Siswa SMP Fransiskus Ruteng Tenggelam di Tiwu Pai Reok Barat, Belum Ditemukan

- Editor

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMP Fransiskus Ruteng Tenggelam di Tiwu Pai Reok Barat, Belum Ditemukan

Siswa SMP Fransiskus Ruteng Tenggelam di Tiwu Pai Reok Barat, Belum Ditemukan

METRO NTT — Seorang siswa SMP Fransiskus Ruteng dilaporkan tenggelam saat berwisata di objek wisata Tiwu Pai, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 11 Januari 2026. Hingga Minggu sore, korban belum ditemukan.

Korban bernama Armendo W. Jeferson, 14 tahun. Ia datang ke Tiwu Pai bersama sejumlah temannya dengan mengendarai sepeda motor dari Ruteng untuk berlibur.

Kapolsek Reo, Ipda Joko Sugiarto, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Setibanya di lokasi, korban dan rekan-rekannya masuk ke kawasan wisata setelah membeli tiket masuk. Mereka kemudian berenang di salah satu kolam dari tiga titik lokasi berenang yang tersedia di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan keterangan rekan korban, setelah membeli tiket mereka langsung berenang. Namun keterangan mereka masih sepotong-sepotong karena disampaikan sambil menangis,” kata Joko kepada wartawan, Minggu.

Menurut Joko, arus air di lokasi kejadian cukup deras. Diduga korban terseret arus hingga menghilang dari pantauan teman-temannya. “Korban diduga terseret arus yang cukup deras sehingga tidak terlihat lagi,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, aparat Polsek Reo bersama Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Manggarai, Babinsa Reo, serta warga setempat melakukan pencarian. Tim menyisir aliran sungai dan area sekitar air terjun Tiwu Pai.

Baca Juga:  Tokoh Adat dan Ratusan Masyarakat Warloka Nyatakan Dukungan ke Mario Richard

“Pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan karena arus air deras dan kondisi cuaca tidak stabil,” kata Joko.

Hingga Minggu sore, pencarian belum membuahkan hasil. Cuaca buruk dan tingginya debit air menjadi kendala utama. Proses pencarian rencananya akan dilanjutkan pada Senin, 12 Januari 2026.

Selain upaya pencarian, masyarakat adat setempat bersama aparat kepolisian juga menggelar ritual adat di lokasi korban diduga tenggelam.

Sementara itu, Camat Reok Barat, Tarsisius R. Asong, mengatakan bahwa pengelola wisata Tiwu Pai sebenarnya telah mengumumkan penutupan sementara kawasan tersebut sejak 5 Januari 2026. Penutupan dilakukan karena curah hujan yang tinggi dan kondisi alam yang dinilai berisiko.

Baca Juga:  Kerja di 1.000 Industri Pariwisata Dalam & Luar Negeri

“Sejak 5 Januari sudah ada pengumuman penutupan sementara karena curah hujan sangat tinggi,” ujar Tarsisius.

Namun demikian, Tarsisius mengaku belum mengetahui secara pasti alasan pengunjung masih bisa membeli tiket dan berenang di lokasi wisata tersebut. “Kami belum memastikan secara resmi kenapa pengunjung masih bisa masuk dan membeli tiket padahal sudah ada informasi penutupan sementara,” katanya.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di lokasi wisata alam akibat cuaca ekstrem, sekaligus memunculkan pertanyaan soal pengawasan dan penerapan standar keselamatan di kawasan wisata.

Penulis : Risaldus Pan

Editor : Ricky

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Jumat, 24 April 2026 - 10:49

Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

Berita Terbaru