelenggaraan Negara: Konstitusionalisme Digital, Penataan Pemilu hingga Pengelolaan Investasi Negara” itu turut dihadiri Ketua Mahkamah Agung, Ketua Mahkamah Konstitusi, serta Wakil Gubernur NTT.
Dalam upacara penyambutan, Sanggar Potang Iring dipercaya tampil sebagai pembawa ritus adat utama. Tiga ritus tersebut yakni Adak Curu, Adak Reis, dan Adak Kapu Agu Naka. Upacara dipimpin langsung oleh pendiri sanggar, Ricky Morgan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketiga ritus ini merupakan ungkapan syukur dan penghormatan atas kehadiran para tamu penting dalam sebuah acara resmi di Manggarai,” kata Ricky usai tampil.
Ritus berlangsung dengan simbol ayam jantan berbulu putih (Manuk Bakok) dan tuak putih yang disimpan dalam kendi tradisional atau bongko. Menurut Ricky, keduanya memiliki makna filosofi yang kuat dalam tradisi leluhur Manggarai.
“Ayam dan tuak adalah simbol sukacita, penghormatan, dan kemurnian hati orang Manggarai dalam menyambut tamu,” ujarnya.
Selain ritus adat, tamu undangan juga disambut tarian tradisional yang dibawakan siswi-siswi dari SMAK Loyola, SMKN 1 Labuan Bajo, dan SMPN 1 Komodo, diiringi alunan musik khas Rote Ndao.
Salah satu penari, Elisabeth Novelsha Putri dari SMKN 1 Komodo mengaku terharu bisa tampil di hadapan tokoh-tokoh nasional.
“Saya bangga bisa terlibat. Ini bukan pertama kali, tapi tampil di momen seperti ini terasa berbeda,” kata siswi berusia 16 tahun itu.
Senada dengan itu, Viani Yohana Maria—pelajar SMPN 1 Komodo—mengungkapkan rasa syukur karena kembali dipercaya tampil.
“Orang tua saya selalu mendukung. Saya berharap bisa terus menari di acara besar seperti ini,” ujar Viani.
Sepanjang prosesi penyambutan, para tamu terlihat menikmati rangkaian acara. Beberapa di antaranya tampak mengabadikan momen menggunakan ponsel.
Konferensi nasional APHTN-HAN ini menjadi salah satu agenda bergengsi yang digelar di kawasan super premium Labuan Bajo, dan penyambutan adat tersebut dinilai menjadi wajah representatif kehormatan budaya Manggarai kepada para tamu negara.
Penulis : Fendi Ruem
Editor : Redaksi






