
MANGGARAI – Menjadi seorang istri, harus bisa menjaga nama baik sang suami. Demikian yang disampaikan Sema Hernima Edeltrudis Sekundina Ngkeros, istri Calon Bupati Manggarai nomor urut 1 Maksimus Ngkeros kepada Ibu-ibu yang Ia temui di Kecamatan Satar Mese.
“Jadi istri, kita harus bisa menjaga nama baik suami. Ingat bahwa nama baik suami tergantung bagaimana sikap istri,” katanya saat tatap muka di Desa Tal, Kecamatan Satar Mese, Jumaat, 18 Oktober.
Menurut Din, sapaan akrab Sema Hernima Edeltrudis Sekundina, tabiat utama yang menjadi kewajiban istri adalah mengurus rumah tangga. Tidak secara penuh mencampuri urusan pekerjaan suami. Apalagi terhadap suami yang menjabat posisi penting di Pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya selalu bilang, istri tidak boleh di depan. Itu benar. Di balik suami sukses ada wanita hebat di belakang. Tidak pernah bilang; di balik suami sukses ada istri hebat di depannya. Tidak ada. Istri selalu di belakang. Suami sebagai kepala rumah tangga itu di depan,” katanya disambut tepuk tangan warga.
“Istri cukup urus ka’eng kilo (rumah tangga), jangan ikut campur penuh urusan pekerjaan suami,” tambahnya.
Kata Dia, menjadi seorang istri, apa lagi yang namanya istri pejabat publik itu harus tertib. Harus tahu sampai mana mencampuri urusan suaminya. Terutama dalam mengurus kepentingan masyarakat luas.
“Lihatlah tabiat asli seorang istri mana kala suaminya diberi jabatan,” sebutnya.
Ia mengingatkan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Manggarai, bukanlah ajang untuk memilih Istri Bupati.
“Saat ini Kita sedang mencari Pemimpin untuk Manggarai. Pilkada Manggarai bukan untuk memilih istri Bupati,” tegasnya.
“Menjadi Bupati itu jadi pelayan. Harus total mengabdikan diri untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat umum. Bukan untuk memperkaya istri, anak, dan keluarga. Jadi harus total melayani seluruh masyarakat Manggarai,” tambahnya lagi.
Din mengatakan, selama suaminya menjabat Kepala Dinas baik di Manggarai maupun di Manggarai Timur, Ia tidak pernah ikut campur dalam urusan pekerjaannya. Tidak sesuka hati memerintah bawahan suami.
“Contoh waktu Bapa Maksi pernah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), saya tidak pernah ikut campur urus proyek. Saya tidak pernah sesuka hati perintah sopir dan staf Bapa Maksi. Saya hanya aktif berkecimpung dalam urusan Gereja. Saya dan anak-anak selalu bersyukur karena Bapa Maksi bisa menghidupi kami lebih dari cukup,” kisahnya.
“Saya dengan Bapa Maksi selalu mengajarkan anak-anak saya untuk selalu hidup sederhana. Saya bilang sama anak-anak; yang pejabat itu Bapa. Bukan kalian. Jadi jangan suka-suka,” ucap dia.
Usai menyampaikan sambutan, Ia kemudian membakar semangat para pendukung Maksi-Ronald dengan membawakan lagu Lumun yang sering Ia nyanyikan. Setelah itu, mereka joget bersama warga dengan memutar lagu Wangkar Walek.
Adapun kampanye tersebut turut dihadiri Mantan Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur selaku Ketua Tim pemenangan Maksi-Ronald, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Agustinus Kabur, sejumlah tim pemenang, koordinator tingkat Kecamatan dan Desa. Selain itu hadir pula Panwascam, serta sejumlah Anggota Kepolisian dari Polsek Iteng yang turun mengamankan situasi kampanye. (*)








