Pastor Katolik ini Dibunuh Secara Sadis, Ditemukan oleh Umat di Kompleks Gereja

- Editor

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO NTT— Para uskup Katolik di Myanmar telah menyatakan kesedihan dan keterkejutan yang mendalam atas pembunuhan sadis terhadap seorang imam diosesan, yang merupakan kasus pertama di negara yang dilanda konflik tersebut, dan telah mendesak pihak berwenang untuk membawa para pelakunya ke pengadilan.

“Kami sangat terkejut dan sedih dengan berita ini,” kata Kardinal Charles Maung Bo, ketua Konferensi Waligereja Myanmar (CBCM) dalam pernyataannya pada 16 Februari.

Kardinal Bo mengatakan Gereja Katolik di Myanmar, termasuk Uskup Agung Marco Tin Win, para imam, religius, dan umat di Keuskupan Agung Mandalay, “berduka atas kehilangan Pastor Donald Martin Ye Naing Win.”

Jenazah Pastor Win, 44, ditemukan oleh umat paroki di kompleks Gereja Santa Maria Lourdes di Desa Kan Gyi Taw, Distrik Shwe Bo, wilayah Sagaing, sekitar 320 kilometer utara ibu kota Negara Bagian Naypyidaw itu pada 14 Februari, lapor portal berita Vatikan, lapor Fides pada 15 Februari.

Pastor Win, seorang imam Keuskupan Agung Mandalay, ditikam berkali-kali dan jenazahnya dimutilasi.

Luka tusuk dan kekerasan menunjukkan bahwa para pembunuh menargetkan imam tersebut, kata lembaga Gereja tersebut, mengutip sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Polisi belum mengetahui motif di balik pembunuhan tersebut atau melakukan penangkapan.

Pastor Win adalah imam Katolik Myanmar pertama yang dibunuh selama perang saudara yang berkecamuk di seluruh negara itu, kata Fides.

Baca Juga:  Kembali Terjadi di Manggarai Timur, Seorang Pria Beristri Genjot Siswi hingga Hamil, Korban Diberi Uang 50 Ribu

“Kesalahan yang dilakukan terhadap Pastor Donald Martin Ye Naing Win bukanlah sesuatu yang mudah dilupakan,” kata Kardinal Bo.

Kardinal mendesak pihak berwenang Myanmar untuk “mengambil tindakan yang tepat dan memastikan keadilan ditegakkan, sehingga insiden seperti itu tidak terjadi lagi di masa depan.”

Mengutip kematian Win dan banyak orang tak bersalah lainnya, Kardinal Bo menyerukan diakhirinya kekerasan yang melanda negara tersebut.

“Semoga darah dan pengorbanan orang-orang tak berdosa yang tak terhitung jumlahnya, bersama dengan Pastor Win, menjadi persembahan untuk mengakhiri kekerasan yang terjadi di seluruh negeri,” ujarnya.

Pastor Win lahir pada 11 November 1981, dan ditahbiskan menjadi imam pada 20 Maret.

Baca Juga:  Kisah Pembantu Rumah Tangga Curi Uang Bos Rp800 Juta Lalu Hadiahkan Mobil Untuk Brondong Kesayangan

Rakyat Myanmar telah menanggung dampak perang berkepanjangan antara junta militer dan kelompok pemberontak etnis.

Setelah kudeta pada Februari 2021, yang menggulingkan pemerintahan sipil terpilih Aung San Suu Kyi, junta melancarkan kampanye penindasan berdarah dengan kekerasan terhadap perbedaan pendapat.

Sekitar 2,7 juta orang telah meninggalkan rumah-rumah mereka sejak kudeta, menurut pernyataan PBB tahun 2023.

Diperkirakan sepertiga dari mereka yang mengungsi adalah anak-anak, kata PBB dan menambahkan sekitar setengah dari hampir tiga juta orang telah mengungsi sejak akhir tahun lalu ketika aliansi kelompok etnis bersenjata melancarkan serangan di Negara Bagian Shan utara.

Sumber: Priests murder shocks myanmar catholics

Berita Terkait

SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum
Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta
ASTAGA! Siswa SMA di Ruteng Sudah Jadi Ayah, Sekolah Masih ‘Menunggu Undangan’
Guru Honorer di Manggarai Barat Ditangkap Usai Curi Motor Pelajar di Ruteng
Sengketa Tanah Ulayat Nyaris Picu Bentrokan, Kapolres Manggarai Datang Langsung, Warga Akhirnya Mundur
Mahasiswa di Ruteng Todong Pisau Demi Rokok, Tim Jatanras Polres Manggarai Ringkus Pelaku
Penggeledahan Rumah Tersangka di Tanjung Boleng, Istri Tolak Tanda Tangan Berita Acara, Kades Soroti Perbedaan Alamat
Kekerasan Seksual terhadap Anak di Belu, Apa Saja Hak-Hak Korban? Berikut Ulasannya

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 03:58

SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum

Kamis, 26 Maret 2026 - 03:36

Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:48

ASTAGA! Siswa SMA di Ruteng Sudah Jadi Ayah, Sekolah Masih ‘Menunggu Undangan’

Senin, 16 Maret 2026 - 09:54

Guru Honorer di Manggarai Barat Ditangkap Usai Curi Motor Pelajar di Ruteng

Senin, 16 Maret 2026 - 09:48

Sengketa Tanah Ulayat Nyaris Picu Bentrokan, Kapolres Manggarai Datang Langsung, Warga Akhirnya Mundur

Berita Terbaru