Senator Stevi Harman Salurkan Bantuan Kepada Korban Erupsi Gunung Lewotobi

- Editor

Kamis, 7 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Barat, Anggota DPD RI, dr. Maria Stevi Harman, memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur pada, Rabu 6/11/2024.

Bantuan tersebut meliputi dana santunan dan sejumlah kebutuhan dasar bagi para pengungsi yang tersebar di Desa Bokang, Konga dan Leowolaga.

Senator Dapil NTT itu berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak erupsi.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit membantu saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi,” ungkap Stevi.

Stevi juga mengajak semua komponen untuk bersama-sama membantu para korban.

Tragedi Lewotobi menjadi bencana bersama, yang menuntut solidaritas kemanusiaan untuk mengambil bagian dalam penderitaan mereka.

“Kita harus bergandengan tangan membantu saudara-saudara kita, khususnya mereka yang saat ini ada di tenda-tenda pengungsian,” ujarnya.

Peristiwa ini setidaknya menjadi pelajaran untuk memetakan ulang skema mitigasi risiko demi meminimalisir dampak bencana.

Baca Juga:  LEWOTOBI MENGAMUK LAGI! Kolom Abu Membubung 2.000 Meter di Tengah Malam Mencekam!

Penggunakan alat deteksi modern untuk mendeteksi tanda-tanda awal erupsi, perlu dioptimalkan lagi.

Menurut Stevi, pembangunan sistem peringatan dini yang cepat dan akurat menjadi faktor kunci dalam mitigasi, memberikan waktu bagi masyarakat untuk mengungsi sebelum erupsi terjadi.

Selain itu, penting untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang potensi bahaya dan cara-cara evakuasi yang aman, agar mereka lebih siap menghadapi situasi darurat.

Sebelumnya, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur mengalami erupsi pada 03 November pukul 23.57 Wita.

Baca Juga:  Cerita Santi Teman Duet Erphin Dion: Awal Bertemu hingga Ajak Buat Lagu Bersama

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan statusnya dari siaga ke awas level tertinggi. Ribuan warga terpaksa harus mengungsi.

Data yang dihimpun, sebanyak 14 desa terdampak erupsi, dengan jumlah jiwa 10.295.

Sepuluh orang warga tewas, termasuk satu keluarga dengan anggota enam orang. Mereka tertindih reruntuhan bangunan. Salah satu korban adalah Suster Nikoline Padjo, SSps, seorang biarawati Katolik.

Pemerintah telah menetapkan masa tanggap darurat selama 58 hari, terhitung sejak 4 November sampai 31 Desember 2024.

Berita Terkait

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap
Antisipasi Laka Lantas dan Balap Liar, Satlantas Polres Manggarai Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:11

Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru