METRO NTT — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memicu bencana tanah longsor di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kamis, 22 Januari 2026. Longsor tersebut menimpa tiga rumah warga, satu di antaranya tertimbun material tanah secara total. Dua orang dilaporkan masih tertimbun hingga Kamis sore.
Sekretaris Kecamatan Lamba Leda, Rikardus Samin, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Material tanah dari perbukitan di sekitar permukiman runtuh dan menghantam rumah-rumah warga yang berada di bawah lereng.
“Benar, kejadian sekitar pukul dua siang. Tiga rumah rusak parah dan satu rumah tertimbun total akibat longsor,” kata Rikardus dalam pesan singkat kepada awak media ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan, bencana tersebut menyebabkan empat warga menjadi korban. Dua orang berhasil menyelamatkan diri dan telah dievakuasi secara mandiri oleh warga ke Puskesmas Benteng Jawa. Sementara dua korban lainnya masih tertimbun material longsor dan belum berhasil dievakuasi.
“Korban selamat ada dua orang dan sudah dibawa ke rumah sakit. Dua orang lainnya masih tertimbun tanah longsor,” ujar Rikardus.
Upaya penanganan bencana terkendala oleh terputusnya aliran listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayah Kecamatan Lamba Leda. Kondisi ini, kata Rikardus, menyulitkan aparat kecamatan dan warga untuk menyampaikan informasi secara cepat kepada pemerintah daerah.
“Listrik dan jaringan telepon mati total, sehingga kami cukup kesulitan menyampaikan informasi. Kami berharap pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera turun tangan menangani bencana ini,” kata dia.
Hingga berita ini diturunkan, warga setempat masih melakukan upaya pencarian secara terbatas dengan peralatan seadanya. Risiko longsor susulan masih mengancam mengingat hujan belum sepenuhnya reda.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur telah dikonfirmasi Tempo Timur. Pihak BPBD menyatakan akan turun langsung ke lokasi kejadian pada Jumat, 23 Januari 2026, untuk melakukan penanganan dan evakuasi lanjutan
Penulis : Risaldus Pan
Editor : Ricky






