METRO NTT — Sejumlah warga di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, mengeluhkan pelayanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Lembor yang dinilai mempersulit proses administrasi penyaluran bantuan sosial. Keluhan itu mencakup pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan pengurusan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Salah seorang warga Desa Watu Umpu, Kecamatan Welak, Fidel, mengatakan penerima PKH diwajibkan memiliki kartu ATM meskipun telah mengantongi buku tabungan. Selain itu, pengadaan kartu ATM PIP bagi peserta didik penerima bantuan belum tersedia, sehingga berkas menumpuk dan warga harus menunggu pencairan sejak pagi hingga sore hari.
“Administrasi PKH mewajibkan kartu ATM padahal buku bank sudah ada. Untuk PIP, kartu ATM belum disediakan sehingga dokumen menumpuk dan masyarakat harus menunggu lama,” ujar Fidel kepada wartawan, Kamis, 18 Desember 2025, di halaman Kantor BRI Unit Lembor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengonfirmasi keluhan tersebut, wartawan berupaya menemui Kepala Unit Cabang BRI Lembor pada Jumat, 18 Desember 2025. Namun hingga sore hari, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Saat itu, BRI Lembor tengah melayani pencairan dana PIP dari sejumlah sekolah di wilayah Lembor dan Welak.
Wartawan semula menyampaikan maksud konfirmasi kepada petugas keamanan bank dan diarahkan ke ruang belakang untuk menemui seorang petugas bernama Wili. Namun, petugas tersebut mencegah wartawan masuk ke ruangan kepala cabang.
“Ada masalah apa?” kata Wili di pintu masuk ruangan. Saat ditanya apakah ia merupakan kepala cabang, Wili menjawab bahwa pimpinan cabang sedang sibuk. Ia juga meminta wartawan tidak merekam pembicaraan serta menanyakan tujuan wawancara.
Wartawan kemudian menegaskan hanya akan menyampaikan konfirmasi kepada kepala cabang sebagai pihak berwenang. Petugas tersebut selanjutnya meminta wartawan menunjukkan kartu identitas pers, yang ditolak karena tidak disampaikan oleh narasumber yang dimaksud.
Pada hari itu, BRI Unit Cabang Lembor membuka pelayanan hingga pukul 18.00 Wita karena pencairan dana PIP yang diikuti antrean panjang sejak pagi. Meski demikian, kepala cabang tidak memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertemu atau memberikan keterangan.
Upaya konfirmasi lanjutan dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 25 Desember 2025, untuk menanyakan jadwal pelayanan pada Jumat, 26 Desember 2025. Pesan tersebut terbaca, namun tidak mendapat balasan hingga berita ini diturunkan.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Unit Cabang BRI Lembor belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat maupun sikapnya yang enggan menemui awak media.
Penulis : Fendy
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Metro NTT






