Ternyata 4 Warga yang Tewas Bukan Konsumsi Miras Tapi Minum Etanol untuk Disinfektan

- Editor

Minggu, 9 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

METRO NTT — Delapan dari dua belas warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia setelah menenggak alkohol murni berkadar 96 persen.

Empat korban selamat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Minuman yang dikonsumsi para korban bukanlah miras oplosan tetapi alkohol non-food grade untuk disinfektan.

Kepala Satres Narkoba Polres Cianjur, AKP Septian Pratama Putra, mengatakan bahwa sebelum dinyatakan meninggal, para korban mengonsumsi cairan etanol tersebut sebanyak satu jerigen berisi 5 liter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satu korban, berinisial R itu membelinya melalui marketplace, lalu mencampurnya dengan minuman perasa bersama rekan-rekannya,” kata Septian di Mako Polres Cianjur, Sabtu (8/2/2025) malam.

Septian menegaskan, minuman yang dikonsumsi para korban bukanlah miras oplosan, seperti yang beredar di berbagai informasi.

“Bukan pesta miras oplosan. Para korban mengonsumsi alkohol non-food grade yang seharusnya digunakan untuk keperluan luar, seperti disinfektan, dalam jumlah 5 liter atau satu jerigen penuh,” jelasnya.

Baca Juga:  TRAGIS! Seorang Ibu Lompat ke Jurang di Manggarai Barat, Jeritannya Terdengar Tapi Terlambat Diselamatkan

Ia menambahkan, penyidik masih terus mengumpulkan data dan informasi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Para korban selamat belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam perawatan intensif,” ujar Septian.

Sebelumnya, empat warga Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, dilaporkan tewas, sementara lima orang lainnya dilarikan ke rumah sakit setelah menenggak alkohol murni pada Kamis (6/2/2025) malam.

Baca Juga:  Kisah Ibu Hamil di NTT, Tewas Gegara Nekat Serobot Kobaran Api Demi 2 Anaknya yang Kebakaran di Kios

Data dari polisi, korban meninggal berinisial E (55), H (29), G (35), dan J (34), dan korban kritis yang dirawat di rumah sakit, yakni R (34), N (42), I (34), C (29), I (34), dan A (30), Kemudian polisi menginformasikan bahwa jumlah korban meninggal bertambah menjadi delapan orang dari 12 orang yang turut mengonsumsi alkohol berkadar tinggi tersebut

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru