
METRO NTT – Aksi sadis terjadi di salah satu gerai Alfamart di Payeti, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang karyawan dilaporkan nekat menikam rekannya sendiri setelah aksinya mencuri uang toko diduga ketahuan.
Peristiwa ini terjadi saat toko sudah tutup. Berdasarkan informasi awal, pelaku masuk ke dalam minimarket menggunakan kunci cadangan, lalu mengambil uang serta sejumlah barang dagangan. Tak berhenti di situ, pelaku juga disebut berusaha membuka brankas toko.
Saat kejadian, salah satu rekannya dikabarkan tengah beristirahat di ruang istirahat. Korban yang diduga memergoki tindakan pencurian tersebut langsung ditikam oleh pelaku dengan senjata tajam hingga pisau menancap di bagian dada.
Korban dilaporkan sempat berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar jeritan langsung datang dan berhasil menangkap pelaku sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.
Hingga kini polisi belum merilis identitas resmi pelaku maupun korban. Korban diketahui masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius di bagian dada.
“Motif awal diduga pelaku ingin menghilangkan saksi setelah aksinya mencuri uang toko ketahuan,” ujar sumber internal aparat keamanan yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini memicu kehebohan publik dan menyoroti keamanan pekerja di lingkungan minimarket, terutama di daerah yang minim pengawasan serta kontrol inventaris.
Bukan Kejadian Pertama di NTT
Aksi kriminal melibatkan karyawan Alfamart di NTT bukan pertama kali terjadi. Pada Juni 2025 lalu, kasus serupa menghebohkan publik setelah Arman Pujayana Seni—mantan karyawan Alfamart di Kupang—ditangkap setelah mencuri uang perusahaan hingga puluhan juta rupiah.
Arman melakukan pencurian dalam tiga tahap. Aksi pertama dan kedua dilakukan pada Januari 2025 dengan total hasil curian sekitar Rp 48 juta. Aksi ketiga yang berlangsung pada 18 Juni 2025 berhasil digagalkan setelah pelaku kesulitan mengangkut brankas toko.
Arman kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga tujuh tahun.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi lengkap terkait pelaku, kronologi detail, maupun kondisi terbaru korban.
Kasus ini kini tengah menjadi perhatian publik karena dinilai menjadi peringatan keras soal lemahnya pengamanan internal, sistem kontrol karyawan, serta risiko kekerasan di tempat kerja.
Berita ini akan diperbarui dengan informasi resmi setelah pihak kepolisian memberikan keterangan lanjutan.
Penulis : Tim Metro NTT
Editor : Redaksi








