Diduga Cari Keuntungan Pribadi, R Provokasi Warga Boleng Tak Bayar Iuran Listrik PLTS Bantuan Swasta

- Editor

Kamis, 13 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto pada saat peresmian tahun 2023 yang dihadiri oleh Pemda Mabar, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat setempat

Foto pada saat peresmian tahun 2023 yang dihadiri oleh Pemda Mabar, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat setempat

METRO NTT – Program bantuan listrik tenaga surya untuk masyarakat di empat kampung di Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, kini terancam berhenti.

Penyebabnya, sebagian warga disebut menolak membayar iuran bulanan setelah diprovokasi oleh seorang warga berinisial R yang mengaku sebagai tokoh pemuda setempat.

Sejak tahun 2023, warga di Pulau Sumedang, Pontianak, Pasir Panjang, dan Batu Tiga sudah menikmati listrik dari solar energy system atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kehadiran listrik ramah lingkungan itu sempat disambut antusias masyarakat dan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat sangat bersyukur sekali dan berterimakasih kepada pihak swasta yang sudah membantu masyarakat setempat karena sebelumnya mereka hanya menggunakan lampu sehen sebagai penerang. Tapi itukan hanya di malam hari. Itupun tidak terlalu terang,” ujar Yohanes Suhardi, Camat Boleng, beberapa waktu lalu.

Menurut Yohanes, sejak program itu berjalan, kehidupan warga berubah. Mereka kini bisa memakai kulkas, kipas angin, mejikom, hingga mengisi daya ponsel kapan saja.

Namun belakangan, suasana berubah. Beberapa warga mulai menolak membayar iuran bulanan yang sebelumnya sudah disepakati bersama dengan pihak pengelola.

Baca Juga:  Heboh! Finalis Miss Indonesia 2025 Ini Ketahuan Kibarkan Bendera Israel, Langsung Didiskualifikasi!

Seorang warga mengaku hal itu terjadi karena pengaruh R.

“Kami sebenarnya selama ini bayarnya lancar, tapi karena kami ditekan oleh yang namanya Ridwan, makanya kami tidak mau bayar. Kami sebenarnya punya uang untuk bayar iuran bulanan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, iuran tersebut sejatinya digunakan untuk perawatan alat dan transportasi petugas yang rutin melakukan pengecekan.

“Kami sebenarnya tidak keberatan pak. Daripada kami tidak bisa menikmati listrik. Inikan kami sudah bisa menikmati listrik seperti masyarakat perkotaan. Dan memang harus bayar. PLN saja dari pemerintah bayar apalagi yang bantuan ini. Kalau tidak ada perawatan ya tidak mungkin listrik ini awet pak,” katanya.

“Kami khawatir nanti kalau donatur menarik kembali listrik ini, pasti kami kembali menggunakan lampu sehen. Ini ulah dari satu orang provokasi masyarakat,” lanjutnya.

Warga lain juga menegaskan bahwa selama ini pengelolaan listrik berjalan baik dan transparan.

“Kalau pengelola kami anggap masih baik. Tidak ada masalah dengan kami. Cuma itu tadi, masyarakat telah dipengaruhi digekan oleh anak muda ridwan ini untuk tidak membayar. Itu saja masalahnya,” kata warga lainnya.

Baca Juga:  Pasar di NTT Ludes Terbakar Dini Hari! 3 Orang Tewas Terpanggang, Identitas Masih Misterius!

Berdasarkan kesepakatan awal, setiap rumah dikenai iuran sesuai daya listrik yang digunakan. Untuk daya 1.000 watt dikenakan Rp400 ribu per bulan, sementara 600 watt sebesar Rp200 ribu. Dana itu digunakan untuk biaya perawatan dan transportasi petugas dari Labuan Bajo menuju lokasi yang hanya bisa dijangkau dengan perahu.

Camat Boleng, Yohanes Suhardi, kembali menegaskan bahwa program ini semula sangat membantu masyarakat.

“Masyarakat sangat bersyukur sekali sekarang. Waktu peresmian saya hadir, asisten 1 Pak Hila Madin juga ikut hadir,” katanya.

Sementara itu, Kanisius, salah satu pihak pengelola, menyebut bahwa seluruh dana iuran warga digunakan murni untuk kepentingan sosial.

“Mereka bayar bukanlah untuk profit, tapi untuk tujuan sosial yang kedepannya bisa membantu untuk menghidupkan rumah-rumah lain yang tidak terjangkau listrik,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, pihak pengelola kini kesulitan melakukan perawatan karena pembayaran warga sudah macet sejak lama.

Baca Juga:  Dampak Ucapan Lely Rotok, Warga Taman Nasional Komodo Tunjukkan Bukti Bayar Pajak

“Juga pembayaran iuran sudah putus lama, jadi sangat sulit untuk kita untuk pergi ke pulau tersebut karena tidak ada dana,” kata Kanisius.

Ia menegaskan, tidak ada perubahan kesepakatan dari awal.

“Dari kita tidak pernah mengganti kesepakatan, dari awal sampai sekarang masih sama, dan tujuan dari awal sampai sekarang tidak pernah berubah. Mereka sengaja melakukan perbuatan ini dengan memprovokasi warga lain agar alat itu bisa menjadi milik mereka,” katanya lagi.

Kanisius juga mengungkapkan kondisi alat kini memprihatinkan.

“Sekarang alat ini menjadi ambil karena sudah banyak yang dirusak dan sambung langsung dengan baterai, dan sangat membahayakan karena bisa terbakar,” ujarnya.

Ia berharap alat tersebut bisa segera diselamatkan. “Dari saya hanya menghendaki alat itu bisa diambil dan tetap bisa berguna di Labuan Bajo untuk menghidupkan internet di daerah-daerah Manggarai yang tidak terjangkau listrik, sehingga anak-anak bisa belajar dan akses internet,” harapnya. ***

Penulis : Tim Metro NTT

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama
KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores
Kehadiran Dandim Manggarai Barat Berbuah Solusi, Upah Buruh Proyek KDMP Pong Majok Akhirnya Dibayarkan, Pekerja: Kami Akhirnya Bisa Bernapas Lega
Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi
Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar
52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif
Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:30

Dampak Gempa, Puskesmas Wae Nakeng Alami Keretakan dan Pelayanan Dipindahkan ke Gedung Lama

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25

KBM Tatap Muka di Manggarai Raya Dihentikan Sementara Pascagempa Flores

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:32

Berkat Pendampingan Kodim Manggarai Barat, Pembayaran Upah Buruh Proyek KDMP di Desa Liang Sola Akhirnya Terealisasi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:30

Proyek Fisik KDMP Hampir Rampung Tahap Satu, Upah Buruh di Desa Liang Sola Belum Dibayar

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:02

52 Desa Persiapan di Kabupaten Manggarai Jalani Verifikasi Faktual, Golo Wangko Optimis Menuju Desa Definitif

Berita Terbaru