Cabup Maksi Ngkeros Beberkan Cara Urus Manggarai yang Benar Demi Kesejahteraan Rakyat

- Editor

Kamis, 17 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Bupati Manggarai Maksimus Ngkeros saat menyampaikan orasi politik di Kecamatan Satar Mese. Foto: Metrontt.com

Calon Bupati Manggarai Maksimus Ngkeros saat menyampaikan orasi politik di Kecamatan Satar Mese. Foto: Metrontt.com

MANGGARAI – Calon Bupati (Cabup) Manggarai Maksimus Ngkeros mengaku menerima banyak keluhan masyarakat dari berbagai pelosok di Kabupaten Manggarai.

Di Desa Gara, Kecamatan Satar Mese misalnya, warga masih mengeluhkan masalah air minum bersih hingga kondisi jalan yang rusak. Kata mereka, jalan yang sudah rusak tersebut terakhir kali dibangun pada masa kepemimpinan Christian Rotok-Deno Kamelus.

Dalam orasi politiknya, Cabup Maksi menyatakan, Pemerintah Daerah saat ini tidak fokus terhadap kebutuhan prioritas masyarakat Manggarai. Pemerintah justru lebih fokus membangun ‘natas labar‘ atau taman kota yang tidak menjadi kebutuhan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bangun natas labar itu tidak membuat masyarakat sejahtera. Tidak bikin kaya. Atau kasarnya; tidak bangun natas labar, tidak buat rakyat menderita. Tapi kalau tidak ada air minum atau jalan rusak, ekonomi tidak bergerak, itu yang membuat kehidupan rakyat jadi terancam. Jadi uang yang ada lebih baik dimanfaatkan tepat sasaran daripada bangun taman kota,” tegas Maksi saat berorasi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Satar Mese, Kamis, 17 Oktober.

“Rakyat tidak butuh natas labar. Tapi butuh air minum dan jalan yang bagus,” sambungnya.

Maksi dan Ronald berkomitmen akan menyelesaikan berbagai persoalan di Manggarai jika nantinya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai.

Misalnya Pemerintah, di bidang kesehatan mempunyai kewajiban untuk memperbaiki semua fasilitas di Puskesmas dan Poskesdes. Peralatan medis pun harus dimanfaatkan sesuai dengan perkembangan teknologi. Tak hanya itu, para tenaga medis juga akan diberikan pelatihan secara rutin.

Baca Juga:  Gubernur Melki Laka Lena Buka Kupang Bertakbir Season III, Tekankan Toleransi di Bundaran Tirosa

“Tenaga medis juga nanti akan dilatih untuk menggunakan fasilitas ini. Secepatnya membantu ibu melahirkan dengan persalinan gawat darurat. Sehingga dengan begitu diharapkan tidak ada lagi tingginya angka kematian ibu dan bayi,” jelas Maksi.

Belum lagi sebut Dia, derajat kesehatan masyarakat Manggarai saat ini rendah. Angka kesakitan masih 22%, dan stunting 12%. Sementara masyarakat masih banyak yang tidak memiliki BPJS kesehatan. “Ini sangat ironis. Bagaimana kita mau hadapi Indonesia emas 2045,” ucapnya.

Maksi juga menyinggung Pemerintah Daerah yang kembali mengaktifkan 200-an tenaga kesehatan yang sebelumnya dipecat. Upah para Nakes pun, lanjut Maksi, patut untuk dipertanyakan.

Ia menyebut, dari segi aturan, upah para pegawai di Pemerintahan harus terlebih dahulu dibayar sebelum mereka mulai bekerja.

“Pegawai pemerintah itu dibayar dulu baru kerja. Bukan di akhir bulan. Makanya saya bilang, kalau berani angkat kembali para nakes pada 1 Oktober, maka gaji mereka mestinya diberikan pada tanggal 5 Oktober. Kalau tidak, berarti ini penipuan baru lagi,” tegas mantan Kepala Bappelitbangda Manggarai Timur itu.

“Nakes jangan mau saja dizolimi untuk kedua kali. Saya birokrat murni. Saya tahu aturan,” tegasnya lagi.

Dalam pembangunan infrastruktur, Maksi dan Ronald nantinya akan memberlakukan pola padat karya. Dimana proyek-proyek yang turun ke Desa akan berdampak pada pendapatan masyarakat setempat.

“Jadi bukan untuk menguntungkan kelompok tertentu. Kita gencarkan program ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jadi undang-undang itu sudah mengatur kebutuhan dasar bagi masyarakat,” kata Dia.

Baca Juga:  Gantung Sejak Rezim DM, Maksi - Ronald Bakal Tuntaskan Pemekaran Desa

Ia menyoroti terkait pembangunan jembatan Wae Maras di Satar Mese Barat yang saat ini menelan biaya sebanyak 9 miliar.

“Contoh jembatan Wae Maras. 9 miliar itu tidak masuk akal. Pemerintah buang uang 9 miliar, sementara masih banyak jalan yang rusak itu ke-sana. Tidak bangun sesuai kebutuhan tapi karena keinginan,” kritik Maksi.

