METRO NTT — Kongres Biasa PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) 2025 yang berlangsung di Labuan Bajo menetapkan sejumlah keputusan strategis terkait tata kelola federasi dan pengembangan kompetisi daerah. Salah satu keputusan penting adalah pengesahan statuta baru PSSI 2025, yang secara otomatis mencabut statuta ASPRO PSSI NTT tahun 2022.
“Mulai malam ini, statuta PSSI 2025 berlaku menyeluruh di NTT. Dengan demikian, statuta ASPRO PSSI NTT tahun 2022 dinyatakan tidak berlaku,” kata Sekretaris PSSI NTT, Abdul Muis, dalam sesi penutupan kongres.
Dengan perubahan statuta tersebut, struktur kewenangan organisasi turut diperbarui. PSSI Provinsi kini memiliki otoritas penuh untuk mengambil langkah administratif terhadap Askab dan Askot yang dinilai tidak menaati regulasi organisasi. Muis menegaskan keputusan itu tidak dimaksudkan sebagai instrumen politik federasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika ada kabupaten atau kota yang tidak berjalan sesuai statuta, PSSI Provinsi dapat memutuskan penggantian ketua. Tapi arahan dari ketua PSSI Provinsi jelas: tidak boleh subjektif. Pendekatannya tetap kekeluargaan,” ujar dia.
Kongres juga menetapkan kalender kompetisi daerah untuk 2026–2027, lengkap dengan penunjukan tuan rumah. Tahun 2026, sejumlah agenda besar akan digelar, di antaranya Piala Gubernur dengan 34 tim kabupaten/kota yang dijadwalkan berlangsung di Timor Tengah Utara (TTU), Letari Memorial Cup, dan beberapa kelompok usia Piala Soeratin. Kabupaten Manggarai Barat ditetapkan sebagai tuan rumah ajang Beach Soccer tingkat provinsi.
Agenda yang paling mendapat sorotan adalah rencana penyelenggaraan turnamen International Beach Soccer di Labuan Bajo. “Kami ingin menghadirkan peserta dari luar negeri. Ini sejalan dengan konsep sport tourism di Labuan Bajo,” kata Muis.
Untuk agenda awal 2027, Liga 4 dijadwalkan digelar di Kabupaten Malaka, sementara sejumlah turnamen kelompok usia Soeratin dan Piala Pertiwi akan kembali digelar di Kota Kupang dan Sikka.
Selain menetapkan kalender kompetisi, kongres juga sepakat mengusulkan Labuan Bajo sebagai tuan rumah Kongres Biasa PSSI Pusat 2026. Jika disetujui, langkah ini akan menjadi tonggak baru bagi NTT sebagai salah satu wilayah penyelenggara kegiatan federasi level nasional.
“Kami berharap kongres pusat bisa dilaksanakan di Manggarai Barat pada Mei atau Juni 2026. Jika memungkinkan, akan ada laga eksebisi atau pertandingan tim nasional sebelum kongres,” ujar Muis.
Agenda besar lainnya yang dibahas dalam kongres adalah rencana pembangunan stadion bertaraf nasional hingga internasional di Manggarai Barat. Menurut Muis, federasi daerah telah membuka ruang koordinasi dengan kementerian teknis dan menunggu langkah resmi dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
“Kami siap memberikan rekomendasi resmi begitu usulan masuk dari Pemda. Koordinasi dengan KemenPUPR, Kemenpora, dan PSSI Pusat sudah disiapkan,” ujarnya.
Muis juga menyebut momentum ketika Presiden Joko Widodo sempat bermain bola di Labuan Bajo sebagai “momen yang terlewat”. Namun ia menilai percepatan pembangunan stadion tetap memungkinkan jika pemerintah daerah bergerak cepat.
“Ini bukan soal bola sekarang berada di tangan siapa. Ini soal kebercepatan eksekusi. Kami berharap Pemda Manggarai Barat segera merespons,” katanya.
Di akhir penyampaian, Muis meminta media berperan dalam memantau dan mengawal rencana pembangunan stadion hingga pelaksanaan agenda kompetisi yang telah ditetapkan.
“Kami berharap media ikut mendukung agar seluruh rencana ini berjalan lebih cepat dan transparan,” tuturnya. **
Penulis : Yoflan Bagang
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Metro NTT






