MANGGARAI – Mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai Setus Mitak, tampak kesal dan tak terima dengan ucapan “Bupati gagal”. Kekesalan Setus diduga berimbas dari pernyataan Calon Bupati Manggarai Maksi Ngkeros, yang menilai Bupati Manggarai Herybertus Nabit saat ini gagal dalam mengurus Daerah. Bupati gagal, diucapkan Maksi saat menyampaikan orasi politik di Wae Mbeleng, Kecamatan Ruteng, baru-baru ini.
Kepada calon pemimpin, Setus Mitak berharap agar menunjukkan prestasi dan visi misi ketimbang membangun narasi yang dapat menimbulkan permusuhan.
“Ada yang sebut Bupati gagal. Gagal apa? Kalau kau benar kompetitor calon pemimpin, kau tunjukkan kau punya prestasi. Bilang; calon bupati itu bekas birokrat. Bekas kepala ini, kepala itu. Kalau betul mau jadi pemimpin, kau harus tunjukkan apa yang sudah kau buat untuk rakyat Manggarai. Lebih baik kalau mau jadi pemimpin, sampaikan kepada rakyat; bahwa saya mau bangun ini, saya mau buat itu. Awas, hati-hati,” tegas Setus dalam acara tatap muka calon Bupati petahana Herybertus Nabit di Pitak, Kecamatan Langke Rembong, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Juru Kampanye paket Hery-Fabi itu meminta sejumlah Tokoh senior agar memberikan nasehat kepada paslon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai yang mereka dukung. Ia juga sempat menyebut nama seorang Tokoh bernama Anton.
“Eme manga ise lopo Anton cupu mai, le meu koes toing de (Kalau ada mereka ‘Tokoh’ senior Anton dari sebelah, kamu yang nasehat),” kata Setus dengan dialeg Manggarai. ‘Lopo Anton’ yang disebut Setus, diduga merujuk kepada Anton Bagul Dagur, mantan Bupati Manggarai yang saat ini mendukung paslon Maksimus Ngkeros-Marianus Ronald Susilo (Maksi-Ronald).
Setus berharap kepada para senior birokrat di Manggarai, untuk memberikan pendidikan dan pencerahan kepada siapa saja yang ingin menjadi pemimpin. “Jangan bangun permusuhan. Tidak layak jadi pemimpin kalau panggung dipakai untuk caci maki orang,” tegas Setus.
Ia mengklaim pembangunan di Manggarai tetap berjalan secara berkesinambung. Untuk membuktikannya, Ia mengajak masyarakat Manggarai untuk membuka informasi di website resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai. “Kalau tidak percaya, website Manggarai terbuka. Kita buka saja. Seluruh indikator pembangunan jelas di situ apa yang sudah dibuat oleh Pak Hery,” ungkap Setus.
Sebagai mantan Birokrat, Setus mengatakan bahwa dirinya mempunyai tanggung jawab moril untuk rakyat Manggarai. Karena itu, Ia menegaskan tak ingin masyarakat ditipu oleh calon pemimpin yang haus akan kekuasaan.
“Saya mau ingatkan rakyat Manggarai jangan mau dibohongi oleh mereka yang haus akan kekuasaan. Mulai mencela, mencaci maki orang. Saya pastikan Dia tidak layak jadi Pemimpin,” tegasnya.
“Ada yang bilang; Manggarai sedang tidak baik-baik saja. Kau pakai indikator apa? Sudah jelas bahwa Pemerintah setiap kerja ada ukuran. Mulai 2021, pembangunan tetap berkelanjutan. Bahwa kalau capaian itu besar atau kecil, itu tergantung kondisi keuangan negara. Kita sama tahu lah urus ini republik ini. Dan, sebagai orang yang pernah ikut langsung urus ini daerah, saya sering terlibat urus perencanaan pembangunan,” jelas Setus menambahkan.
Setus menilai, calon Pemimpin yang menyebut Bupati gagal, sama halnya melecehkan birokrasi di Manggarai. “Kalau Bupati gagal, itu pelecehan terhadap seluruh birokrasi di Manggarai. Karena Pak Hery bukan kerja sendiri. Kalau gagal, mari para pegawai kita lawan bersama ini orang. Saya sebagai mantan birokrat, tidak akan biarkan birokrasi dilecehkan,” tegas Setus.
Ia menyebut, masa sulit yang dihadapi Pemerintah Daerah terjadi pada saat pandemi covid-19. “Kadang kita sengaja dibuat lupa bahwa tahun itu masa paling rawan dan sulit. Hari ini kalau kita masih bisa kumpul, artinya kita manusia masih selamat. Harus bersyukur kita. Jangan lupa kita, ada tangan Pemerintah yang selamatkan kita yang dipimpin oleh Pak Hery,” ucapnya.
Sebelumnya, calon Bupati Manggarai Maksi Ngkeros dalam orasinya di Wae Mbeleng mengkritik keras kinerja Pemerintah Daerah. Ia menyampaikan Kabupaten Manggarai saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ia bersama Dokter Ronald merasa terpanggil untuk membenahi berbagai persoalan di Manggarai.
Ia menilai Pemerintah Kabupaten Manggarai saat ini sedang gagal dalam mengurus daerah. “Evaluasi saya terhadap pemimpin kita. Kegagalan pertama, hanya mau bekerja sendiri. Tidak mau mengajak orang lain untuk bekerja sama, terutama bekerja sama dengan pegawai,” beber Maksi.
“Banyak program-program yang tidak menyentuh kepentingan masyarakat hari ini. Banyak uang-uang yang dihamburkan tidak jelas dan mubazir dimana-mana,” tambahnya.
Mantan Kepala Bappelitbangda Manggarai Timur itu juga menyayangkan surat keputusan Kementerian Keuangan nomor 353 pada tanggal 1 September 2024. Dalam surat tersebut, jelas Maksi, Kabupaten Manggarai tidak mendapatkan penghargaan dalam kategori kesejahteraan masyarakat. “Manggarai tidak mendapatkan penghargaan insentif fiskal, itu karena tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Manggarai. Manggarai Timur dapat, Manggarai Barat dapat, lah Manggarai?,” ungkap Maksi menyindir. (*)






