Janji Pembebasan Lahan Tak Kunjung Diberi, Pemilik Lahan Bongkar Pipa PDAM Lembor

- Editor

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Janji Pembebasan Lahan Tak Kunjung Diberi, Pemilik Lahan Bongkar Pipa PDAM Lembor

Janji Pembebasan Lahan Tak Kunjung Diberi, Pemilik Lahan Bongkar Pipa PDAM Lembor

METRO NTT — Sengketa lama antara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Manggarai Barat dan pemilik lahan mata air di Kecamatan Lembor kembali meledak. Tiga pemilik lahan membongkar pipa PDAM di bak utama sumber air Lingko Rimu, Kampung Deket, Desa Ponto Ara, Selasa, 27 Januari 2026. Aksi ini dipicu janji kompensasi lahan yang tak kunjung dipenuhi sejak lebih dari satu dekade lalu.

Pembongkaran pipa itu berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan PDAM di wilayah Lembor. Air di bak utama dilaporkan telah kering setelah pipa dicabut.

Sumber mata air tersebut berada di atas lahan milik empat warga, yakni Marselinus Tani (28), Sebastianus Jemada (61), Sisilia Saung (65), dan Blasius Pambut. Namun hingga kini, hanya dua pihak yang disebut telah menerima kompensasi. Seorang anak pemilik lahan diangkat bekerja di PDAM Lembor, sementara satu pemilik lainnya menerima uang Rp1,5 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua pemilik lahan lainnya—Sebastianus Jemada dan Yohanes Harjon Jandu selaku ahli waris Sisilia Saung—mengaku belum menerima bentuk kompensasi apa pun.

Sebastianus Jemada, yang akrab disapa Sebas, menuturkan bahwa pengambilan mata air tersebut bermula dari survei pemerintah daerah dan PDAM pada 2014–2015. Saat itu, kata dia, pemerintah kecamatan menjanjikan kerja sama dengan pemilik lahan.

“Waktu itu camat dan sekcam datang, bersama kepala PAM. Mereka bilang air ini layak. Kami sepakat, dengan syarat ada kerja sama, anak pemilik mata air dipekerjakan di PDAM,” kata Sebas kepada METRO NTT, Selasa.

Baca Juga:  Ada Kejanggalan, Saksi Mario-Richard di Semua Kecamatan Tolak Tanda Tangan Hasil Rekapitulasi Suara

Namun janji itu, menurut Sebas, hanya direalisasikan sebagian. “Satu orang diterima, yang lain tidak. Itu yang bikin kami merasa tidak adil,” ujarnya.

Upaya keluarga pemilik lahan untuk meminta kejelasan ke manajemen PDAM juga disebut tak membuahkan hasil. Pada 2022, mereka mendatangi kantor PDAM di Labuan Bajo. Namun jawaban yang diterima justru mengecewakan.

“Dirut bilang, ‘kamu punya air itu Wae Ronco’. Kami heran, padahal dari dulu jelas itu air di Lingko Rimu,” kata Sebas.

Kekecewaan itu akhirnya memuncak menjadi aksi pembongkaran pipa. Sebas menegaskan, tindakan tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap janji yang dianggap diingkari.

Baca Juga:  Penutupan Kantor Desa Golo Watu Ganggu Pelayanan, Warga Protes

“Kami sudah bongkar pipa dan air di bak utama sudah kering. Kami lakukan ini karena PDAM sudah lama bohongi kami,” ujarnya.

Ia bahkan mengancam akan mengambil langkah lebih jauh jika tuntutan mereka kembali diabaikan. “Kalau tidak ada penyelesaian, pipa tetap kami bongkar, bahkan bak air bisa kami rusak,” katanya.

Setelah pembongkaran terjadi, Direktur PDAM Manggarai Barat, Fonsianus Marto, menghubungi Sebas dan meminta pertemuan di Labuan Bajo untuk membahas persoalan tersebut.

“Kami diminta datang besok untuk bicara langsung,” kata Sebas.

Hingga berita ini diturunkan, PDAM Tirta Mbeliling belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan kompensasi lahan maupun dampak pembongkaran pipa terhadap distribusi air ke pelanggan.

Penulis : Fendi Ruem

Editor : Reims Nahal

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Jumat, 24 April 2026 - 10:49

Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

Berita Terbaru