Mabar Mantap, Rotok Beber Sejumlah Pencapaian Edi-Weng Periode Pertama

- Editor

Senin, 9 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANGGARAI BARAT – Mantan Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok, mengatakan pasangan bakal calon dan wakil Bupati Edistasius Endi dan Yulianus Weng (Edi-Weng) masih layak memimpin Kabupaten Manggarai Barat. Kabupaten ujung Barat pulau Flores ini dinilai sudah “mantap” selama dipimpin Edi-Weng pada periode pertama.

“Edi dan Weng telah banyak berbuat untuk Manggarai Barat ini,” ujar Rotok ketika ditemui Metrontt.com di kediamannya yang beralamat di Golo Koe, Labuan Bajo, baru-baru ini.

Menurut politisi Partai NasDem itu, Edi-Weng telah berhasil menjawab berbagai problem infrastruktur di Kabupaten Manggarai Barat, seperti jalan, sekolah, puskesmas, irigasi hingga jembatan. Rotok berkata, pencapaian tersebut sudah mencapai 50% meski Edi-Weng baru memimpin Manggarai Barat selama 3,5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Rotok juga mengakui infrastruktur yang dibangun Edi, bukan kaleng-kaleng. Semua jalan yang dibangun lebih dominan hotmix dengan harga perkilometer jauh lebih tinggi ketimbang jalan Lapen.

“Dari 1.000 infrakstruktur jalan yang terbentang, rata-rata jalannya bagus semua. Ini bukan main-main, jalannya banyak hotmix dengan harga perkilo meternya jauh lebih tinggi dari jalan lapen. Kalau saja Pak Edi berpikir politik, mungkin dia bisa memikirkan jalan yang penting panjang namun tidak berkualitas.” ucap
Rotok.

Baca Juga:  Ngaku Alami Mati Suri, Pria ini Ungkap yang Dilihatnya saat 'Meninggal'

Rotok juga menyinggung tentang indeks keberhasilan lain yang telah dituntaskan oleh Edi-Weng, yakni masalah stunting, angka kematian ibu, angka kematian bayi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Manggarai Barat, yang menurut Rotok telah mengalami perubahan. Ia juga menyebut bahwa Kabupaten Manggarai Barat selama dipimpin Edi-Weng, banyak mendapatkan sentuhan anggaran negara melalui APBN.

Pencapaian tersebut, kata Rotok, tentu tidak serta merta diperoleh begitu saja mengingat ada wilayah lain yang menjadi super prioritas. Akan tetapi Labuan Bajo jauh lebih unggul karena perhatian Pemerintah Pusat .

“Kita harus bersyukur, Labuan Bajo terpilih dan menjadi super prioritas pemerintah pusat. Padahal, masih ada empat daerah lainnya yang menjadi prioritas istana. Apabila dibandingkan, Labuan Bajo jauh lebih unggul.” jelas Rotok.

Keunggulan seperti itu, lanjutnya, karena keterampilan Edi-Weng sebagai pemimpin, mampu berkomunikasi dan membangun relasi yang baik dengan Pemerintah Pusat.

“Saya teringat akan satu kejadian penting. Waktu itu, momen Asean Summit. Sebelum hari bersejarah itu terjadi, beberapa menteri datang meninjau kesiapan tuan rumah. Sewaktu tiba, mereka bertanya ke Pak Edi: Ed, apa yang belum beres?”

“Menurut saya, sapaan nama menunjukkan kedekatan emosional seorang pemimpin dengan pemerintah pusat.” cerita Rotok.

Baca Juga:  Miris! SDN Ini Hanya Punya 1 Murid Baru di Tahun Ajaran 2025, Tapi Semangat Guru Tetap Membara!

Dengan nada tegas, Ia berpesan agar masyarakat Mabar harus memilih pemimpin yang sudah nampak kinerjanya ketimbang hanya menjanjikan sesuatu yang belum pasti.

Christian Rotok menanggapi pertanyaan media ini ketika ditanya soal isu tentang peluang kekalahan petahana jika bertarung head to head.

Rotok menjawab bahwa itu hanya sekadar isu untuk menjatuhkan lawan. Menurutnya, jika isu tersebut dimainkan, maka jawabannya: siapa dulu lawannya.

Dalam konteks Pilkada Mabar, jelasnya, rakyat memiliki kecerdasan yang dapat membedakan hal semacam itu. “Kita lihat contoh, sewaktu kampanye akbar yang terjadi berapa minggu lalu. Pada waktu bersamaan, banyak sekali orang tua dan muda yang datang untuk mendukung pa Edi. Hal semacam itu tidak bisa dinilai dari sekadar prediksi,” ujarnya.

“Saya pikir, kita tidak bisa memprediksi sesuatu dari kebiasaan saja. Harus ada pembuktian dengan studi ilmiah. Jangan sampai itu hanya sekadar permainan dari sekelompok orang yang memanfaatkan momentum seperti ini,” tambahnya.

Demi membantah isu tersebut, Rotok mengatakan ada juga studi lain yang menyebutkan jika incumbent tanpa berkampanye sudah mengantongi 30% kemenangan. Ia mengatakan kemenangan seperti itu bisa diperoleh sang petahana selama ia menjabat.

“Kalau dia kampanye, itu berarti dia menambah dari 30% yang telah ada. Kemenangan itu ia dapat karena dia sudah bekerja.” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua Relawan Anak Momang Ajak Ribuan Massa Deklarasi Satukan Kekuatan Menuju Kemenangan Mario-Richard

Menurutnya, dasar keunggulan petahana adalah investasi politik selama menjabat. Ditambah ingatan publik yang masih dan hanya mengenal petahana sebagai kepala daerah, maka akan membawa keuntungan bagi petahana walaupun waktu kampanye hanya sebentar.

Dalam konteks Pilkada Mabar, demikian Rotok, kandidat petahana tidak memerlukan waktu yang panjang untuk melakukan sosialisasi. Sebab petahana sudah memiliki modal popularitas dan elektabilitas yang mumpuni untuk maju lagi pada Pilkada mendatang.

Di akhir pernyataannya, Christian Rotok
juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga silatuhrahmi.

“Hati boleh panas karena kompetisi ini, tetapi jangan sampai mencela atau mengejek. Kita tetap menjaga tali persaudaraan. Kita, orang Manggarai yang diikat oleh budaya yang merupakan kekayaan yang tidak dimiliki oleh orang lain.” tutupnya.

Untuk diketahui, 2 pasangan bakal calon (head to head) dipastikan akan bertarung pada Pilkada Manggarai Barat menjelang 27 November mendatang. Edi-Weng sebagai bakal calon petahana diusung NasDem, PKS, PKB, Gerindra, PPP, PDIP, dan PBB.

Sementara pasangan bakal calon Mario-Richard diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, Perindo, PSI, PKN, Partai Buruh, Partai Umat, dan Partai Gelora. (yb)

Berita Terkait

UPTD SPAM Manggarai Timur Gandeng BRI, Permudah Pembayaran Air hingga ke Pelosok
Transformasi Desa Pinggang: Gabriel Esong Tawarkan Penguatan BUMDes dan Pemberdayaan Warga
Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah
Katekese Berbuah Aksi Nyata, Umat KBG St. Fransiskus Topok Serahkan Donasi untuk Lansia di Ponggeok
Pasca-Lebaran, Sat Lantas Polres Manggarai Intensifkan Patroli KRYD di Ruteng
Lapangan Mapolda NTT Dipadati Jamaah, Kapolda Sampaikan Ucapan Idul Fitri dan Apresiasi
Momentum Lebaran Penuh Makna, Kapolres Manggarai Tunjukkan Kasih Tanpa Batas
Merawat Harmoni di Hari Raya: Silaturahmi Gubernur NTT dan Makna di Baliknya

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 00:20

UPTD SPAM Manggarai Timur Gandeng BRI, Permudah Pembayaran Air hingga ke Pelosok

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:02

Transformasi Desa Pinggang: Gabriel Esong Tawarkan Penguatan BUMDes dan Pemberdayaan Warga

Jumat, 27 Maret 2026 - 05:58

Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:10

Katekese Berbuah Aksi Nyata, Umat KBG St. Fransiskus Topok Serahkan Donasi untuk Lansia di Ponggeok

Selasa, 24 Maret 2026 - 03:02

Pasca-Lebaran, Sat Lantas Polres Manggarai Intensifkan Patroli KRYD di Ruteng

Berita Terbaru