METRO NTT — Seorang gadis belia nyaris menjadi korban percobaan persetubuhan setelah diajak jalan-jalan oleh seorang pria yang mengaku sebagai anggota Kepolisian Brimob. Peristiwa menegangkan ini terjadi di sebuah rumah kontrakan di kawasan Gang H Fatimah, Jalan H Saman, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
Korban berinisial GBA, kini menjalani pemeriksaan intensif di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok, sembari menceritakan secara blak-blakan kronologi kejadian yang membuatnya trauma berat.
Semua bermula dari perkenalan singkat GBA dengan pria tersebut melalui media sosial Instagram, hanya tiga hari sebelum kejadian. Tanpa curiga, gadis itu menerima ajakan untuk bertemu dan berjalan-jalan di Jakarta Selatan, Sabtu (12/7) dini hari. Awalnya tampak seperti pertemuan biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami janjian ketemu jam satu pagi. Terus ke Blok M, bareng juga dengan temannya, jalan-jalan gitu aja. Saya pikir cuma buat main dan makan bareng,” ujar GBA di hadapan penyidik PPA, sambil berusaha menahan emosi.
Namun, situasi berubah drastis usai acara jalan-jalan. Bukannya pulang, pria yang mengaku sebagai anggota Mako Brimob itu malah mengajak GBA ke sebuah rumah kontrakan di kawasan Depok. Di sinilah peristiwa mencekam itu terjadi.
“Saya awalnya menolak. Tapi dia terus bujuk dan bilang enggak enak kalau pulang terlalu pagi. Saya takut, tapi akhirnya saya ikuti,” tutur GBA dengan suara bergetar.
Sesampainya di kontrakan, GBA mulai merasa tidak nyaman. Gelagat pria itu berubah. Ia mulai merayu dan beberapa kali mencoba melakukan tindakan asusila terhadap GBA. Gadis itu mengaku terus berusaha menolak, bahkan sempat mendorong pria tersebut agar menjauh.
“Dia ajak saya begituan, saya dorong, saya bilang jangan. Tapi dia terus ngerayu, sempat juga dia raba-raba tubuh saya,” ungkap GBA.
Ketakutan dan merasa terjebak, GBA akhirnya menghubungi temannya MF melalui telepon, meminta pertolongan. MF pun segera meminta bantuan saudaranya dan anggota Binmaspol setempat untuk menyelamatkan GBA.
Namun setiba di lokasi, mereka menemukan pintu rumah kontrakan dalam keadaan terkunci. Tanpa pikir panjang, mereka membuka paksa pintu tersebut dan menemukan GBA bersama pria tersebut di dalam rumah.
“Waktu saya dan saudara saya sampai, pintu terkunci. Kami dobrak saja karena dia teriak minta tolong,” ungkap MF kepada wartawan.
Setelah berhasil dievakuasi, GBA langsung dibawa ke Mapolres Metro Depok untuk dimintai keterangan. Dalam kondisi syok, ia mengungkapkan bahwa selama di dalam kontrakan ia berulang kali mencoba kabur, namun semua pintu terkunci.
“Saya panik, semua terkunci. Saya takut banget. Makanya saya telepon semua teman minta tolong,” ujar GBA.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Mako Brimob maupun Polres Metro Depok mengenai status pria tersebut, apakah benar anggota aktif atau hanya mengaku-ngaku.
Pihak keluarga GBA saat ini masih mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut, sementara GBA sendiri mengaku trauma berat atas peristiwa tersebut.
“Ini jadi pelajaran berat buat saya. Jangan gampang percaya sama orang yang baru dikenal, apalagi dari medsos,” tutupnya lirih.
Kasus ini menambah deretan panjang bahaya predator online yang berkedok seragam dan wewenang. Waspadalah! Jangan sampai perkenalan tiga hari, berujung tragedi seumur hidup.






