METRO NTT — Minggu pagi yang tenang di Kampung Suka Kiong, Desa Suka Kiong, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, mendadak berubah mencekam. Seorang perempuan berinisial FN (58), yang dikenal warga sebagai pekerja serabutan yang rajin dan pendiam, ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang sedalam 12 meter.
Tragedi memilukan itu terjadi tepat di atas jembatan kecil (deker) di Wae Keling. FN diketahui berdiri di tepi jembatan, tatapan kosongnya mengarah ke dalam jurang. Dua anak yang kebetulan melintas, OA (16) dan IH (12), melihat gerak-gerik FN yang tak biasa.
Mereka berteriak, berusaha mencegah langkah nekat perempuan paruh baya itu. Tapi suara mereka kalah oleh bisu tekad FN. Ia pun melompat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa detik kemudian, jeritan minta tolong menggema dari dasar jurang. Jeritan terakhir yang mengguncang hati para saksi kecil itu.
Dengan panik, OA dan IH berlari kembali ke kampung untuk memberitahukan warga. Sejumlah orang bergegas ke lokasi. Tapi semuanya sudah terlambat. FN ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, tubuhnya tergeletak kaku dengan luka parah di bagian leher akibat benturan keras saat jatuh.
Kapolsek Kuwus, Polres Manggarai Barat, Ipda Arsilinus Lentar, membenarkan kejadian memilukan itu. “Dari hasil olah TKP, korban mengalami patah pada bagian leher. Diduga kuat akibat benturan saat jatuh dari ketinggian,” ujarnya, Senin (7/7/2025).
Polisi menduga FN mengakhiri hidupnya sendiri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain selain akibat benturan jatuh. Keluarga pun menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah, dan memilih tidak memproses hukum lebih lanjut.
FN, dalam kesehariannya, dikenal sebagai sosok yang bekerja keras.






