METRO NTT — PSSI menggelar Grassroots Football Festival di Stadion Ora Flobamora, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu pagi, 29 November 2025. Ratusan anak usia 10–13 tahun dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Flores memadati lapangan, menampilkan antusiasme yang menurut PSSI menjadi sinyal kuat: NTT sudah saatnya menyumbang pemain untuk Timnas Indonesia.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, yang hadir langsung dalam kegiatan itu, menegaskan bahwa pembinaan usia dini di kawasan Indonesia Timur tidak lagi bisa dianggap pinggiran. Dalam festival kali ini, sekitar 150 anak mengikuti pelatihan intensif bersama 20 pelatih profesional dari NTT dan PSSI pusat.
“Antusias anak-anak luar biasa. Ini harus menjadi pijakan bagi NTT untuk melahirkan pemain profesional yang kelak memperkuat Timnas,” ujar Yunus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dorongan Infrastruktur: “Pemain Hebat Lahir dari Lapangan yang Baik”
Yunus menilai semangat anak-anak Flores tidak akan maksimal tanpa fasilitas latihan yang layak. Ia secara khusus menyoroti kondisi infrastruktur sepak bola di Labuan Bajo yang dinilainya belum menopang pembinaan jangka panjang.
“Pemain hebat muncul dari lapangan yang bagus. Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten mampu membangun stadion mini dengan standar nasional,” katanya.
Menurut dia, selain menunjang latihan, fasilitas representatif akan membuka peluang kompetisi resmi di Labuan Bajo—bahkan berpotensi menarik klub Liga 4 hingga Liga 2 datang bertanding, memanfaatkan daya tarik destinasi wisata dunia itu.
Markus Horison: Pembinaan Harus Konsisten
Mantan kiper Timnas Indonesia, Muhammad Markus Haris Maulana (Markus Horison), yang turut hadir, memberikan motivasi sekaligus peringatan. Menurutnya, potensi anak-anak NTT sangat besar, tetapi bisa tertinggal jika pembinaan tidak dilakukan secara rutin.
“Sebaiknya ada turnamen atau festival sebulan sekali atau dua kali, termasuk coaching clinic. Kalau tidak, anak-anak bisa tertinggal ilmu dibanding daerah lain,” ujarnya.
Markus juga menekankan pentingnya gotong royong seluruh elemen sepak bola di NTT—Askab, sekolah bola, pemerintah daerah, hingga komunitas.
“Kalau ritme pembinaan terjaga, saya yakin cepat atau lambat NTT bisa menyumbang pemain hebat untuk Timnas Indonesia,” katanya.
Semangat di Lapangan: Bibit Muda yang Menunggu Dipoles
Pantauan Metro NTT di lapangan menunjukkan energi yang nyaris tak putus dari para peserta. Latihan teknik dasar, permainan kecil, hingga sesi pemahaman taktik dijalani dengan penuh semangat. Para pelatih memberikan pendampingan intensif, menggabungkan pendekatan edukatif dan kompetitif.
Festival ini menjadi salah satu rangkaian program pembinaan PSSI di Indonesia Timur, bagian dari strategi memperluas daerah pemasok talenta bagi sepak bola nasional.
Markus menutup sesi dengan pesan lugas:
“Anak-anak ini sudah punya bakat. Sekarang tugas kita memastikan bakat itu tidak hilang di jalan. Saatnya NTT tidak hanya menonton Timnas, tetapi mengirim pemain sendiri.”
Penulis : Yoflan Bagang
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Metro NTT