Paslon nomor urut 1, sebutnya, berkomitmen akan membenahi infrastruktur yang diprioritaskan untuk gerakan ekonomi masyarakat. “Ingat bahwa dana kita itu terbatas. Jadi semaksimal mungkin kita manfaatkan untuk kebutuhan dasar masyarakat. Termasuk masalah air minum tadi,” bebernya.

Belum lagi di sektor pendidikan, angka partisipasi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih rendah. Maksi menyebut ada sebanyak 26% anak putus sekolah di bangku SMP. Sementara dari SMP ke jenjang SMA terdapat 28% yang tidak lanjut.
Ia menyebut anak putus sekolah itu dikarenakan faktor ekonomi.

“Orang tua tidak mampu, akhirnya anak – anak disuruh kerja. Ini mestinya jadi beban bagi negara. Pemerintah daerah harus berupaya kerja sama dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk meluncurkan beasiswa bagi anak yang berasal dari keluarga tidak mampu,” jelasnya.

Maksi menambahkan, “Pendidikan non-formal itu juga tidak pernah diperhatikan. Contoh tentang paket a dan paket b, itu hanya ada di sekolah yang di kota. Di desa-desa belum ada,” ungkapnya.

Mengenai pendefinitif 52 Desa persiapan di Manggarai, Maksi menyebut sudah dirintis sejak rezim Deno Kamelus-Viktor Madur. Namun sampai sekarang belum juga didefinitifkan.

Baca Juga:  Miris! SDN Ini Hanya Punya 1 Murid Baru di Tahun Ajaran 2025, Tapi Semangat Guru Tetap Membara!

“Padahal ini penting. Dengan kita definitifkan 52 Desa setidaknya dana dari pusat itu ada 52 miliar di Manggarai. Daripada kita hamburkan uang untuk kebutuhan yang tidak bermanfaat, lebih baik kita urus desa pemekaran. Ini yang kita mau benahi. Maksi dan Ronald komit untuk membenahi daerah ini,” tegas Maksi.

“Pada intinya, Pemimpin daerah itu harus bisa lobi ke pemerintah pusat. Apalagi saat ini masih ada Pak Benny K. Harman di pusat dan dr. Stevi yang baru terpilih jadi anggota DPD RI. Sehingga kita punya peluang untuk memajukan daerah ini ke arah yang lebih baik jika nanti Maksi-Ronald terpilih,” tambahnya.

Hal yang lebih menyedihkannya lagi, sebut Maksi, kemampuan keuangan di Kabupaten Manggarai sangat rendah berdasarkan penilaian Kementerian Keuangan. Kalah dari Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Belum lagi Pemerintah Daerah tidak mendapatkan dana insentif daerah dari Kementerian.

“Ini disebabkan karena pemerintah tidak mampu memanfaatkan dan meningkatkan potensi daerah. Tidak mampu memanfaatkan aset yang ada untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” ungkapnya.

Di akhir orasinya, Maksi menyebut dirinya tidak ingin memberikan banyak janji-janji kepada masyarakat. Apa lagi janji yang tidak logis dan tidak masuk di akal. Namun Ia memastikan bahwa pintu rumahnya nanti akan selalu terbuka bagi masyarakat jika Ia terpilih sebagai orang nomor 1 di Kabupaten Manggarai. (*)

Berita Terkait

Resmi Daftar Calon Kepala Desa Golo Watu, Gabriel Kas Tepis Isu Miring dan Paparkan Visi Desa Mandiri Sejahtera
Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi
Tak Perlu Antre, Bayar Pajak Kendaraan di NTT Kini Bisa Digital Lewat PRO NTT
6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang
Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026
Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni
Satlantas Polres Manggarai Gelar Police Goes To School di SMKN 1 Wae Ri’i, Edukasi Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini
Mutasi dan Promosi Pejabat Lingkup Pemkab Manggarai Digelar Bertahap

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:57

Resmi Daftar Calon Kepala Desa Golo Watu, Gabriel Kas Tepis Isu Miring dan Paparkan Visi Desa Mandiri Sejahtera

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:30

Mario Pranda Surati Uskup Labuan Bajo, Singgung Ratusan Pegawai Jadi Korban Mutasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:05

6 Calon Jemaah Haji asal Kecamatan Lembor Resmi Dilepas, Camat: Pergi 6 Orang, Pulang Harus 6 Orang

Jumat, 24 April 2026 - 11:00

Jalan Welu–Wuas Rusak Parah, Warga Minta Pemda Matim Segera Perbaiki di 2026

Jumat, 24 April 2026 - 10:53

Pinjam 100 Miliar di Bank NTT, Bupati Agas:Pinjaman ini Fokus Untuk Infrastruktur Jalan Hotmix, Lapen, Air Minum Bersih dan 75 Rumah Layak Huni

Berita Terbaru