Skandal SP3 Benih Bawang: Nama Hery Nabit Disorot

- Editor

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hery Nabit dan Jejak Dana Gelap Penghentian Penyidikan Kasus Benih Bawang di Manggarai

Hery Nabit dan Jejak Dana Gelap Penghentian Penyidikan Kasus Benih Bawang di Manggarai

METRO NTT — Komisi Kejaksaan Republik Indonesia menyatakan akan meminta keterangan terkait dugaan suap dalam proses penghentian penyidikan pengadaan benih bawang di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sorotan publik dalam kasus ini mengarah kuat kepada Bupati Manggarai dua periode dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Herybertus Gerardus Laju Nabit, yang namanya disebut dalam rekaman percakapan mengenai aliran dana ke pihak kejaksaan.

Dilansir dari Viva NTT, dugaan suap tersebut bermula dari rekaman pembicaraan antara mantan staf pengadaan Gregorius Abdimun dan kontraktor pengadaan benih, Herman Ngana. Dalam rekaman, Herman menyatakan bahwa dirinya menyerahkan uang untuk mempercepat terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Herman menyebut bahwa ia dan Bupati Hery Nabit masing-masing memberikan sekitar Rp100 juta, sementara Kepala Bapperida Manggarai, Livinus Vitalis Livens Turuk, disebut menyumbang Rp35 juta. Penyerahan uang itu diklaim berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai melalui perantara Kepala Seksi Pidana Khusus saat itu, Leonardo Da Silva, dan disebut atas arahan Kajari Manggarai ketika itu, Fauzi, yang kini bertugas di Kejari Mojokerto.

Baca Juga:  Kisah Pembantu Rumah Tangga Curi Uang Bos Rp800 Juta Lalu Hadiahkan Mobil Untuk Brondong Kesayangan

Komisi Kejaksaan melalui anggotanya, Nurokhman, menyatakan lembaganya akan meminta klarifikasi terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai kemungkinan sanksi. Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih penanganan perkara karena para pihak yang dituding terkait berasal dari institusi kejaksaan, sehingga rawan konflik kepentingan. ICW juga menilai fungsi Komisi Kejaksaan terbatas karena hanya dapat meneruskan laporan kepada Jaksa Agung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekaman percakapan memuat penjelasan Herman mengenai skema penyerahan uang yang disebut dilakukan pada malam hari saat kantor kejaksaan dalam keadaan sepi. Beberapa nama jaksa lain serta seorang wartawan turut muncul dalam percakapan, yang menurut Herman, ikut memanfaatkan situasi. Herman mengaku tidak melakukan kesalahan dalam pelaksanaan proyek, namun memilih memenuhi permintaan dana untuk menghindari tekanan hukum.

Kasus pengadaan benih bawang varietas Super Philip senilai sekitar Rp1,4 miliar itu sebelumnya dinilai bermasalah karena dugaan ketidaksesuaian spesifikasi, terutama terkait masa dormansi benih. Namun pemeriksaan ahli Kementerian Pertanian menyatakan tidak ditemukan pelanggaran aturan berdasarkan Permentan Nomor 131 Tahun 2013. Dugaan kolusi antara Herman dan istrinya sebagai pengelola perusahaan penyedia juga tidak dapat dibuktikan. Meski pada tahap awal penyidik meyakini kasus sulit dihentikan, Kejari Manggarai kemudian menerbitkan SP3 pada Agustus 2025 dengan alasan kurang bukti.

Bupati Hery Nabit, Livens Turuk, maupun mantan Kajari Fauzi belum memberikan tanggapan resmi atas isu ini. Sementara itu, pihak Kejari Manggarai melalui Kasi Intel Putu Cakra Ari Perwira menyebut tuduhan yang beredar sebagai “serangan balik pihak bermasalah.”

Baca Juga:  Kisah Pegawai Bank dan Oknum Polisi  Digerebek Tanpa Busana di Vila Curup, Suaminya Sendiri yang Menyergap

Herybertus GL Nabit sendiri merupakan politisi PDI Perjuangan yang memimpin Kabupaten Manggarai sejak 2021 setelah sebelumnya memegang berbagai posisi di birokrasi daerah. Ia juga pernah menjadi Direktur Destinasi Pariwisata pada Badan Otorita Labuan Bajo Flores tahun 2019–2020. Figur Hery Nabit selama ini dikenal sebagai kader yang menonjol dalam konsolidasi politik lokal Manggarai, sehingga perkembangan proses klarifikasi dugaan suap ini mendapat perhatian luas di tingkat daerah maupun nasional. ***

Penulis : Tim Metro NTT

Editor : Reims Nahal

Sumber Berita : Viva NTT

Berita Terkait

Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam
Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur
SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum
Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta
ASTAGA! Siswa SMA di Ruteng Sudah Jadi Ayah, Sekolah Masih ‘Menunggu Undangan’
Guru Honorer di Manggarai Barat Ditangkap Usai Curi Motor Pelajar di Ruteng
Sengketa Tanah Ulayat Nyaris Picu Bentrokan, Kapolres Manggarai Datang Langsung, Warga Akhirnya Mundur

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:08

Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit

Rabu, 22 April 2026 - 02:05

Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Rabu, 8 April 2026 - 13:38

Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 03:58

SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum

Kamis, 26 Maret 2026 - 03:36

Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta

Berita Terbaru