METRO NTT — Aktivitas pemerintahan Desa Golo Watu, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, kantor desa yang semestinya menjadi pusat pelayanan publik justru sering tidak dibuka pada jam kerja. Kondisi itu membuat warga geram karena pelayanan administratif terganggu dan sejumlah agenda penting tersendat.
Salah satu yang terdampak adalah agenda pembahasan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Penutupan kantor yang berulang membuat rencana penguatan kelembagaan dan program kerja koperasi itu terancam mundur.
Yopy Marus, salah satu pengurus KDMP, meluapkan kekesalannya saat dihubungi Metro NTT, Jumat, 12 Desember 2025. Ia menyebut kondisi kantor desa yang sering dibuka terlambat telah menghambat kerja-kerja masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Miris. Kantor Desa Golo Watu selalu buka di atas jam 9. Ini bukan hanya sekali. Beberapa waktu lalu, kami anggota KDMP yang mau mengadakan rapat pembahasan pemantapan bersama BA terpaksa rapat di luar kantor karena belum dibuka,” ujarnya.
Menurut Yopy, situasi itu bukan kejadian baru. Ia menilai keterlambatan membuka kantor seolah sudah menjadi pola yang berlangsung lama. “Kami bersama pengawas BUMDes akhirnya mengadakan rapat di Kantor Desa Persiapan Copang Rua untuk melanjutkan kegiatan. Menunggu terlalu lama dan tidak ada kepastian kapan kantor ini dibuka. Ini bukan kali pertama terjadi. Seakan-akan sudah menjadi literasi di kantor ini,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Penjabat Kepala Desa Golo Watu belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan warga dan dugaan kelalaian pelayanan tersebut.
Penulis : Tim Metro NTT
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Metro NTT






