METRO NTT — Pastor Katolik, Pastor Donald Martin Ye Naing Win, ditemukan tewas akibat penikaman di gerejanya di Myanmar. Ia diduga menjadi korban serangan anggota kelompok pemberontak anti-junta.
“Kami menerima kabar bahwa Pastor Donald Martin Ye Naing Win, seorang pastor dari Keuskupan Agung Mandalay, dibunuh secara brutal oleh sekelompok pria bersenjata pada Jumat malam,” ujar Ketua Konferensi Waligereja Myanmar, Kardinal Charles Bo, dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP, Rabu (19/2/25).
“Kami sangat terkejut dan sedih dengan berita ini. Kami mendesak mereka yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan yang tepat dan memastikan keadilan ditegakkan, sehingga insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pastor Ye Naing Win diserang pada Jumat (14/2/25) oleh sepuluh orang yang berasal dari pasukan pertahanan rakyat (PDF) di kota Shwebo, wilayah Sagaing tengah.
Myanmar telah mengalami konflik sipil selama empat tahun antara junta militer dan berbagai kelompok bersenjata, termasuk PDF, yang terdiri dari mantan warga sipil yang mengangkat senjata untuk melawan kekuasaan militer.
Wilayah Sagaing menjadi salah satu daerah yang mengalami pertempuran paling sengit antara pasukan junta dan kelompok bersenjata yang menentang rezim tersebut.
Seorang pejabat PDF di desa Kangyitaw, lokasi pembunuhan terjadi, mengungkapkan bahwa sepuluh anggota kelompok itu memasuki gereja sekitar pukul 21.00 waktu setempat.
Mereka memaksa pastor berusia 44 tahun itu untuk berlutut sebelum menghabisinya dengan senjata tajam. Saat ini, kesepuluh pelaku dikabarkan telah ditangkap.
Perang saudara di Myanmar bermula setelah militer menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi pada Februari 2021.
Konflik yang melibatkan berbagai pihak ini telah menyebabkan lebih dari 6.000 warga sipil kehilangan nyawa, dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap semua kelompok yang terlibat.**
Sumber: enbeindonesia.com






