Warga Flores Terseret Ombak Saat Mancing di Pantai hingga Ditemukan Meninggal Dunia

- Editor

Minggu, 23 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

METRO NTT – Kaliktus Pari Aran (50) ditemukan meninggal dunia pada Jumat (21/2/2025). Ia terseret arus di pantai Watubuku, Kabupaten Flores Timur, NTT pada Kamis (20/2/2025).

Jenazah warga Desa Watobuku, Kabupaten Flores Timur ini dievakuasi tim SAR Gabungan pada Jumat (21/2/2025).

Kaliktus terseret arus saat mancing di Pantai Watobuku, Kecamatan Wulanggitang. Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 20 Februari 2025.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman selaku SMC (SAR Mission Coordinator) yang dikonfirmasi pada Sabtu (22/2/2025) menyebutkan kalau pihaknya menerima informasi bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia di Kabupaten Flores Timur.

“Tidak menunggu lama, kami langsung berangkatkan Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere menuju lokasi kejadian dan pada malam itu juga tim langsung melaksanakan koordinasi dengan Tim SAR Gabungan lain untuk melakukan pencarian korban besok pagi,” ungkapnya.

Pada Jumat pagi, Tim SAR Gabungan mulai melaksanakan pencaharian di daerah Pantai Watubuku dengan mengerahkan rubber boat Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere dan para nelayan ikut melaksanakan snorkeling.

Baca Juga:  Cerita Mahasiswi Cantik Ngaku Selalu 'Dibooking' Kades Setiap Pencairan Dana Desa

Menjelang sore, korban ditemukan oleh tim nelayan yang melakukan snorkeling di bawah laut pantai Watubuku sekitar 100 meter dari lokasi ke arah selatan pada koordinat 08° 48’38.59″S 120° 11’19.06″E.

Selanjutnya korban dievakuasi ke rubber Kantor SAR Maumere menuju daratan dan jenazah diantar ke rumah duka.Sebelumnya pada Kamis 20 Februari 2025 petang sekitar pukul 18.00 Wita, korban bersama dua orang temannya pergi untuk memancing di sekitar pesisir Pantai Watobuku, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga:  Tak Terima Jagoannya Disebut Bupati Gagal, Mitak Bawa-bawa Nama 'Lopo Anton'

Satu jam kemudian atau sekitar pukul 19.00 Wita saat memancing tiba-tiba gelombang besar datang ke arah korban dimana cuaca saat itu angin dan berawan sehingga menyebabkan korban terseret arus menuju tengah laut dan tidak dapat menyelamatkan diri.

Masyarakat beserta keluarga sudah melaksanakan pencarian di sekitar lokasi namun korban belum ditemukan, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere.

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Jumat, 24 April 2026 - 10:49

Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

Berita Terbaru