Pegawai Datang Sesuka Hati, Sertifikat Bertahun Tak Selesai: BPN Manggarai Barat Disorot

- Editor

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Pembiaran Pegawai

Dugaan Pembiaran Pegawai "Seenaknya Masuk Kantor" di BPN Manggarai Barat Disorot Warga

METRO NTT – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai Barat kembali menuai sorotan publik. Seorang warga Labuan Bajo, Rikardus Ngaca, 35 tahun, memprotes lambannya pengurusan sertifikat tanah yang telah diajukan sejak 2019 namun belum juga tuntas hingga kini.

Rikardus mendatangi Kantor Pertanahan Manggarai Barat pada Senin, 20 Januari 2025, untuk meminta penjelasan terkait pengurusan tanah di wilayah Warloka yang disebut milik saudaranya, Silvester.

Menurut Rikardus, berkas kepengurusan tanah itu telah diserahkan dan diproses sejak enam tahun lalu, namun tak kunjung ada kejelasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan waktu yang singkat. Sudah enam tahun, tapi belum juga selesai,” ujar Rikardus dalam sebuah video berdurasi sekitar lima menit yang direkamnya saat berada di kantor BPN Manggarai Barat.

Baca Juga:  Dosen ILS, Terduga Pelaku Kekerasan Seksual, Dipecat Unika Ruteng

Dalam video tersebut, Rikardus menuntut pertanggungjawaban institusi BPN atas lambannya pelayanan. Ia mempertanyakan minimnya komunikasi dari pihak kantor pertanahan selama bertahun-tahun proses berjalan.

Salah seorang staf BPN Manggarai Barat yang memperkenalkan diri bernama Gede menyatakan bahwa berkas kepengurusan tanah tersebut ditangani oleh pegawai bernama Feril. Namun, menurut Gede, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pegawai tersebut.
“Kami harus menunggu konfirmasi dari Feril,” kata Gede.

Jawaban itu memicu reaksi keras dari Rikardus. Ia mempertanyakan mengapa konfirmasi baru dilakukan setelah warga datang memprotes, serta mempertanyakan keberadaan Feril yang seharusnya berada di kantor pada jam pelayanan.

“Feril di mana? Tolong segera dikonfirmasi dan ditelepon,” ujar Rikardus dalam rekaman tersebut.

Baca Juga:  Sudah Ada Tiang, Tak Ada Listrik: Warga Kampung Dekat Labuan Bajo Protes Pelayanan PLN

Namun jawaban yang diterimanya justru membuat situasi semakin memanas. Gede mengaku tidak mengetahui keberadaan Feril dan menyebut nomor telepon pegawai tersebut tidak aktif.

“Kami tidak tahu dia di mana, karena teleponnya juga tidak aktif,” kata Gede.

Kondisi itu membuat Rikardus mempertanyakan sistem pengawasan internal di BPN Manggarai Barat. Ia menilai tidak masuk akal jika sebuah instansi pelayanan publik tidak mengetahui keberadaan pegawainya pada jam kerja dan tidak mengambil langkah tegas.

“Pegawainya seperti dibiarkan mangkir tanpa keterangan. Seolah-olah kebal terhadap sanksi dan aturan,” kata Rikardus. Ia juga mempertanyakan apakah Feril masih aktif bekerja, mengingat tidak pernah bisa ditemui ketika masyarakat meminta pertanggungjawaban.

Menurut Rikardus, situasi tersebut mencerminkan buruknya kinerja dan tata kelola pelayanan di BPN Manggarai Barat. Ia meminta agar pimpinan kantor pertanahan bersikap terbuka dan tidak melindungi oknum pegawai yang dinilai lalai menjalankan tugas.

Baca Juga:  Sedang Diburu Netizen, Inilah Link Video Mesum yang Diduga Konten Kreator Bulan Sutena

“Jangan sampai ada sarang mafia di BPN Manggarai Barat. Kepala kantor harus terbuka dan menindak tegas perilaku tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Rikardus menegaskan harapannya agar oknum pegawai yang dinilai lalai segera ditindak sesuai aturan. Ia juga mengingatkan agar pelayanan pertanahan tidak justru mencoreng citra Manggarai Barat sebagai daerah yang tengah berkembang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Kantor BPN Manggarai Barat terkait dugaan pembiaran pegawai mangkir serta lambannya penyelesaian pengurusan sertifikat tanah tersebut.

Penulis : Tim Metro NTT

Editor : Redaksi

Berita Terkait

UPTD SPAM Manggarai Timur Gandeng BRI, Permudah Pembayaran Air hingga ke Pelosok
Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah
Katekese Berbuah Aksi Nyata, Umat KBG St. Fransiskus Topok Serahkan Donasi untuk Lansia di Ponggeok
Pasca-Lebaran, Sat Lantas Polres Manggarai Intensifkan Patroli KRYD di Ruteng
Lapangan Mapolda NTT Dipadati Jamaah, Kapolda Sampaikan Ucapan Idul Fitri dan Apresiasi
Momentum Lebaran Penuh Makna, Kapolres Manggarai Tunjukkan Kasih Tanpa Batas
Merawat Harmoni di Hari Raya: Silaturahmi Gubernur NTT dan Makna di Baliknya
Gagasan Penguatan Identitas Ruteng Mengemuka, Usung Konsep Kota Sejuk dan Inklusif

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 00:20

UPTD SPAM Manggarai Timur Gandeng BRI, Permudah Pembayaran Air hingga ke Pelosok

Jumat, 27 Maret 2026 - 05:58

Peduli Pendidikan di Sumba Timur, Wakapolda NTT Salurkan Bantuan untuk Siswa dan Perbaikan Sekolah

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:10

Katekese Berbuah Aksi Nyata, Umat KBG St. Fransiskus Topok Serahkan Donasi untuk Lansia di Ponggeok

Selasa, 24 Maret 2026 - 03:02

Pasca-Lebaran, Sat Lantas Polres Manggarai Intensifkan Patroli KRYD di Ruteng

Senin, 23 Maret 2026 - 04:36

Lapangan Mapolda NTT Dipadati Jamaah, Kapolda Sampaikan Ucapan Idul Fitri dan Apresiasi

Berita Terbaru