Bapenda Manggarai Barat: Laporan Parkir Bandara Rutin Masuk, Pelabuhan Tidak Pernah

- Editor

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bapenda Manggarai Barat: Laporan Parkir Bandara Rutin Masuk, Pelabuhan Tidak Pernah

Bapenda Manggarai Barat: Laporan Parkir Bandara Rutin Masuk, Pelabuhan Tidak Pernah

METRO NTT — Ketimpangan pengelolaan retribusi parkir antara Bandara Komodo dan Pelabuhan Labuan Bajo kembali menuai sorotan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Manggarai Barat menyebut Bandara Komodo secara rutin menyetor pajak parkir setiap bulan. Namun, berbeda dengan Pelabuhan Labuan Bajo yang berada di bawah otoritas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), yang disebut tak pernah sekalipun menyampaikan laporan pendapatan parkir ke daerah.

Kepala Bapenda Manggarai Barat, Leli Rotok, mengatakan kewajiban pembayaran pajak parkir sudah diatur jelas dalam regulasi daerah, yakni sebesar 10 persen dari pendapatan apabila dikelola pihak ketiga. Mekanisme itu, kata dia, berjalan baik di Bandara Komodo.

“Bandara Komodo itu dikelola pihak ketiga, dan laporan pajaknya masuk setiap bulan. Itu prosedurnya jelas dan berjalan,” kata Leli, Rabu, 3 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun ia mengungkapkan kondisi berbeda terjadi di Pelabuhan Labuan Bajo. Hingga kini Bapenda tidak pernah menerima laporan, baik dari KSOP maupun pengelola parkir yang disebut sebagai pihak ketiga.

“Dari KSOP atau pihak ketiga yang mengelola parkir pelabuhan? Tidak ada laporan. Tidak pernah sama sekali,” ujarnya.

Leli menyebut Bapenda bahkan tidak mengetahui data dasar seperti jumlah kendaraan yang parkir, estimasi pendapatan harian, maupun nilai pajak yang seharusnya disetor.

KSOP Akui Ada Pihak Ketiga, Tapi Tak Tahu Aturan Pajak

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, membenarkan bahwa pengelolaan parkir kini tidak lagi dilakukan institusinya, melainkan diserahkan kepada pihak ketiga.

Baca Juga:  Kontroversi Kadis Parekrafbud: Verifikasi Media Dipersoalkan, Kini Dilaporkan atas Dugaan Ancaman

“Dulu dikelola KSOP, sekarang dikelola pihak ketiga. Parkir profesional,” kata Stephanus.

Namun Stephanus mengatakan belum mengetahui ketentuan pajak parkir dan mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah.

“Harus ada aturannya atau Perdanya. Aturannya saya tidak tahu,” ujarnya.

Stephanus menambahkan, apabila aturan resmi sudah disampaikan kepada KSOP, pihaknya akan meneruskan kewajiban itu kepada pengelola parkir.

“Sampai sekarang belum ada. Kalau Pemda sudah sampaikan aturan, kami pasti teruskan,” katanya.

Sejumlah informasi di lapangan menunjukkan bahwa petugas parkir pelabuhan direkrut langsung oleh pengelola pihak ketiga. Siapa perusahaan itu, belum pernah diumumkan secara terbuka. Seorang sumber internal di kawasan pelabuhan menolak memberi penjelasan lebih jauh.

“Maaf, saya tidak bisa kasih informasi tanpa izin atasan. Atasan saya di Jakarta,” ujarnya singkat.

Baca Juga:  Ribuan Massa Hadiri Kampanye Mario-Richard di Boleng

Publik Desak Penyidikan

Minimnya data dan tidak adanya transparansi membuat publik menduga adanya aliran pendapatan parkir pelabuhan yang tidak tercatat sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejumlah warga meminta Unit Tipikor Polres Manggarai Barat turun tangan menyelidiki pihak yang menguasai lahan parkir negara tersebut.

“Bandara saja bisa lapor tiap bulan, masa pelabuhan tidak pernah? Ini janggal,” kata seorang warga Labuan Bajo.

Perbandingan antara Bandara Komodo yang transparan dan Pelabuhan Labuan Bajo yang tak memiliki laporan satu pun memunculkan dugaan kuat adanya celah pengelolaan yang tidak diawasi.

Publik kini menanti langkah tegas pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan pendapatan dari sektor parkir tidak menjadi ruang gelap dan berpotensi bocor ke pihak tertentu.

Penulis : Yoflan Bagang

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Jumat, 24 April 2026 - 10:49

Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

Berita Terbaru