Sedih, 70 Umat Kristen Dipenggal di Gereja Secara Sadis, Ini Kasusnya

- Editor

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

METRO NTT – Sebanyak 70 warga Kristen ditemukan tewas setelah dieksekusi penggal di sebuah gereja di Republik Demokratik Kongo (DRC) yang dilanda konflik.

Menurut Open Doors, kelompok pembela komunitas Kristen yang teraniaya, mengatakan 70 jasad yang dipenggal ditemukan di sebuah gereja Protestan di kota Kasanga, di Wilayah Lubero di provinsi Kivu Utara menjelang akhir pekan lalu.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas kekejaman tersebut, tetapi Open Doors dan beberapa organisasi lain menuduh Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) sebagai pelaku pembantaian tersebut, dengan mengutip sumber lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para korban diduga telah disandera beberapa hari sebelum mereka dibunuh.

Baca Juga:  Sedih, Seorang Pastor Dibunuh Pada Hari Rabu Abu

Administrator militer wilayah Lubero, Alain Kiwewa, mengatakan bahwa dia sedang menyelidiki insiden itu, menurut laporan kantor berita Agence de Presse Africaine, Jumat (21/2/2025).

“Sumber-sumber lokal menduga ADF, sebuah kelompok Islamis asal Uganda yang berafiliasi dengan ISIS, serta kelompok-kelompok bersenjata lokal bertanggung jawab atas pembantaian itu. Kelompok-kelompok ini telah mempertahankan iklim teror di wilayah itu selama beberapa bulan,” imbuh laporan tersebut.

Menurut laporan tersebut, para korban, yang telah diikat dan dieksekusi, telah diculik pada 12 Februari.

Aktivitas antiaborsi konservatif Amerika Lila Rose mem-posting di X: “Mengerikan. 70 orang Kristen dipenggal secara brutal oleh kelompok Islamis di dalam sebuah gereja di Republik Demokratik Kongo. Di mana kemarahan media? Berdoalah untuk orang Kristen yang teraniaya.”

Baca Juga:  Pastor Katolik ini Dibunuh Secara Sadis, Ditemukan oleh Umat di Kompleks Gereja

Akun media sosial “Libs of TikTok” juga mem-posting tentang hal itu dengan keterangan: “Tujuh puluh orang Kristen ditemukan dipenggal di sebuah gereja di Republik Demokratik Kongo. Mereka dilaporkan menjadi sandera kelompok Islamis ADF—afiliasi ISIS. Mengapa MSM (media arus utama) tidak meliput berita ini?”

Pakar hukum Open Doors untuk pekerjaan di Afrika sub-Sahara John Samuel berkata: “Open Doors mengutuk keras tindakan kekerasan keji terhadap warga sipil ini dan menyerukan kepada masyarakat sipil, pemerintah, dan organisasi internasional untuk memprioritaskan perlindungan warga sipil di DRC timur tempat kelompok bersenjata, seperti ADF, beroperasi.”

Baca Juga:  Sadis, Pria di NTT Bacok Kakak Perempuannya hingga Bunuh Keponakan

Seorang penatua Komunitas Evangelis di Afrika Tengah berkata: “Kami tidak tahu harus berbuat apa atau bagaimana berdoa. Sudah terlalu banyak pembantaian. Semoga kehendak Tuhan terjadi.”

DRC telah berada dalam kondisi perang dan konflik yang hampir terus-menerus selama lebih dari tiga dekade, tetapi kekerasan telah meningkat baru-baru ini, khususnya dengan kemajuan Gerakan 23 Maret (M23), yang telah merebut lokasi-lokasi strategis, termasuk kota Goma dan Bukavu.

ADF adalah kelompok pemberontak lain yang terlibat dalam kekerasan tersebut, salah satu alasan pasukan Uganda baru-baru ini dikerahkan ke Kongo timur untuk membantu pasukan Kongo.

Sumber: OkeZone.com

Berita Terkait

Usai Pesta Adat Wagal, Dua Warga Cireng Jadi Korban Pengeroyokan di Rawuk Ndoso
Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam
Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur
SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum
Pria di Manggarai Ditangkap Usai Bobol Kios, Gasak Kain Songke hingga 200 Kg Kacang, Kerugian Rp18 Juta
ASTAGA! Siswa SMA di Ruteng Sudah Jadi Ayah, Sekolah Masih ‘Menunggu Undangan’
Guru Honorer di Manggarai Barat Ditangkap Usai Curi Motor Pelajar di Ruteng

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:09

Usai Pesta Adat Wagal, Dua Warga Cireng Jadi Korban Pengeroyokan di Rawuk Ndoso

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:08

Perempuan Asal Malang Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kupang, Baru Dua Hari Keluar dari Rumah Sakit

Rabu, 22 April 2026 - 02:05

Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Rabu, 8 April 2026 - 13:38

Jejak Perdagangan Komodo hingga Thailand: Kolaborasi Polisi Bongkar Jaringan dari Manggarai Timur

Minggu, 29 Maret 2026 - 03:58

SKCK ADO Dihapus, Polda NTT Tunjukkan Kekuatan Big Data dalam Penegakan Hukum

Berita Terbaru