METRO NTT — Polemik dalam tubuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Manggarai Barat kian memanas setelah sejumlah kader menuding Ketua DPD PSI, Carles Angliwarman, melakukan perombakan struktur partai secara sepihak. Namun respons Carles ketika dikonfirmasi justru menambah tanda tanya: ia memilih mengirim sebuah video lagu dangdut Roma Irama berjudul Kegagalan Cinta ketimbang memberikan jawaban tertulis.
Perombakan struktur organisasi itu pertama kali terungkap dalam kunjungan koordinasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ke Sekretariat PSI Manggarai Barat pada Senin, 1 Desember 2025. Dalam pertemuan itu, Carles memperkenalkan susunan pengurus baru yang berbeda dari Struktur sebelumnya yang masih tercatat dalam Surat Keputusan DPP dan DPW PSI NTT Nomor 029/A/DPW-XIX/VI/2025, tertanggal 18 Juni 2025.
Sejumlah kader mengaku baru mengetahui perubahan itu setelah pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya menilai keputusan ini sangat tidak demokratis. Nama kami hilang begitu saja dari struktur. Tidak ada rapat, tidak ada evaluasi, tidak ada pemberitahuan,” kata Ricky Morgan, salah satu kader PSI Manggarai Barat, Senin, 2 Desember 2025.
Ricky menuding keputusan Carles sarat kepentingan dan jauh dari semangat demokrasi yang selama ini dikampanyekan PSI. Ia menyebut gaya kepemimpinan Carles “otoriter” dan tertutup.
“Ini partai politik, bukan usaha keluarga. Ketua tidak bisa main coret begitu saja hanya karena merasa berkuasa,” ujarnya.
Menurut Ricky, selama memimpin, Carles jarang menggelar rapat internal dan pengambilan keputusan dilakukan tanpa melibatkan sebagian besar pengurus.
Kirim Video Dangdut
Awak media mencoba meminta klarifikasi kepada Carles melalui pesan WhatsApp pada Senin malam, 1 Desember 2025 pukul 21.10 WITA. Pesan tersebut terbaca, namun tak direspons.
Baru keesokan harinya pada pukul 11.53 WITA, Carles mengirim sebuah tautan video YouTube berjudul “Kegagalan Cinta – Rhoma Irama” tanpa penjelasan apa pun. Beberapa menit setelah itu, ia menelepon wartawan, tetapi panggilan tersebut tidak sempat diangkat.
Hingga berita ini diturunkan, Carles belum memberikan jawaban resmi mengenai alasan perubahan struktur ataupun maksud kiriman video tersebut.
Ancaman Mundur Massal
Sejumlah kader mengatakan akan melayangkan surat keberatan kepada DPW PSI Nusa Tenggara Timur hingga DPP PSI di Jakarta untuk meminta evaluasi atas kepemimpinan Carles.
Apabila tidak ada penjelasan dan penyelesaian, mereka membuka kemungkinan mundur massal baik dari struktur maupun keanggotaan partai.
“PSI hadir membawa semangat politik modern dan demokratis. Tapi kalau begini, apa bedanya dengan partai lama yang penuh intrik?” ujar Ricky.
Konflik internal ini muncul di saat PSI tengah berupaya memperbesar basis dukungan di Manggarai Barat menjelang agenda politik nasional berikutnya. Tanpa penyelesaian cepat, konsolidasi internal PSI di daerah ini berpotensi terhambat sebelum masuk arena kompetisi elektoral. **
Penulis : Fendi Ruem
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Metro NTT






