Cemburu Tak Diajak Tambah Nasi, Seorang Istri di NTT Babak Belur Dihajar Suami

- Editor

Selasa, 25 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO NTT — Perempuan di RT 08, Dusun 4 Bak’ulun, Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nofi Alais, dihajar suaminya, Aleksander Naitnaus, hingga bersimbah darah. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (20/2/2025).

“Babak belur sampai badannya penuh luka,” ujar saudara kandung Nofi, Dikson Alais, Sabtu (22/2/2025).

Kejadian serupa sudah berulang kali dialami Nofi. Bahkan, pada Juni 2024, Aleks menganiaya Nofi hingga bibirnya berlumuran darah. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Pos Polisi (Pospol) Soliu. Namun, keluarga bersepakat untuk menyelesaikannya secara adat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi saat itu, yang kami inginkan agar masalahnya diproses lanjut, tetapi kakak saya itu akhirnya memilih untuk berdamai saja. Sehingga, dilanjutkan dengan denda adat, tetapi sampai sekarang sapi belum diantar,” ungkap Dikson.

Kejadian kemarin, Dikson berujar, dirinya sudah meminta keluarga di kampungnya agar segera membuat laporan polisi sehingga diproses hukum. Sebab, kasus tersebut sudah berulang kali terjadi seusai Aleks mengonsumsi minuman keras (miras) jenis sopi.

“Informasinya setelah dia (Aleks) pulang mabuk sopi, langsung pukul kakak Nofi itu. Bahkan, semua barang dalam rumah juga dia kasih rusak. Kemudian, membuang berasnya ke tanah. Memang untuk ini kali, kami tidak ada toleransi lagi,” tegas pria yang bekerja di Papua itu.

Kapospol Soliu, Aipda Johanis Gareths Lerrik, meminta keluarga korban agar segera membuat laporan polisi (LP) ke Pospol Soliu atau ke Polsek Amfoang Utara karena kejadian tersebut merupakan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca Juga:  Dokumen Wa'u Pitu: Pater Simon Sebut Aleks Hata Jangan Tipu Diri dan Semua Tu'a Wa'u Pitu di Tanah Boleng

“Suruh korban buat LP saja. Ini KDRT, jadi istri yang bisa buat LP. Kami tunggu di kantor,” kata Lerrik.

Bhabinkamtibmas Desa Honuk itu menjelaskan polisi pernah memediasi kasus pasangan suami istri (pasutri) itu pada Juni 2024. Saat itu, proses hukum seharusnya berlanjut, tetapi keluarga Nofi mencabut LP dengan alasan diselesaikan secara kekeluargaan.

Polisi kemudian membuat surat pernyataan kepada Aleks agar tidak mengulangi perbuatannya. Surat pernyataan itu dibuat disaksikan langsung oleh tokoh masyarakat, keluarga, dan polisi.

“Itu juga yang tahun lalu (Juni 2024) beta (saya) sempat mediasi di Pospol Soliu. Suaminya Linmas. Saat itu saya sudah beri ultimatum supaya dia buat masalah lagi langsung buat LP untuk kami memproses hukumnya,” jelas Lerrik.

Baca Juga:  Majikan yang Aniaya ART Asal NTT Minta Damai Meski Korban Babak Belur Disiksa

Lerrik menuturkan kejadian pada Juni 2024 itu berawal saat dua warga setempat sedang melintasi rumah pasutri itu. Nofi lantas memanggil mereka untuk masuk ke rumahnya untuk makan siang bersama.

Setelah makan siang berlangsung, Nofi meminta dua warga itu, termasuk Aleks agar menambah lagi makanan. Namun, Aleks langsung merasa cemburu seolah-olah istrinya itu tidak punya perhatian terhadapnya.

“Makanya dia bangun papoko (aniaya secara membabi buta) istrinya di hadapan dua orang tamu itu hingga parah,” jelas Lerrik

Sumber: Detik.com

Berita Terkait

Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam
Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur
SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum
Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta
ASTAGA! Siswa SMA di Ruteng Sudah Jadi Ayah, Sekolah Masih ‘Menunggu Undangan’
Guru Honorer di Manggarai Barat Ditangkap Usai Curi Motor Pelajar di Ruteng
Sengketa Tanah Ulayat Nyaris Picu Bentrokan, Kapolres Manggarai Datang Langsung, Warga Akhirnya Mundur

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:08

Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit

Rabu, 22 April 2026 - 02:05

Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Rabu, 8 April 2026 - 13:38

Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 03:58

SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum

Kamis, 26 Maret 2026 - 03:36

Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta

Berita Terbaru